Apa Pertimbangan untuk Rencana KB dengan Riwayat Lupus?

Ilustrasi: pilihan metode KB (sumber: npr.org)Ilustrasi: pilihan metode KB (sumber: npr.org)

Jika Anda memiliki riwayat autoimun seperti lupus dan mengikuti rencana KB (Keluarga Berencana), Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa pilihan yang aman dan efektif. Anda juga tidak sendirian, karena banyak juga wanita yang memiliki lupus. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan jika KB dengan riwayat lupus.

Apa Itu Lupus?

Penyakit lupus merupakan salah satu penyakit autoimun sistemik kronik yang ditandai terbentuknya berbagai macam antibodi kompleks imun dan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan.[1] Dilansir dari Harvard Health Publishing, diperkirakan 7% orang Amerika memiliki penyakit imun, termasuk Lupus, rheumatoid arthritis, dan multiple sclerosis.

Untuk alasan yang masih misterius, gangguan autoimun, termasuk lupus cenderung mempengaruhi wanita. Seringkali, mereka menyadarinya sebelum atau selama masa subur yang potensial, jadi ada kemungkinan Anda perlu mempertimbangkan pedoman KB jika berencana tidak ingin punya momongan.

Untungnya, pedoman yang didukung American College of Rheumatology dan American College of Obstetricians and Gynecologists dapat membantu Anda untuk mengetahui hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam program KB jika memiliki Riwayat lupus. Anda juga bisa meningkatkan keamanan dan keefektifan KB melalui pedoman tersebut.

Baca juga:  Sejumlah Penyebab Rambut dan Kulit Kepala Mendadak Sakit
Ilustrasi: penderita penyakit lupus (sumber: pikiran rakyat)

Ilustrasi: penderita penyakit lupus (sumber: pikiran rakyat)

Pertimbangan Rencana KB Lupus

Pilihan KB Lupus

Sekitar 90% pengidap lupus secara biologis adalah perempuan, dan penyakit ini cenderung dimulai antara usia 15 dan 35 tahun. Keluarga berencana sangat penting bagi orang-orang dengan gangguan autoimun karena beberapa obat dapat berinteraksi dengan pil KB, dan kehamilan yang tidak direncanakan dapat terjadi, sehingga berbahaya bagi ibu dan janin. Untungnya, mereka yang ingin menghindari kehamilan lagi, dapat memilih pengendalian kelahiran yang aman dan efektif.

Tingkat Keparahan Penyakit

Seberapa aktif atau parah penyakit Anda? Ketika lupus aktif, Anda mungkin sangat rentan terhadap pembekuan darah yang berpotensi berbahaya, seperti trombosis vena dalam dan emboli paru. Alat kontrasepsi yang mengandung estrogen (seperti banyak pil KB, ring, dan spiral) juga dapat membuat Anda lebih rentan terhadap pembekuan darah. Jadi, alat kontrasepsi (IUD) atau pil KB yang tidak mengandung estrogen mungkin merupakan pilihan yang lebih aman.

Kenali Antibodi dalam Darah

Apakah antibodi antifosfolipid ada dalam darah Anda? Antibodi ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami pembekuan darah yang berbahaya. Bahkan jika lupus tidak aktif, orang yang memiliki antibodi ini tidak boleh menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen.

Baca juga:  Beberapa Wanita Enggan Mengaku Alami Depresi Pasca Melahirkan, Mengapa?

Pengalaman KB Selama Lupus

Apa preferensi dan pengalaman Anda dengan berbagai bentuk KB? Beberapa orang lebih memilih pilihan yang paling efektif (seperti IUD atau implan KB). Yang lain ingin menghindari prosedur atau obat-obatan dan mungkin lebih memilih kondom atau diafragma.

Ilustrasi: macam-macam alat kontrasepsi untuk KB (sumber: obul.net)

Ilustrasi: macam-macam alat kontrasepsi untuk KB (sumber: obul.net)

Jika satu jenis alat kontrasepsi (seperti kondom) gagal mencegah kehamilan di masa lalu, Anda mungkin akan memilih sesuatu yang berbeda di masa mendatang. Berbagi preferensi dan pengalaman dengan tim perawatan kesehatan Anda dapat membantu Anda membuat pilihan yang Anda rasa nyaman untuk digunakan.

Kenali Obat Lupus

Obat apa yang Anda minum? Beberapa obat (seperti mikofenolat) dapat mengurangi efektivitas pil KB. Jika Anda menderita lupus, bicarakan dengan dokter Anda tentang pilihan KB Anda dan putuskan bersama tentang pilihan KB yang paling aman dan efektif. Ini juga merupakan ide yang baik untuk mendiskusikan pilihan KB darurat, seperti yang disebut morning after pill atau Plan B.

Baca juga:  Jangan ke Dokter Kandungan Kalau Belum Tahu Hal-Hal Ini!

Hindari Rokok

Jika Anda merokok, berusahalah untuk berhenti. Anda mungkin sudah tahu tentang risiko kesehatan yang biasa terkait dengan merokok, seperti peningkatan risiko kanker, serangan jantung, stroke, dan penyakit paru-paru. Tetapi kombinasi lupus dan merokok secara nyata meningkatkan risiko pembekuan darah yang tidak normal, bahkan meningkat lebih tinggi jika Anda menambahkan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen.

Selain itu, merokok dapat membuat pengobatan tertentu menjadi kurang efektif dan meningkatkan risiko terkena lupus yang lebih parah. Jika Anda merasa sulit untuk berhenti merokok sendiri, mintalah bantuan tim kesehatan Anda.

Kebanyakan wanita dengan lupus dapat mencegah kehamilan yang tidak direncanakan atau memulai program kehamilan. Meskipun detail tertentu bervariasi, situasinya serupa untuk orang dengan penyakit autoimun lainnya.

[1] Harsaya, Ichdinavia & Innawati Jusup. 2020. Systemic Lupus Erythematosus Berhubungan dengan Depresi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Universitas Diponegoro, Vol. 2(1): 9-12.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: