Rhinoplasty, Tren Operasi Kosmetik Untuk Perbaiki Penampilan Hidung

Ilustrasi: mengubah bentuk hidungIlustrasi: mengubah bentuk hidung

Menurut American Society of Plastic Surgeons, hampir 220.000 rhinoplasty dilakukan setiap tahun, menjadikan ini prosedur bedah plastik wajah yang paling umum. Rhinoplasty secara bersamaan dapat membantu Anda meningkatkan pernapasan dan mencapai penampilan yang lebih seimbang. Lalu apa itu rhinoplasty dan adakah bahaya yang terselubung di baliknya?

Apa Itu Rhinoplasty?

Rhinoplasty atau kerap disebut nose job adalah operasi kosmetik untuk memperbaiki  penampilan hidung Anda. Operasi dilakukan pada tulang dan tulang rawan yang memberi  bentuk dan struktur pada hidung. Kadang rhinoplasty juga dilakukan untuk memperbaiki pernapasan melalui hidung Anda.

Dalam upayanya membuat bentuk hidung lebih sempurna, ahli bedah akan memasukkan jaringan bersifat fleksibel yang tak kasat mata ke dalam hidung. Namun, tidak semua rhinoplasty berprosedur serupa. Ada juga operasi hidung yang membuang sebagian tulang hidung atau menambahkan jaringan tubuh lain ke dalam hidung—tergantung pada hasil operasi yang diinginkan.

Seperti dikutip dari laman Harvard Health Publishing, dokter-dokter yang bertugas menangani rhinoplasty adalah para ahli yang telah mendapatkan training di bidang bedah plastik dan otolaryngology (spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan).

Setelah operasi hidung berhasil, perban di sekitar hidung dapat dilepas seminggu setelah operasi. Dan jangan terkejut apabila setelah operasi, Anda akan mendapati wajah, mata, dan hidung Anda membengkak serta terlihat memar. Hal ini merupakan efek samping dari rhinoplasty yang hilang dalam waktu sekitar 10 hingga 14 hari. Untuk mengatasi memar dan bengkak tersebut, Anda dapat mengompresnya dengan air hangat dan meminum obat penghilang rasa sakit.

Apakah Saya Perlu Menjalani Rhinoplasty?

Ilustrasi: bentuk hidung idaman

Ilustrasi: bentuk hidung idaman

Operasi untuk memperbaiki aliran udara  yang terhambat memerlukan evaluasi yang lebih pada struktur hidung. Hal ini disebabkan hidung berhubungan langsung dengan aliran udara dan pernapasan. Kebanyakan orang yang berhasil menjalani  rhinoplasty merasa lebih nyaman dengan penampilan mereka. Hidung Anda akan sesuai dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan, dan gejala penyumbatan hidung dapat berkurang.

Anda dapat menjadi kandidat yang cocok untuk rhinoplasty jika:

  • Pertumbuhan wajah Anda sudah lengkap
  • Anda berada dalam kondisi sehat
  • Anda tidak merokok
  • Anda  memiliki  pandangan yang  positif serta tujuan  yang realistis terhadap peningkatan penampilan Anda

Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Rhinoplasty

Jika Anda menginginkan hidung yang lebih simetris, perlu diingat bahwa wajah manusia pada umumnya tidak simetris dengan sempurna. Hasil operasi  mungkin tidak 100% simetris, namun dapat memberikan keseimbangan dan memperbaiki proporsi wajah.

Rhinoplasty adalah satu‐satunya cara untuk mengubah penampilan hidung Anda. Jika  Anda mengalami hidung tersumbat yang disebabkan tulang hidung atau tulang rawan dan tulang yang membagi lubang hidung (septum) Anda bengkok, Anda dapat menjalani septoplasty untuk memperbaiki  pernapasan Anda. Rhinoplasty dapat dilakukan bersamaan untuk mengubah penampilan hidung Anda.

Diskusikan dengan dokter Anda tentang  obat‐obatan yang sedang Anda konsumsi,alergi, atau kondisi kesehatan lainnya sebelum menjalani operasi. Sebelum operasi, atur jadwal pertemuan dengan ahli anestesi Anda. Penting untuk Anda ikuti instruksi dokter untuk berhenti makan atau minum sebelum operasi.

Anda akan diberi instruksi sebelum operasi, seperti apakah Anda diperbolehkan makan sebelum operasi. Pada umumnya, Anda  harus berpuasa 6 jam sebelum prosedur dimulai. Anda mungkin diperbolehkan untuk meminum cairan, seperti kopi, beberapa jam sebelum operasi.

Proses Rhinoplasty

Ilustrasi: operasi mengubah bentuk hidung

Ilustrasi: operasi mengubah bentuk hidung

Operasi biasanya dilakukan dengan bius total dan berlangsung selama sekitar 1 sampai 90 menit. Ahli bedah Anda  akan memperbaiki ujung hidung Anda dengan mengangkat sebagian tulang rawan. Jika Anda memiliki punuk (dorsum) pada hidung,  ahli bedah dapat mengangkat atau mengikisnya. Biasanya, dasar pada tulang di sisi hidung akan dipatahkan terlebih dulu agar hidung dapat dikecilkan dan diatur. Ahli bedah mungkin akan membangun ulang hidung Anda.

Yang Harus Anda Lakukan Setelah Menjalani Rhinoplasty

Jika Anda dipasangi perban pada hidung, biasanya akan dilepas pada keesokan paginya. Anda mungkin akan mengalami  mimisan selama 15 menit. Setelah itu, Anda diperbolehkan untuk pulang. Anda perlu beristirahat dan menjauhi kerumunan  selama 2 minggu. Hal ini untuk menghindari flu yang dapat mengakibatkan infeksi. Hindari berolahraga, mandi air hangat, maupun menunduk selama 2 minggu. Berolahraga dapat  membantu Anda kembali beraktivitas seperti biasa. Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Diperlukan waktu selama beberapa bulan sampai hasil akhir hidung Anda terlihat.

Dokter mungkin akan memasang sejenis logam bersama dengan perban yang melapisi hidung. Tujuannya untuk membantu mempertahankan bentuk hidung sampai benar-benar sembuh. Anda juga tidak dianjurkan untuk berada di keramaian yang berisiko membuat hidung tersenggol atau terhimpit.

Jika terjadi perdarahan, Anda harus beristirahat dengan posisi kepala terangkat sehingga mencegah pembengkakan dan darah yang mengalir terus ke bawah. Kondisi ini biasanya akan berlangsung sekitar satu minggu setelah operasi.
Selama tiga sampai enam minggu usai operasi, Anda akan diminta untuk menghindari aktivitas yang membahayakan kondisi hidung. Mulai dari mengunyah terlalu kuat, menyikat gigi terlalu kencang, hingga tertawa atau melakukan ekspresi wajah lainnya yang memerlukan banyak gerakan.

Pastikan juga untuk tidak menggunakan kacamata sementara waktu karena fungsi hidung belum sepenuhnya membaik. Sebaiknya bicarakan lebih lanjut dengan dokter guna mengetahui kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan untuk sementara waktu selama masa pemulihan.

Efek Samping dan Komplikasi

Ilustrasi: hasil operasi hidung

Ilustrasi: hasil operasi hidung

Komplikasi apa yang bisa terjadi? Risiko pada rhinoplasty dapat meliputi:

  • Risiko anestesi
  • Perdarahan (hematoma)
  • Infeksi
  • Penyembuhan luka yang tidak sempurna
  • Perubahan pada sensasi di kulit (mati rasa atau rasa sakit)
  • Perforasi pada septum hidung jarang terjadi. Operasi tambahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki septum namun sulit untuk memperbaiki komplikasi ini
  • Kesulitan bernapas
  • Penampilan hidung yang tidak sesuai keinginan
  • Diskolorasi kulit dan pembengkakan
  • Kemungkinan operasi revisi

Risiko‐risiko tersebut akan dibahas dengan persetujuan Anda. Penting untuk Anda menanyakan semua pertanyaan Anda kepada ahli bedah Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: