Dijamin Nambah Nasi! Yuk, Cobain Resep Sayur Lodeh Santan Blonceng/Labu Air

Sayur lodeh santan blonceng/labu air (youtube: Hesti Haya Hakim)Sayur lodeh santan blonceng/labu air (youtube: Hesti Haya Hakim)

Sayur lodeh merupakan kuliner khas Indonesia yang begitu nikmat disajikan dengan sepiring nasi hangat, lengkap dengan kerupuknya. Lodeh bisa diolah dari aneka bahan dan sayuran, mulai dari tempe, tahu, hingga blonceng atau labu air. Masing-masing keluarga tentunya memiliki resep sayur lodeh andalannya tersendiri. Nah, jika Anda ingin merasakan sensasi yang berbeda, tak ada salahnya untuk mencoba resep sayur lodeh santan dari blonceng/labu air.

Labu air dikenal oleh orang Jawa dengan sebutan ‘blonceng waluh’. Bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi radang saluran air seni. Labu air mengandung protein, lemak, karbohidrat, dan kalsium. 100 g labu air mengandung energi 17 kkal, protein 0,6 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 3,8 g, kalsium 12 mg, dan vitamin A 70 Sl.[1]

Labu air (Lagenaria leucantha) sering disebut dengan calabash atau bottle gourd. Tanaman ini merupakan tanaman merambat dan hidup untuk sekali panen. Buahnya yang lonjong seperti botol adalah bagian yang diambil untuk dikonsumsi. Buah ini berwarna hijau keputihan dengan panjang 10-100 cm. Daging buah berwarna putih dan berserat. Di dalam buah terdapat biji yang berbentuk lonjong dan berwarna putih atau krem agak cokelat.

Baca juga:  Resep Membuat Cemilan Sumpia Pisang yang Enak & Gurih

Terdapat dua jenis labu air, yaitu labu yang berbentuk lonjong dan berbentuk bulat. Oleh masyarakat Jawa, labu yang berbentuk bulat sering disebut dengan blonceng waluh. Labu air yang baik untuk dikonsumsi bentuknya utuh, putih mulus, serta masih muda dengan warna kulit lebih pucat atau agak keputihan.[2]

Tanaman labu air ini tergolong mudah ditanam dan wilayah tanamnya menyebar di berbagai belahan dunia, dari daerah beriklim tropis sampai subtropis. Dataran tinggi berhawa dingin maupun dataran rendah berhawa panas cocok ditanami labu.Sifatnya yang mendinginkan, membuat labu air baik sekali dikonsumsi bagi penderita demam tinggi. Penderita demam bisa langsung mengonsumsi rebusan buah labu atau meminum air perasan labu.[3]

Untuk merasakan sejumlah manfaat dari blonceng/labu air, Anda bisa mengolahnya dalam berbagai cara, termasuk diolah menjadi masakan sayur lodeh. Nah, jika penasaran, simak resep sayur lodeh santan blonceng/labu air berikut!

Sayur lodeh santan blonceng/labu air (youtube: Hesti Haya Hakim)

Sayur lodeh santan blonceng/labu air (youtube: Hesti Haya Hakim)

Resep Sayur Lodeh Santan Blonceng/Labu Air

Bahan Lodeh Santan Blonceng

  • 300 g labu air, kupas
  • 100 g tempe, potong persegi
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • Haluskan: 3 butir bawang merah, 1 siung bawah putih, 1 butir kemiri, 2 cm kunyit, 1 sdm ebi (rendam air panas sampai mengembang, tiriskan), 1 buah cabai merah besar (buang bijinya), 1 sdt garam, 1/2 sdt gula pasir
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk purut
  • 1 buah cabai merah besar, buang bijinya, potong-potong
  • 1 buah cabai hijau besar, buang bijinya, potong-potong
  • 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
Baca juga:  Resep Rawon Ayam Sederhana yang Bisa Anda Coba Masak Sendiri di Rumah

Cara Membuat Lodeh Santan Blonceng

  1. Potong-potong labu air dan tempe, sisihkan. Rendam ebi dengan air panas sampai empuk dan mengembang. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, lengkuas, daun salam, daun jeruk purut, cabai merah dan hijau. Beri santan, aduk sambil ditimba-timba sampai mendidih.
  3. Masukkan labu air dan tempe. Kecilkan apinya, lanjutkan memasak sambil sesekali diaduk sampai labu dan tempe matang dan bumbu meresap. Angkat.

Resep sayur lodeh santan blonceng/labu air di atas cukup untuk sekitar 4 porsi. Bagaimana? Cukup mudah kan membuatnya? Anda bisa dengan mudah menemukan bahan-bahan yang dibutuhkan, termasuk labu air di pasar-pasar tradisional terdekat. Harga labu air juga cukup murah, hanya mulai Rp4 ribuan saja per 1/4 kg (250 gram).

[1]Febry, AB &Zulfito M. 2008. Buku Pintar Menu Balita. Andri AF, editor. Jakarta: WahyuMedia, hlm 69.

Baca juga:  Cara Membuat Makanan Kucing Seperti Whiskas Varian Dry Food dan Wet Food

[2]Winarto, WP. 2004. Memanfaatkan Tanaman Sayur Untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Mulyono, editor. Jakarta: AgroMedia Pustaka, hlm 40.

[3]Marliana, E &Chairul S. 2011. Uji Fitokimia Dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kasar Etanol, Fraksi n-Heksana, Etil Asetat Dan Metanol Dari Buah Labu Air (Lagenarisiceraria (Molina) Standl). Jurnal Kimia Mulawarman. 8(2): 63-69.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: