Sempat Dinilai Melebihi Gaji Karyawan, Beginilah Gambaran Prospek Penghasilan Sopir Go Car

Go Car - (Sumber: go-jek.com) Go Car - (Sumber: go-jek.com)

Profesi sopir mungkin dulu hanya terbatas pada angkutan umum, seperti bus, angkot, taksi, rental mobil, dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangan zaman, kini dunia dapat dikatakan telah banyak menggunakan peralatan dengan bantuan digital.

Tidak ketinggalan dengan profesi sopir. Beberapa waktu belakangan, profesi tersebut banyak dilakoni oleh beberapa orang untuk menjadi sopir kendaraan yang dapat dipesan melalui online, seperti Go Car.

Go Car merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh perusahaan penyedia jasa transportasi untuk zaman sekarang. Anda dapat menggunakan jasa ini melalui Go-Jek.

Aplikasi tersebut merupakan aplikasi perangkat lunak yang berfungsi sebagai sarana untuk menemukan layanan dengan menggunakan mobil yang disediakan pihak ketiga. Aplikasi ini menawarkan tentang layanan yang ditawarkan oleh Penyedia Layanan.

Dengan mengendarai Go-Car, Anda dapat memilih untuk bepergian sendirian atau beramai-ramai, mungkin bersama teman, sahabat, rekan kerja, atau . Mengapa Go-Car? Hal ini dikarenakan tampilan baru Go-Car diklaim memiliki kecepatan akses yang memudahkan pesanan Anda. Caranya, cukup dengan menentukan alamat penjemputan dan tujuan, kemudian tentukan jenis kendaraan, dan mobil Go-Car siap menjemput Anda.

Cara memesan Go-Car, dapat melalui aplikasi GO-JEK. Pilih GO-CAR di aplikasi GO-JEK, Anda akan dijadikan penjemputan secara otomatis. Anda dapat mengubah penjemputan dengan menggerakkan pin . Anda juga dapat mengubah detail penjemputan dengan menekan simbol notes di kanan atas.

Setelah itu, pilih metode pembayaran dengan cash atau GO-PAY, kemudian tekan ORDER untuk mencari driver. Saat Anda menemukan driver, Anda dapat melihat lokasi, dan menghubunginya melalui SMS atau telepon. Setelah perjalanan selesai, Anda disarankan memberikan rating bagi driver sebagai pertanda tingkat kepuasan terhadap pelayanannya.

Sempat terdengar kabar, bahwa penghasilan sopir Go-Car memiliki prospek yang bagus. Bahkan, kabarnya jumlah nominal yang diterima melebihi gaji karyawan. Menurut salah satu driver Go-Car, hal tersebut belum tentu benar. Dalam sehari, sopir tersebut dapat menerima sekitar Rp 400 ribu. Tetapi, pendapatan itu masih harus dipotong untuk bensin dan sebesar Rp 150 ribu.

Pengemudi Go Car - (Sumber: play.google.com)

Pengemudi Go Car – (Sumber: play.google.com)

Sopir tersebut mengatakan bahwa ia memakai mobil sendiri dengan sistem pembelian kredit. Untuk menutupi angsuran per bulan sebesar Rp 4 juta, setidaknya ia menyisihkan sekitar Rp 200 ribu dari mencari penumpang, sampai selama 12 jam. Jumlah pendapatan (Rp 400 ribu) tidak menentu per harinya. Tetapi, dengan mengambil libur sehari, setidaknya penghasilan kotor yang dibawanya pulang sekitar Rp 350-450 ribu.

Berdasarkan cerita dari driver lain (sopir kedua), ia mengatakan dirinya dapat memperoleh penghasilan Rp 500-600 ribu, jika bekerja selama 16 jam. Pendapatan per hari tersebut harus dipotong bensin dan uang makan sehari, sekitar Rp 200 ribu. Sisanya sekitar Rp 350 ribu per harinya.

Sopir yang kedua mengatakan bahwa dirinya menyisihkan uang sebesar Rp 1,2 juta untuk biaya sewa mobil. Ia mengatakan hal tersebut diambil (menyewa mobil) untuk menghindari kewajiban dalam mencicil mobil apabila dibeli secara kredit. Uang sewa tersebut sudah termasuk mobil. Keuntungan lainnya adalah ia tidak terbebani dengan biaya pajak tahunan, termasuk asuransi mobil.

Driver lain mengatakan bahwa dirinya dapat menerima pendapatan bersih sekitar Rp 6 juta. Tetapi, jumlah itu masih harus dikurangi cicilan sebesar Rp 4,2 juta. Jika dihitung-hitung, penghasilan bersih per hari yang bisa ia bawa pulang sekitar Rp 200 ribu.

Lantas, bagaimana penghasilan sopir online mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, menutupi cicilan, dan pengeluaran lainnya? Berikut ilustrasinya.

Seseorang yang ingin menjadi sopir online, membeli mobil secara kredit. Misalnya, setiap bulan ia harus membayar cicilan sebesar Rp 4,2 juta. Paling tidak, ia harus menyisihkan pendapatan sebesar Rp 150 ribu per hari, tanpa libur. Pendapatannya harus dibagi juga dengan biaya perawatan sebesar Rp 1 juta, termasuk asuransi mobil sekitar Rp 5 juta/bulan.

Selain harus menyisihkan Rp 150 ribu per hari, ia juga harus menyimpan Rp 10 ribu per hari untuk biaya perawatan mobil dan Rp 14 ribu per hari untuk membayar asuransi. Jadi, paling tidak uang untuk biaya cicilan mobil, perawatan berkala dan asuransi, sopir harus menyisihkan Rp 174 ribu per hari.

Biaya di atas akan ditambahkan juga dengan biaya bensin per hari. Rata-rata biaya bensin per hari sekitar Rp 150-200 ribu. Jika dikalkulasi seluruhnya, sopir harus mendapatkan Rp 324 ribu per hari untuk menutupi biaya-biaya tersebut. Baru sisanya, para sopir dapat mencari uang tambahan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Sementara, untuk mendapatkan pendapatan kotor per hari sekitar Rp 500 ribu, setidaknya para sopir harus bekerja selama 12 jam.

Lalu, bagaimana dengan sopir online yang menyewa mobil (rental)? Dimisalkan, rata-rata biaya sewa sekitar Rp 180 ribu per hari. Biaya ini belum termasuk bensin. Hal ini dapat diilustrasikan lagi seperti ini, penghasilan per hari Rp 500 ribu, dipotong biaya sewa Rp 180 ribu (termasuk bensin), sisanya Rp 320 ribu, masih harus dipotong uang makan sekitar Rp 200 ribu. Sisa Rp 120 ribu dapat dibawa pulang sebagai penghasilan bersih per hari.

Untuk mendapatkan order dan penghasilan lebih banyak, Go-Car memberlakukan beberapa kebijakan, antara lain tombol aktif/inaktif. Tombol ini dapat ditekan menjadi aktif hanya saat Anda siap menerima order.

Ada lagi Sistem Assignment. Dengan sistem ini, setiap order dikirim oleh server kepada 1 driver terdekat dan ditampilkan dalam aplikasi selama 10 detik. Ini berarti ketika Anda melihat order, Anda memiliki peluang 100% untuk memenangkan order tersebut jika Anda menekan tombol ‘Ambil’ berwarna hijau.

Perusahaan Go Jek Sebagai Penyedia Layanan Go Car - (Sumber: tribunnews.com)

Perusahaan Go Jek Sebagai Penyedia Layanan Go Car – (Sumber: tribunnews.com)

Kebijakan lain yaitu Daily Completion Rate Policy (tingkat penyelesaian). Hal ini dihitung berdasarkan jumlah orderan yang diselesaikan dibagi dengan jumlah orderan yang masuk ke aplikasi Go-Car Driver.

Completion Rate (tingkat penyelesaian) akan ditampilkan di halaman Performa baru dalam aplikasi GOBIS Anda, sehingga Anda dapat memantaunya sepanjang hari dengan mudah. Jika nilai Anda jatuh di bawah 60%, akan muncul peringatan bahwa Anda tidak memenuhi persyaratan untuk bonus.

Selain itu ada dua kebijakan tersisa, yaitu kebijakan menerima order (kebijakan yang mengatur driver supaya tidak memilih-milih order yang datang), dan cancellation policy/kebijakan pembatalan. Anda diperbolehkan untuk membatalkan 2 order per jam. Apabila Anda melampaui 2 pembatalan per jam, Anda akan menerima hukuman selama 30 menit. Selama 30 menit ini Anda tidak dapat menerima order.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: