Sabun Antibakteri Disebut Berbahaya, Perlu Beralih Pada Probiotik?

Kandungan, triclosan, bahaya, sabun, kebersihan, badan, tangan, pencuci, produk, probiotik, antimikroba, antibakteri, penelitian, FDA, aman, skincare, kesehatan, gangguan, kulit, manfaat, infeksi,Sabun pembersih badan antibakteri

Anda mungkin telah mengetahui bahwa pembersih kulit antimikroba telah hilang dari pasaran. Pasalnya, pada bulan September 2016, FDA memutuskan bahwa sabun antiseptik yang dijual bebas dan produk pencuci yang mengandung triclosan, triclocarban, atau 17 agen anti-mikroba lainnya tidak dapat dipasarkan lagi. Hal ini dikarenakan produsen tidak menunjukkan bahwa bahan-bahannya aman dan efektif dalam mencegah penyebaran infeksi.

Selain itu, penggunaan anti mikroba secara luas diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan bakteri resisten antibiotik, seperti methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), yang dapat menyebabkan infeksi yang sulit diobati dan bahkan mengancam jiwa. Sabun antibakteri tersebut juga dinilai tidak lebih baik dari menggunakan sabun biasa dan air dalam mencegah penyakit dan penyebaran infeksi.

Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa triclosan dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin. Namun sampai sekarang, triclosan terus ditemukan dalam produk seperti sabun cuci tangan, obat kumur, deodoran, pakaian, mainan, karpet dan kantong sampah.

Saat berbelanja produk kebersihan, seperti sabun mandi atau sabun pencuci tangan, mungkin Anda akan tergoda untuk memilih produk yang menjanjikan anti-bakteri. Sejumlah produk tersebut umumnya akan mencantumkan triclosan sebagai kandungan anti bakteri yang diklaim bisa secara ampuh melawan kuman dan bakteri penyebab penyakit. Namun, Anda harus berhati-hati, karena ternyata menurut hasil penelitian menunjukkan, kandungan triclosan dalam berbagai produk anti bakteri berisiko terhadap kesehatan Anda.

Pada dasarnya, pengertian dari triclosan adalah bahan kimia aktif yang biasanya ditemukan pada produk perawatan dan kebersihan diri. Mulanya, bahan ini digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama. Namun, saat ini kandungan triclosan juga terdapat dalam sabun atau produk pencuci tangan. Saat ini, sedang dilakukan penelitian lebih jauh untuk memastikan bahaya triclosan bagi manusia.

Beberapa negara di Eropa bahkan telah melarang penggunaan triclosan dalam sabun, pencuci tangan, atau hand sanitizer yang dijual secara bebas di pasaran. Amerika Serikat juga baru-baru ini mengeluarkan larangan penggunaan kandungan triclosan dalam berbagai produk. Di Indonesia sendiri belum ada aturan yang jelas tentang pemanfaatan zat aktif ini sehingga Anda masih bisa menemukan berbagai produk dengan kandungan triclosan.

Kandungan, triclosan, bahaya, sabun, kebersihan, badan, tangan, pencuci, produk, probiotik, antimikroba, antibakteri, penelitian, FDA, aman, skincare, kesehatan, gangguan, kulit, manfaat, infeksi,

Membersihkan tubuh dengan mandi

Jika terkena kandungan triclosan dalam jangka panjang dikhawatirkan akan menimbulkan risiko tertentu yang berbahaya bagi manusia. Pasalnya, meskipun digunakan pada permukaan kulit, triclosan ternyata mampu diserap oleh tubuh. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa kandungan triclosan bisa ditemukan dalam air seni (urine) 75% orang yang diteliti. Kandungan triclosan dalam tubuh berisiko menyebabkan gangguan-gangguan seperti, kulit kering dan sensitif, gangguan hormon, serta mengganggu fungsi otot.

Jika Anda ingin menghindari risiko-risiko kesehatan tersebut, sebaiknya cari produk yang bebas kandungan triclosan. Karena sebenarnya, Anda tidak membutuhkan produk yang mengandung triclosan. Pasalnya, sabun biasa saja sudah cukup untuk melindungi dari berbagai kotoran, kuman, dan bakteri. Sebaiknya pilih produk yang kandungan zat kimianya paling sedikit. Untuk hand sanitizer, Anda bisa membeli yang kandungan alkoholnya kira-kira 60%.

Saat ini, beberapa produk kebersihan, krim, dan lotion baru justru sengaja diproduksi untuk tujuan yang sebaliknya. Alih-alih bertujuan membasmi mikroba dari kulit kita, produk yang dikenal dengan sebutan probiotik ini justru dirancang untuk membantu pertumbuhan bakteri baik.

Dr. Suzanne Olbricht, kepala dermatologi di Beth Israel Deaconess Medical Center yang berafiliasi dengan Harvard, mengatakan, secara teori produk kebersihan kulit dengan probiotik tergolong masuk akal.

Mengapa probiotik memiliki potensi?

Baca juga:  Pentingnya Melakukan Pap Smear Sejak Dini untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Sama seperti dokter yang menggunakan bakteri feses dari orang sehat untuk mengobati gangguan usus, mungkin ahli kulit juga menggunakan bakteri kulit dari orang-orang dengan kulit yang sehat untuk mengobati kondisi kulit kronis. Dalam kasus seperti itu, strain bakteri baik akan berkembang biak lebih cepat dan meninggalkan ruang yang lebih sedikit untuk strain penyebab penyakit. Ada beberapa penelitian kecil yang menunjukkan bahwa probiotik mungkin berguna dalam merawat kulit kering dan sensitif serta jerawat.

Probiotik dikenal sebagai jenis bakteri yang memiliki manfaat baik bagi tubuh karena kaya antioksidan dan antiinflamasi yang mampu meregulasikan imun pada tubuh. Kandungan probiotik pun telah banyak dimanfaatkan untuk sejumlah produk skincare. Padahal, biasanya ia terkandung dalam produk makanan, khususnya susu dan yoghurt.

Kandungan, triclosan, bahaya, sabun, kebersihan, badan, tangan, pencuci, produk, probiotik, antimikroba, antibakteri, penelitian, FDA, aman, skincare, kesehatan, gangguan, kulit, manfaat, infeksi,

Sabun cuci tangan antibakteri

Skincare yang mengandung probiotik ini diklaim dapat menghasilkan peptide antimikroba yang merupakan antibiotik alami. Antibiotik ini bermanfaat untuk memerangi bakteri jahat di kulit, salah satunya untuk mengatasi jerawat. Selain itu, kandungan probiotik bersifat sebagai zat antiinflamasi yang baik untuk mengatasi peradangan serta berbagai permasalahan kulit, seperti eksim dan rosacea. Ia juga dapat mengurangi kondisi kering pada kulit serta memiliki efek anti penuaan dini.

Dalam hal ini, probiotik bertindak seperti perisai pelindung yang ada di permukaan kulit. Tak hanya mampu mengurangi tanda-tanda penuaan dini di kulit, kandungan probiotik ternyata dapat mengurangi berbagai masalah hiperpigmentasi yang disebabkan faktor perusak eksternal.

Sejumlah brand kecantikan memasukkan kandungan probiotik dalam produk kecantikan. Salah satunya La Roche-Posay dalam sabun cuci wajah Toleriane Hydrating Gentle Cleanser. Kandungan probiotik terkandung dalam moisturizer dari Biossance yang membuat kulit tetap terhidrasi dan melindung kulit dari inflamasi.

Ada juga sheet mask (masker tisu) dari Elizabeth Arden. Masker wajah ini menjanjikan membuat kulit glowy , cerah dan memperkecil pori-pori wajah. Skin care yang mengandung probiotik dihadirkan pula oleh Lancome Advanced Genifique.

Haruskah Anda mencobanya?

Baca juga:  Tradisi Unik Tentang Kecantikan Yang Dilakukan di Jepang

Meskipun produk probiotik sudah tersedia di toko kecantikan online maupun offline, namun masih banyak pertanyaan yang tersisa. Apakah ada produk yang memiliki campuran bakteri yang tepat untuk mengobati kondisi tertentu? Apakah aman? Apakah ini efektif? Produsen perlu melakukan uji klinis untuk memberikan jawaban. Namun, tidak ada yang melakukannya sampai saat ini.

“Kami hanya di puncak pemahaman ini. Suatu hari, mungkin dalam lima atau 10 tahun. Kita bisa menerapkan beberapa bakteri baik untuk melindungi kulit kita,” kata Dr Olbricht. Untuk saat ini, bagi kebanyakan orang dengan kulit normal, sabun biasa masih menjadi pilihan terbaik.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: