Rahasia Panjang Umur Oleh Para “Super Agers”

"Akankah Anda bisa menari di acara pesta pernikahan cucu Anda?"

Sebagian besar dari kita tidak akan cukup sehat untuk tetap aktif memasuki usia ke 90 an. Akan tetapi pada orang-orang tertentu, mereka bahkan tidak hanya mampu menari, akan tetapi juga masih dapat untuk memasak, mengemudi, dan beraktivitas lainnya ketika pada usia mereka yang seharusnya sudah menjadi lemah, kacau oleh faktor demensia atau bahkan keduanya. Peneliti telah meneliti beberapa manula yang memasuki atau lebih dari usia 90-an untuk mencari tahu beberapa rahasia umur panjangnya.

Para peneliti sedang mempelajari studi tentang “super agers atau usia super” pada orang yang berusia 90-an yang hidup tanpa keluhan berarti, baik secara mental maupun fisik maupun permasalahan ingatan. Penelitian ini berdasar pada kebiasaan sehat yang memungkinkan mereka untuk hidup lebih lama dengan kondisi yang baik.

Melalui harapan hidup yang meningkat, Amerika Serikat mengharapkan adanya peningkatan penduduk dengan hidup yang lebih lama hingga 3 kali lipat. Peneliti ingin mencari tahu bagaimana kita dapat meningkatkan rentang kesehatan, atau jumlah waktu yang lebih lama untuk hidup dengan sehat.

“Jumlah penduduk yang hidup hingga usia 90 keatas diharapkan mampu meningkat. Kami harap bisa mengetahui dengan cepat bagaimana cara kami membantu mereka untuk hidup dengan sehat,” jelas Oscar Lopez, direktur pusat peneliti gangguan Alzheimer, Universitas Pittsburgh.

Beberapa orang didapati mampu mewarisi genetik yang baik yang secara alami mampu bertahan hidup lebih lama. Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa faktor genetik hanya berpengaruh 20% hingga 30% dalam hal panjang umur. Hal ini berarti gaya hidup mampu mempengaruhi sebagian besar dalam hal penuaan, gaya hidup memberikan pengaruh hingga 80 persen.

Baca juga:  Rekomendasi Merek Serum Vitamin Untuk Kulit Kepala Kering dan Rambut Rontok

Jadi seperti apa kebiasaan yang sangat berpengaruh?

Meski tidak ada sebuah kepastian, namun hasil studi menawarkan beberapa petunjuk. Bukan hal yang aneh jika mengkonsumsi makanan yang sehat dan olahraga merupakan beberapa hal yang memberikan peran terhadap masalah kesehatan pada saat memasuki usia tua. Tapi hal tersebut bukanlah satu satunya peranan, dan mungkin masih terdapat hal yang lebih penting.

Bu Yuni, masih aktif mendaki gunung hingga usia 65 tahun.
[foto:instagram]

Pelajaran dari “Zona Biru atau Blue Zones”

Seorang penulis, Dan Buettner telah meneliti beberapa orang yang mampu hidup hingga usia ke 100 tahun sejak tahun 2000 lalu. Buettner bekerja di National Geographic untuk mengidentifikasi lima hal tentang “Zona Biru” yang telah berhasil meningkatkan persentase orang berumur panjang. Orang-orang yang berada pada zona ini juga diketahui bebas dari masalah penuaan, seperti tidak mengidap penyakit jantung, diabetes maupun kanker.

Dalam penelitian zona biru ini didapatkan beberapa hal yang mampu mempengaruhi kualitas hidup sehat seseorang pada usia 90 tahun keatas.

  • Diet nabati, seperti kacang-kacangan, biji-bijan dan sayuran.
  • Melakukan kebiasaan olahraga ringan, seperti jogging, menggembala dan berkebun.
  • Memiliki sense of purpose, adanya tujuan dalam hidup diyakini mampu menjadi pengaruh terhadap kualitas hidup seseorang.
  • Memiliki iman, atau suatu hal yang diyakini dalam hidup.
  • Rutin tidur siang atau relaksasi setiap hari.
  • Tidak makan secara berlebihan, dan tidak makan setelah matahari terbenam (malam)

Buettner memaparkan secara luas tentang pentingnya mengkonsumsi makanan sehat, melakukan olahraga atau latihan ringan, doa atau iman, dan sebuah tujuan dalam hidup. Beberapa temuannya ini berhasil dimuat dalam sebuah buku dan proyek Blue Zones. Hal ini dikarenakan banyaknya warga Amerika Serikat yang ingin mengadopsi hasil temuannya, seperti contohnya pada tahun 2009 lalu, hasil studi tersebut diadopsi oleh Kota Minnesota, yang kala itu bertujuan untuk menemukan berbagai cara agar membuat masyarakat hidup dengan sehat.

Baca juga:  Memiliki Manfaat Bagus Untuk Kesehatan, Begini Langkah Membuat Manisan Jambu Air

Sekitar 40 komunitas masyarakat di seluruh dunia telah mengadopsi prinsip-prinsip tersebut dan memperkenalkan kepada ruang publik, seperti di sekolah, toko, dan restoran, untuk mendorong masyarakat agar mengkonsumsi makanan sehat dan menjalin sebuah interaksi sosial.

“Kami ingin memberikan pilihan sehat, akan tetapi tidak terkesan memaksa, untuk membuat pilihan hidup sehat sebagai keputusan yang mudah yang mengarah pada umur panjang dan hubungan sosial,” kata Sam Skemp, seorang manajer proyek zona biru dengan organisasi berbasis Minneapolis.

Skemp mengatakan mereka dapat meningkatkan kualitas hidup sehat melalui mengurangi obesitas dan konsumsi rokok, dengan mengetahui berapa banyak orang mengkonsumsi makan dan berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk berolahraga.

Menjaga otak Anda tetap tajam.

Kebiasaan olahraga dan diet nabati dapat mencegah penyakit untuk membuat kita tetap sehat secara fisik. Apakah mereka juga mampu menjaga kesehatan mental kita? Satu-satunya penyebab terbesar penyakit Alzheimer adalah faktor penuaan, dan tingkat demensia meningkat tajam pada orang dengan usia 85 ke atas.

Jika membahas tentang perihal ingatan dan daya pikir, studi menunjukkan bahwa melakukan olahraga merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga pikiran tetap tajam. Lopez dan rekan-rekannya di Universitas Pittsburgh, pusat penelitian penyakit Alzheimer menemukan bahwa olahraga dapat membangun sel-sel baru pada otak.

Baca juga:  Kecanduan Gadget pada Anak Berdampak Negatif Terhadap Kesehatan Mental

Peneliti Alzheimer, Claudia Kawas, MD, dan rekannya di Universitas California, Irvine, melihat bagaimana gaya hidup, olahraga dan diet, adalah beberapa diantaranya yang mempengaruhi kesehatan otak pada usia lanjut.

Kopi terbukti memberikan stimulasi pada jantung dan otak
[foto:Engin Akyurt]

Tim penelitinya telah menemukan hubungan antara jantung sehat dan kesempatan yang lebih rendah memiliki demensia. Beberapa hal yang dapat dilakukan agar memiliki kualitas hidup yang sehat antara lain:

  • Minum setidaknya 1-2 cangkir kopi sehari-hari
  • Punya kebiasaan membaca
  • Mengambil bagian dalam aktivitas fisik

Kawas mengatakan hubungan antara kesehatan otak dan gaya hidup tidak mungkin terjadi secara langsung. Dia mengatakan para peneliti juga mencoba untuk memilah-milah mengapa beberapa orang yang memiliki gen yang berisiko terhadap kemungkinan memiliki Alzheimer, justru tidak teridentifikasi penyakit tersebut.

Alam vs lingkungan

Milman, seorang endokrinologi, mengatakan penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan umur panjang dalam keluarga mereka memiliki gen pelindung yang menjaga mereka dari segala jenis penyakit usia lanjut, seperti penyakit jantung, osteoporosis, kanker, diabetes. Mereka mampu bertahan hidup 20 hingga 30 tahun dibanding dengan rata-rata orang.

“Jika Anda memiliki pelindung gen, mungkin mereka akan melindungi Anda dari pengaruh buruk lingkungan. Tetapi sebagian besar dari kita tidak memiliki gen pelindung, maka penting untuk berlatih berolahraga,” kata Milman.

Secara ringkas para ahli menganjurkan untuk melakukan apa yang orang tua kita sarankan. Berolahraga, asah otak, batasi diri dari stress, istirahat cukup, dan bersikap baik terhadap orang lain. Maka harapan agar bertahan hidup dengan lama akan terwujud.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: