Sekaleng Soda Bisa Atasi Batu Lambung, Ini Penjelasannya

Minuman bersoda (unsplash: Qasim Malick)Minuman bersoda (unsplash: Qasim Malick)

Ada banyak macam penyakit organ yang perlu diwaspadai, seperti batu empedu dan batu lambung. Batu empedu merupakan penyakit yang dapat menyebabkan ikterus obstruktif atau perubahan warna kulit, ditandai adanya gumpalan keras seperti batu di saluran empedu.[1] Sementara itu, batu lambung adalah penyakit dengan gumpalan menyerupai batu di dalam lambung. Nah, khusus untuk batu lambung, kabarnya Anda bisa meneguk sekaleng soda untuk mengatasinya.

Penyebab Batu Lambung

Berdasarkan laporan dari South China Morning Post, dokter di China menemukan strategi unik untuk memecahkan batu lambung berukuran besar pada seorang anak perempuan dengan cara minum sekaleng soda. Ini cukup kontroversi, mengingat tidak sedikit penyakit yang bisa disebabkan sekaleng soda.

Dikabarkan seorang anak perempuan berusia empat tahun mengalami sakit perut yang tak tertahankan dan segera dilarikan ke rumah sakit di Shanghai. Dokter baru menemukan seukuran telur angsa bersarang dalam perut gadis mungil tersebut setelah dirawat di rumah sakit pada 15 Februari 2022. Keluhannya tidak hanya sakit perut, tetapi juga muntah darah.

Penyebab adanya batu lambung atau dalam istilah medis disebut gastric stone dalam perut anak tersebut adalah enam buah kesemek kering yang dimakannya saat perut kosong. Batu lambung menyebabkan erosi di dalam perut, sehingga terjadi pendarahan.

Baca juga:  Cuka Sari Apel, Obat Alami Ampuh Hilangkan Kutil

Dengan panjang lebih dari 4 cm, batu lambung terlalu besar dan sulit untuk dikeluarkan, apalagi menggunakan peralatan khusus seperti pisau dengan jaring khusus. Pihak medis khawatir jika operasinya akan memperburuk rasa sakit anak, sehingga harus dihentikan dan dilakukan cara lain yang lebih nyaman untuk pasien.

Yang menyimpulkan bahwa anak perempuan ini menderita batu lambung akibat kesemek adalah Profesor Huang, seorang direktur departemen gastroenterologi di sebuah rumah sakit di Shanghai. Benda asing yang menyerupai batu tersebut disebabkan kesemek yang mengandung asam tanat.

Menurut Huang, ketika asam tanat, senyawa kimia dalam kesemek bersentuhan dengan asam lambung, maka senyawa itu akan mengubah protein dalam buah menjadi gumpalan keras seperti batu. Jika dibiarkan, itu akan semakin bertambah besar dan membuat pasien merasa tidak nyaman.

Cara Mengatasi Batu Lambung dengan Soda

Ilustrasi: konsumsi minuman bersoda (sumber: nypost)

Ilustrasi: konsumsi minuman bersoda (sumber: nypost)

Berdasarkan pengalaman klinis, Huang dan rekan-rekannya merekomendasikan agar gadis itu minum sekaleng minuman bersoda setiap hari. Dari sekian jenis minuman soda, Huang lebih merekomendasikan cola, karena kandungan soda yang lebih tinggi dibandingkan minuman bersoda jenis lainnya.

Baca juga:  Bisa Dimakan Langsung atau Dibuat Jus, Ini Manfaat Terong Belanda untuk Ibu Hamil

Gadis kecil tersebut melakukan terapi dengan minum sekaleng soda setiap hari untuk melunakkan sekaligus melarutkan sebagian batu lambung. Tim medis melakukan pemeriksaan setiap waktu untuk mengetahui kondisi perut dan ukuran batu di dalam lambung. Pemeriksaan gastroscopic juga dilakukan untuk mengetahui apakah batu lambung sudah bisa dikeluarkan atau belum.

Perawatan sederhana ini berhasil dan beberapa hari kemudian, batu pada lambung anak tersebut menyusut, melunak, dan sebagian hancur. Tim gastroskopi rumah sakit kemudian memotong batu dalam lambung gadis kecil tersebut menjadi dua bagian supaya mudah dikeluarkan. Menggunakan alat khusus seperti pipa dengan jaring logam, akhirnya batu dapat dikeluarkan dan operasi pengangkatan batu lambung berhasil.

Pengobatan seperti ini tentu tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Huang mengatakan, pengobatan soda seperti ini hanya bisa dipakai berdasarkan kasus tertentu dan harus berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan terapi. Tidak semua orang cocok dengan metode pengobatan seperti ini, apalagi pada anak-anak. Beberapa anak diketahui memiliki perut yang sensitif dan tidak bisa menerima soda, jika itu dilakukan pada pasien yang tidak tepat, maka bisa memperburuk gejalanya.

Baca juga:  Review Kelly Pearl Cream Whitening, Krim Wajah Legendaris yang Murah Meriah

Selain itu, dilansir dari Kompas, minuman bersoda sangat tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki penyakit lambung, khususnya gastroesophageal reflux disease (GERD). Minuman bersoda atau berkarbonasi dianggap sebagai musuh terbesar bagi sistem pencernaan, khususnya lambung. Pasalnya, minuman bersoda mengandung gas karbondioksida yang berpotensi menambah gas di lambung dan memicu gejala GERD.

Menurut dokter pakar gastroenterologi, Ari Fahrial Syam, minuman bersoda memang cukup berbahaya bagi penderita GERD, namun tidak akan memberikan efek buruk bagi lambung orang yang tidak menderita GERD. Inilah alasan Anda harus memperhatikan kesehatan sebelum mengonsumsi makanan atau minuman.

ÔÇťAsalkan tidak diminum berlebihan oleh orang-orang normal (tanpa GERD) tidak akan menimbulkan masalah bagi lambung,” tandasnya dalam sebuah talk show bertajuk “Kupas Fakta Tentang Karbonasi dalam Minuman” di Jakarta.

[1] Yusmaidi, Rakhmi Rafie, Annisa Permatasari. 2020. Karakteristik Pasien Ikterus Obstruktif Et Causa Batu Saluran empedu. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Universitas Malahayati, Vol. 11(1): 328-333.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: