Karantina Bikin Remaja Moody, Apa yang Harus Dilakukan?

Ilustrasi: anak remaja belajar di rumahIlustrasi: anak remaja belajar di rumah

Ahli kesehatan telah memberitahu, untuk memutus rantai penularan COVID-19, Anda harus tinggal di rumah dan menjauhi keramaian. Ini adalah situasi yang cukup sulit bagi remaja, karena mereka memasuki tahap kehidupan untuk belajar bersosialisasi. Hal inilah yang membuat mereka menjadi moody. Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua?

Pandemi yang mengharuskan para remaja di rumah saja dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka bersama keluarga, mungkin tidak berdampak pada individu yang memiliki keluarga sehat atau harmonis. Sebaliknya, karantina bisa menjadi masalah besar bagi remaja yang memiliki masalah keluarga atau lebih suka menghabiskan waktu bersama teman.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, isolasi sosial dan kondisi terikat dengan rumah membuat sebagian remaja merasa sulit belajar bersosialisasi. Sebagian besar dari mereka juga mengalami stres berlebih. Ini juga diakibatkan oleh kebiasaan remaja yang sering curhat atau berbagai beban dengan temannya, sedangkan saat karantina mandiri, mereka tidak bisa melakukan hal tersebut.

Sebagai orang tua, sebaiknya Anda bersikap proaktif dan tidak membiarkan anak-anak, terutama yang berusia remaja awal hingga akhir, stres sendirian. Stres bisa memicu hal-hal negatif dan salah satunya adalah moody. Di tengah pandemi seperti ini, setidaknya Anda perlu membantu anak remaja Anda untuk memperkuat mentalnya supaya tidak moody.

Baca juga:  Menu Sehat Buka Puasa dan Sahur Bagi Ibu Menyusui

Selain akibat adanya isolasi sosial, anak remaja memang sering mengalami perubahan suasana hati dengan cepat. Mood swing yang berlangsung cepat bisa diakibatkan oleh hormon yang belum stabil saat menuju dewasa.[1] Namun, moody karena hormonal bisa menjadi semakin sering atau kronis jika anak remaja tidak memiliki mental yang kuat. Ini bisa memicu depresi dan berbagai gangguan mental lain.

Sebelum mengetahui cara untuk menghadapi remaja yang moody, Anda perlu mengetahui ciri-ciri remaja yang mengalami mood swing parah. Sebagian besar remaja mungkin akan menutupinya, karena itu Anda harus memperhatikan tingkah laku mereka secara lebih detail.

Ciri Remaja Moody

Ilustrasi: remaja murung & menyendiri

Ilustrasi: remaja murung & menyendiri

  • Murung dan sedih berlebihan.
  • Mengisolasi diri dan lebih suka menyendiri karena masalah sepele.
  • Kehilangan minat pada hobi atau aktivitas yang mereka sukai.
  • Lebih suka menghabiskan waktu untuk tidur atau begadang.
  • Tidak bisa berkonsentrasi dengan baik
  • Suka melakukan hal-hal yang bersifat negatif.
  • Cenderung ingin bunuh diri.
  • Sulit diajak bicara.
Baca juga:  Studi: Kadar PFAS Makanan Rumahan Lebih Rendah dari Produk Kemasan

Cara Menghadapi Remaja Moody

  • Jangan mengabaikan gejala mood swing pada remaja. Anda perlu membujuk anak Anda untuk melakukan pengobatan mental. Anda tidak harus pergi ke psikiater jika mood swing remaja tidak terlalu kronis. Mungkin Anda bisa mengajaknya untuk refreshing dengan bermain game online atau menonton film bersama di rumah.
  • Jika anak Anda sudah mulai memikirkan bunuh diri atau melakukan hal-hal yang melukai diri sendiri, Anda bisa mengajaknya ke psikiater. Ahli medis akan membantu permasalahan Anda dan anak Anda. Biasanya, mereka tidak hanya menyarankan terapi, tetapi juga meditasi dan obat anti depresi.
  • Pastikan anak remaja Anda tidak tinggal di kamar sepanjang hari. Dengan karantina dan sekolah jarak jauh, ini semua mungkin terjadi. Ajaklah anak Anda untuk makan bersama di meja makan supaya mereka bisa keluar dari kamar dan berinteraksi dengan keluarga. Cara ini akan membuat remaja merasa sedikit lega.
  • Buat anak remaja Anda sibuk dan aktif sepanjang hari. Anda bisa mengajaknya olahraga seharian saat libur. Olahraga memiliki manfaat untuk meningkatkan suasana hati dan mengurangi kecemasan dan depresi. Selain itu, olahraga juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga anak-anak bisa terhindar dari penyakit.
  • Bantu anak Anda untuk memanfaatkan sumber daya yang ditawarkan oleh sekolah atau komunitas yang mereka ikuti. Anda bisa menemani anak Anda saat melakukan daring atau sekadar membelikan mereka kuota internet. Hal ini disukai oleh remaja dan pastinya, mereka tidak akan kehilangan mood yang positif.
Baca juga:  Simpel, Ini Cara Mengobati Fungal Acne dengan Shampo Anti Ketombe

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika anak remaja Anda mengalami moody saat karantina mandiri. Selain itu, Anda bisa mengubah suasana hati mereka yang tadinya sedih atau murung menjadi lebih baik dengan cara membuatkan makanan yang mereka sukai atau mengajaknya kegiatan seperti bercocok tanam.

[1] Malentika, Nella, Itryah, Mutia Mawardah. 2017. Hubungan antara Interaksi Sosial dengan Suasana Hati pada Mahasiswa. Jurnal Ilmiah PSYCHE Universitas Bina Darma, Vol. 11(2): 97-106.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: