Sakit kepala berulang pada Anak-Anak dan Remaja

Ilustrasi: anak mengalami sakit kepala (sumber: medibank.com.au)

Sakit kepala merupakan salah satu jenis penyakit umum yang sering diderita oleh siapapun termasuk remaja, tak jarang pula anak-anak mengalaminya.  Perlu Anda ketahui, sakit kepala juga bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Ada beragam jenis sakit kepala pada umumnya yang tidak berbahaya. Sakit kepala karena flu memang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan, namun pada permasalahan kali ini, jika sakit kepala terasa nyeri dan berulang kali maka harus diwaspadai. Apalagi jika ini terjadi pada remaja dan anak-anak.

Jenis sakit Kepala

Sakit kepala sangat umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada saat mereka mencapai usia 18 tahun, pada dasarnya semua anak pernah atau akan mengalami sakit kepala setidaknya satu kali dalam hidupnya. Kebanyakan anak jarang mendapatkan kasus sakit kepala berulang kali dalam sehari, biasanya yang mengalami kasus seperti ini memiliki riwayat penyakit tertentu. Tetapi beberapa anak mengalami sakit kepala berulang tanpa adanya riwayat penyakit yang jelas. Sekitar 5% anak TK mengalami masalah ini, dan persentasenya naik seiring dengan bertambahnya usia anak. Pada saat mereka mencapai akhir sekolah menengah atas, jumlah itu mencapai lebih dari 25%.

Sakit kepala berulang  juga sering terjadi dalam keluarga, dalam hal ini juga bisa disebabkan oleh genetik yang menurun pada anak atau penularan penyakit. Ada dua jenis sakit kepala pada anak dan remaja: primer dan sekunder. Sakit kepala primer berasal dari sistem syaraf itu sendiri, sementara sakit kepala sekunder disebabkan oleh sesuatu yang mempengaruhi sistem syaraf, seperti penyakit.

Baca juga:  Beda Gender, Beda Penanganan Kecanduan Narkoba

Salah satu jenis sakit kepala primer pada anak dan remaja saat ini, yaitu migrain. Sebagai pengetahuan, migrain sendiri tidak hanya dialami oleh orang dewasa, walaupun kebanyakan orang dewasa memang lebih berisiko terhadap penyakit tersebut. Migrain dan sakit kepala karena kondisi syaraf yang tegang, dan ini adalah sakit kepala primer yang paling umum pada anak-anak maupun remaja saat ini.

Migrain menyebabkan rasa sakit yang bisa ditunjukkan seorang anak, biasanya di bagian kedua sisi kepala yaitu bagian kanan dan kiri. Rasa sakit pada migrain ditandai dengan rasa berdenyut serta bertambah buruk seiring dengan aktivitas yang mereka lakukan ketika terkena migrain. Faktor lain yang menyebabkan migrain pada remaja dan anak semakin buruk, yaitu cahaya dan kebisingan, dan anak-anak terkadang juga mengalami mual atau muntah.

Diketahui pula dalam sebuah penelitian, sekitar 10% anak-anak dan remaja yang mengalami migrain juga memiliki perubahan pada penglihatannya. Hal ini merupakan sebuah pertanda, sebelum sakit kepala mereka melihat adanya pola dan bayangan pada pandangan mereka, seperti bintik-bintik buta atau cahaya yang berkilau. Beberapa anak dan remaja juga tak jarang mengalami kesemutan dan kondisi lemah saat akan mengalami migrain.

Baca juga:  Alasan Mengapa Mandi Cuka Sari Apel Sangat Bagus Untuk Kulit Anda

Sakit kepala karena syaraf yang tegang cenderung mudah untuk disembuhkan tetapi tidak mudah untuk didiagnosa.Sakit kepala seperti ini tidak berdenyut seperti migrain atau menjadi lebih buruk dengan aktivitas. Seperti halnya migrain, cahaya dan kebisingan dapat memperburuknya. Namun, mereka tidak menyebabkan mual atau muntah, dan tidak ada perubahan penglihatan.

Ilustrasi: anak mengalami sakit kepala (sumber: realsimple.com)

Ilustrasi: anak mengalami sakit kepala (sumber: realsimple.com)

Apa yang harus Anda lakukan tentang sakit kepala berulang?

Penyebab paling umum dari sakit kepala sekunder adalah penyakit, seperti pilek atau flu. Penyebab umum lainnya termasuk benjolan di kepala (dari ketukan kecil hingga gegar otak) dan efek samping obat-obatan. Anak-anak dan remaja juga dapat mengalami sakit kepala karena terlalu sering menggunakan obat penghilang rasa sakit lebih dari tiga kali seminggu yang tidak disadari banyak orang tua. Ada penyebab yang lebih serius dari sakit kepala sekunder, seperti tekanan darah tinggi, tumor, atau peningkatan tekanan atau pendarahan di otak, tetapi itu sangat jarang.

Jika anak Anda mengalami sakit kepala berulang, hubungi dokter Anda. Meskipun kemungkinan tidak ada yang serius, dokter Anda harus mengetahuinya. Buat catatan harian tentang sakit kepala seperti, gejala apa saja yang terjadi pada saat yang sama, obat-obatan yang Anda berikan, dan apa yang terjadi pada hari itu. Ini akan membantu Anda dan dokter mengetahui apa yang harus dilakukan.

Baca juga:  Bagaimana Cara Membuat Jelly Lidah Buaya Sendiri di Rumah?

Acetaminophen dan ibuprofen dapat membantu saat ini, tetapi jangan terlalu sering atau terburu-buru memberi obat kecuali anak Anda sudah tidak nyaman dengan kondisi penyakitnya. Tidak hanya dapat memberikan penghilang rasa sakit, terlalu sering membuat keadaan menjadi lebih buruk. Ketika akan memberikan obat, Anda juga perlu mempertimbangkan apakah obat tersebut memang sangat diperlukan oleh anak Anda atau tidak. Selain memberinya obat, untuk mengatasinya Anda juga bisa membiarkan anak Anda beristirahat sejenak dan meletakkan kain dingin di atas mata mereka. Jangan lupa untuk selalu membuat mereka dalam kondisi tidak dehidrasi dan banyak minum air putih. Anda juga harus mengkondisikan agar Anak Anda makan secara teratur.

Untuk membantu mencegah sakit kepala berulang, pastikan anak Anda cukup tidur dalam waktu 8 hingga 10 jam setiap malam. Anda juga perlu memastikan agar anak Anda dapat berolahraga setiap hari dengan makan makanan yang bernutrisi dan secara teratur. Stres juga dapat menyebabkan sakit kepala, jadi berhati-hatilah dengan tingkat stres anak Anda. Biarkan jalur komunikasi tetap terbuka, dan pastikan anak Anda memiliki waktu untuk bersantai dan melakukan apa pun yang membuat mereka bahagia. Untuk mengetahui kapan sakit kepala pada anak-anak dapat menjadi pertanda adanya masalah, periksa 8 hal yang harus diperhatikan ketika anak Anda sakit kepala.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: