Sering Dibuat Adonan, Bagaimana Jenis Tepung Terigu Yang Baik Untuk Kue Kering?

jenis, protein, kadar, persen, bolu, lumpia, kue, kering, rendah, sedang, tinggi, kualitas, daya, serap, air, tekstur, bagus, mie, roti, elastis, adonan, all, purpose, flour, hasil, kelebihan Sering Dibuat Adonan, Bagaimana Jenis Tepung Terigu Yang Baik Untuk Kue Kering? (rumahmesin.com)

Dalam membuat kering, dibutuhkan tepung terigu. Tepung yang digunakan biasanya tepung terigu protein rendah. Mengapa dibutuhkan yang protein rendah? Hal tersebut dikarenakan kadar protein dalam tepung kurang dari 11 persen, sehingga penggunaan tepung terigu protein rendah tidak akan membuat adonan kering menjadi elastis.

Selain itu, rendahnya kandungan gluten pada jenis tepung terigu tersebut dapat membuat daya serap air adonan menjadi rendah. Hasilnya, adonan yang tidak mengandung banyak air akan menjadi lebih renyah dan tahan lama saat disimpan.

Tetapi, tepung terigu protein rendah tidak hanya cocok untuk membuat kue kering, cocok juga digunakan untuk membuat biskuit, aneka gorengan, dan kulit lumpia. Berdasarkan kandungan proteinnya, tepung terigu dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu tepung terigu protein rendah, tepung terigu protein sedang, dan tepung terigu protein tinggi.

“Terigu protein sedang mempunyai kadar sekitar 12 persen. Tepung jenis ini cocok untuk membuat aneka cake, bolu, dan kue. Tepung ini juga sering disebut all purpose flour,” ujar Tahta Dina Anggrani, anggota Baking Lover Community (BLC).

Adapun terigu protein rendah, lanjut dia, hanya memiliki kadar protein sekitar 8–11 persen. Tepung ini cocok untuk aneka kue kering dan biskuit. Anggota dari Baking Lover Community (BLC) Samarinda itu mengatakan, sebagian besar orang biasanya tidak terlalu memerhatikan jenis tepung yang digunakan. Padahal, jenis tepung akan memengaruhi hasil .

“Misalnya, Anda ingin membuat bolu, tapi yang digunakan adalah terigu protein tinggi. Hasil memang tetap menjadi bolu, tapi teksturnya enggak selembut saat Anda menggunakan terigu protein sedang atau rendah. Begitu juga jika ingin membuat roti dengan tepung protein rendah. Tetap jadi roti, tapi hasilnya tidak mengembang maksimal,” jelas dua anak itu.

Jika Anda ingin mendapat hasil masakan yang lebih bagus, Rani menyarankan agar menyesuaikan jenis tepung dengan makanan yang ingin Anda buat. Jenis protein tepung biasanya dapat dibedakan melalui kemasan terigu yang dijual di pasaran.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Budianto Wijaya, Dales & Marketing Director Bungasari Flour Mills. “Umumnya hanya mengenal istilah terigu, hanya para profesional yang mengerti mengenai jenis tepung dan kegunaanya, misalnya tepung terigu protein rendah untuk gorengan, protein sedang untuk cake dan kue kering dan protein tinggi untuk mie dan roti,” jelasnya.

Budianto juga mengungkapkan ada pula terigu Jepang yang menghadirkan tiga macam terigu berdasarkan kandungan proteinnya. Pertama, tepung terigu protein rendah terdiri dari empat merk yaitu Hana Emas, Jawara, Hana Biru, Niji dengan kandungan protein 8–10 persen. Kedua, tepung terigu protein sedang diantaranya ada Bola Salju, Gelang Berlian, Bola Merah, dan Jawara dengan protein 10–12 persen. Dan, jenis tepung terigu tinggi protein seperti Golden Eagle, Hikari Biru, Golden Crown, dan Kabuki.

Tepung yang baik pun melalui biji gandum yang diproses dengan teknologi produksi yang mutakhir serta pemilihan gandum terbaik sehingga menghasilkan kualitas yang selalu konsisten. “Kelebihan kue atau roti dibuat dengan tepung terigu ini diproses oleh pabrik penggilingan tepung yang terletak di Cilegon, hasilnya lebih maksimal, volumenya lebih besar, daya serap air lebih tinggi sehingga tekstur yang dihasilkan bagus,” tuturnya.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: