Wanita Kecanduan Lebih Sulit Berhenti Merokok Dibanding Pria

Ilustrasi: wanita perokokIlustrasi: wanita perokok

Tingkat stress dan depresi yang tinggi menjadi salah satu alasan maraknya pecandu rokok di kalangan wanita. Seperti yang kita ketahui, sebenarnya rokok tidak hanya diperuntukkan bagi pria saja. Hal ini juga dapat dilihat dari iklan rokok ketika rokok pertama kali hadir hingga saat ini. Tak jarang, para bintang iklan produk rokok adalah wanita. Efek samping rokok pada wanita juga diklaim lebih berisiko terhadap kesehatan, selain itu wanita yang kecanduan rokok lebih sulit sembuh dibanding pria dengan kebiasaan merokok.

Seperti Anda ketahui, rokok sendiri memiliki banyak kandungan yang tidak sehat, seperti nikotin dan tar. Sebagai seorang wanita, Anda juga perlu memikirkan kesehatan Anda kedepannya. Mungkin bagi seorang pria, rokok tidak menimbulkan berbagai macam risiko kesehatan secara signifikan dalam jangka waktu dekat. Ini berbeda dengan wanita, ada banyak risiko yang akan Anda hadapi kedepannya jika Anda masih saja memiliki kebiasaan merokok. Apabila Anda tidak memiliki kebiasaan merokok, itu lebih baik lagi dan usahakan untuk mempertahankan keadaan tersebut.

Merokok sendiri adalah kebiasaan yang sangat sulit untuk dihentikan karena efek candu dari tembakau, nikotin, dan tar. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa jauh lebih sulit bagi wanita untuk berhenti merokok daripada pria. Mengapa? Para peneliti menunjuk pada prevalensi kecemasan dan depresi yang lebih tinggi pada wanita. Ini juga alasan, mengapa seorang wanita memilih merokok daripada obat-obatan anti-depresan. 

Kebiasaan merokok pada wanita, bukan hanya sekadar kasus umum yang ditemukan di Indonesia saat ini. Di luar negeri juga ditemukan kasus serupa, dan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seorang pakar juga telah mencatat bahwa bukti sebelumnya menunjukkan bahwa kebiasaan merokok pada wanita berkaitan dengan otak wanita yang memiliki reaksi berbeda terhadap nikotin.

Dalam studi terbaru, yang melibatkan lebih dari 200 pasien di Rumah Sakit St. Michael di Toronto, prevalensi kecemasan atau depresi pada wanita adalah 41%, sementara pada pria hanya 21%. Pada wanita perokok, diketahui bahwa gangguan suasana hati dan depresi butuh perawatan lebih dan khusus, terutama mereka yang menderita penyakit jantung dan stroke. “Berhenti merokok adalah faktor risiko paling signifikan yang dapat dimodifikasi untuk mencegah penyakit jantung pada wanita, tetapi tidak ada satu ukuran untuk semua,” ujar penulis studi senior, Dr. Beth Abramson, seorang profesor kedokteran di Universitas Toronto.

Wanita sedang Berlibur Menghilangkan Stres dengan Merokok - www.lenspure.com

Wanita sedang Berlibur Menghilangkan Stres dengan Merokok (sumber: lenspure.com)

Dalam penelitian tersebut, usia rata-rata peserta adalah 56 tahun dan hampir sepertiga adalah perempuan. Pasien melaporkan, bahwa mereka sanggup merokok dengan jumlah rata-rata 18 batang rokok setiap hari selama 37 tahun. Dua pertiga peserta memiliki kelainan lipid seperti dislipidemia, ketika kadar lipid dalam darah (trigliserida dan kolesterol) sudah mencapai puncaknya. Hampir dua pertiga peserta lainnya juga memiliki tekanan darah tinggi, dan hampir setengah dari jumlah peserta melaporkan penyakit jantung. Masih ada laporan juga bahwa lebih dari seperempat jumlah peserta mengalami depresi atau kecemasan.

Setelah enam bulan penelitian, sebanyak 58 (25%) peserta berhenti merokok, sementara 68 (29%) peserta mencoba untuk mengurangi jumlah rokok yang dihisap. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari penelitian ini. Faktor tersebut, seperti jumlah total kunjungan klinik, penggunaan obat resep seperti Chantix (varenicline) untuk mengobati kecanduan merokok, jenis kelamin, dan kemampuan untuk membayar. Karena faktor penggunaan Chantix lebih besar dua kali lipat dari peluang keberhasilan, wanita memiliki kemungkinan kira-kira 50% lebih kecil untuk berhenti merokok daripada pria.

Reaksi Nikotin pada Otak Wanita dan Pria

Merokok tembakau adalah penyebab nomor satu kematian di seluruh dunia, dan menyumbang 480.000 kematian setiap tahun di Amerika Serikat saja. Sekitar 12% dari semua wanita Amerika berusia 18 tahun ke atas sudah memiliki kebiasaan merokok, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Untungnya, program untuk berhenti merokok telah menunjukkan berbagai tingkat keberhasilan.

Ilustrasi: perubahan kondisi otak karena nikotin (sumber: frontiersin.org)

Ilustrasi: perubahan kondisi otak karena nikotin (sumber: frontiersin.org)

“Meskipun beberapa penelitian belum melihat perbedaan antara pria dan wanita ketika berhenti merokok, penelitian lain menunjukkan bahwa otak wanita bereaksi berbeda terhadap nikotin, kata Patricia Folan, direktur di Pusat Pengendalian Tembakau di Northwell Health, di Great Neck, NY. “Karena perbedaan ini, wanita mungkin sulit menghentikan kebiasaan merokok ketika menggunakan produk pengganti nikotin, meskipun mereka mungkin berhasil jika mereka mengambil Chantix atau Wellbutrin (bupropion).”

Folan menambahkan bahwa beberapa wanita memiliki rasa takut akan kenaikan berat badan setelah berhenti merokok. Itu sebabnya, penting untuk memberi nasihat pada wanita bahwa setelah berhenti merokok, makanan mungkin terasa lebih lezat dan memiliki aroma lebih menggoda. Untuk mengatasinya, juga diperlukan kegiatan lain seperti olahraga agar berat badan tetap terjaga.

“Mengonsumsi makanan sehat, terutama buah-buahan dan sayuran, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air akan membantu menghindari kenaikan berat badan,” katanya. “Juga, wanita kemungkinan besar akan memiliki lebih banyak energi dan stamina untuk berolahraga ketika mereka berhenti merokok. Ini lah yang dapat membantu mengimbangi potensi penambahan berat badan serta membantu menghilangkan stres.”

Folan menambahkan, wanita juga cenderung menggunakan rokok untuk mengatasi stres dan depresi dalam hidup mereka. Jadi, menggabungkan pengobatan dengan perubahan perilaku dapat membantu wanita berhenti merokok. Mereka juga perlu beristirahat sejenak dan melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk menghindari rokok.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: