Serupa Tapi Tak Sama, Ini Lho Perbedaan Toner Dan Face Tonic (Astringent)

Ilustrasi: wanita merawat wajah (sumbe: byrdie.com)Ilustrasi: wanita merawat wajah (sumbe: byrdie.com)

Berdasarkan bahannya

Berdasarkan bahan, keduanya ternyata berbeda. Kalau toner umumnya terbuat dari bahan alami dan berbahan dasar air, face tonic cenderung menggunakan alkohol. Dengan kata lain, toner memang lebih ringan dan lembut formulanya.

Berdasarkan kandungannya

Perbedaan utama toner dan astringent terletak pada kandungannya. Toner umumnya terbuat dari bahan dasar air dan diformulasikan dengan glycerin serta humectant lainnya yang bermanfaat untuk menghidrasi kulit. Selain itu, toner juga biasanya diperkaya dengan kandungan ekstrak tumbuhan, anti-oksidan, dan anti-aging untuk membantu melembutkan sekaligus mencerahkan kulit. Berkat kandungannya, toner dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Namun, paling sering ditujukan untuk kulit normal, kering, dan sensitif.

Sebaliknya, astringent umumnya terbuat dari bahan dasar alkohol dan diformulasikan untuk membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit. Selain itu, astringent juga biasanya mengandung salicylic acid untuk melawan jerawat dan komedo. Karena kandungannya inilah, astringent kerap disebut sebagai toner dengan kandungan yang lebih ‘keras’ dan cenderung membuat kulit terasa lebih kering, sehingga lebih ditujukan untuk pemilik kulit kombinasi atau berminyak.

Berdasarkan tipenya

Apabila Anda memiliki tipe kulit sensitif, kering, dan seringkali mengalami masalah, maka disarankan untuk memilih memakai toner. Namun apabila kulit Anda jenisnya berminyak, normal atau kombinasi, maka astringent akan lebih cocok pada Anda.

Efek Setelah Memakai Toner dan Astringent

Kulit Segar dan Cerah - (Sumber: food.detik.com)

Kulit Segar dan Cerah – (Sumber: food.detik.com)

Memakai toner Anda akan memiliki banyak kelebihan dan menikmati sebagian besar efek positif. Toner mampu membersihkan secara maksimal tanpa harus membuat kulit jadi kering. Toner biasanya disertai bahan herbal seperti lemon, mentimun, dan lain sebagainya yang dapat membantu melawan radikal bebas. Toner dapat menjaga pH balance karena rendah kandungan asamnya, sehingga kulit tidak gampang mengelupas.

Berbeda lagi dengan astringent yang umumnya deep cleansing serta membersihkan sampai ke dasar pori. Ia juga membantu memberikan rasa kesat dan mengurangi kelebihan minyak di wajah. Selain itu ia akan memberikan rasa ketat di kulit wajah.

Agar tepat guna, lebih baik sesuaikan saja memilih astringent atau toner dengan kebutuhan dan jenis kulit Anda. Manfaatnya akan lebih banyak terasa kalau Anda memilih sesuai dengan jenis yang tepat.

Apapun jenis penyegar yang Anda pilih, astringent atau toner, tetap perhatikan cara penggunaannya. Berikut adalah beberapa tips menggunakan astringent dan toner yang perlu Anda ketahui.

Tips Pemakaian Astringent dan Toner

  • Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih saat menggunakan kedua produk ini.
  • Aplikasikan astringent dan toner pada wajah dengan menggunakan kapas. Pilihlah kapas dengan kualitas yang baik sehingga tidak akan menimbulkan iritasi pada wajah.
  • Gunakan astringent dan toner setelah menggunakan susu pembersih dan setelah itu dilanjutkan dengan pemakaian pelembab.
  • Sebaiknya hentikan pemakaian astringent dan toner ketika ada luka di wajah Anda.
  • Hentikan juga pemakaian kedua produk ini kalau Anda mengalami iritasi, boleh jadi Anda  tidak cocok dengan produk tersebut.
Ilustrasi: proses aplikasi toner & face tonic pada wajah (sumber: hoahoctro.vn)

Ilustrasi: proses aplikasi toner & face tonic pada wajah (sumber: hoahoctro.vn)

Belakangan ini, penggunaan alkohol pada kosmetik sangat dihindari karena sifatnya yang bisa membuat kulit menjadi kering dan iritasi. Tetapi masih ada beberapa produk lokal (maupun produk luar) yang memproduksi astringent dengan kandungan alkohol. Tinggal Anda yang memutuskan kembali mana yang akan Anda gunakan.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan toner, jangan lupa untuk mengetahui bagaimana cara memilih toner yang tepat. Pemilihan face toner pun juga sama dengan memilih produk perawatan kulit yang lain, yaitu harus disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit. Karena beda jenis kulit akan beda zat atau kandungan yang diperlukan.

Jika Anda adalah pemilik jenis kulit kering dan normal, pilihlah face toner yang mengandung Hyaluronic Acid dan hindari face toner dengan kandungan alkohol denat karena akan membuat kulit semakin kering. Dan untuk pemilik jenis kulit berminyak, pilihlah face toner yang diformulasikan untuk membantu mencegah produksi minyak berlebih pada wajah. Hindari menggunakan face toner dengan kandungan astringen yang tinggi dan alkohol yang tinggi. Karena kandungan astringen yang tinggi biasanya akan membuat kulit terasa perih.

Face toner baru digunakan setelah membersihkan wajah baik setelah menggunakan makeup atau tidak menggunakan makeup. Urutan yang baik dalam menggunakan toner yaitu pertama-tama membersihkan wajah menggunakan pembersih wajah atau makeup setelah itu cuci menggunakan sabun wajah kemudian aplikasikan face toner pada wajah.

Cara menggunakan face toner yaitu dengan menuangkan toner pada kapas kemudian aplikasikan pada wajah dengan cara ditepuk-tepuk. Setelah menggunakan toner, barulah mengoleskan pelembab untuk memberi nutrisi pada wajah. Nah, seperti halnya produk skincare pada umumnya, efek yang dirasakan setiap orang bisa saja berbeda-beda. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami iritasi atau merasa tidak cocok setelah memakai produk tertentu, sebaiknya segera hentikan pemakaian.

[Update: Dian]

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: