Punya Efek Buruk Jangka Panjang, Ini Kosmetik Online Berbahaya yang Perlu Diwaspadai

Efek Buruk Kosmetik Online

Saat ini fenomena keberadaan dengan kandungan berbahaya yang dijual secara online di internet memang cukup meresahkan. Pasalnya -produk tersebut biasanya diklaim sebagai cream racikan , yang bisa memutihkan dalam kurun waktu relatif cepat, atau klaim-klaim luar biasa lainnya. Padahal penggunaan kosmetik online berbahaya tersebut berpotensi menimbulkan efek buruk secara jangka panjang.

Uniknya, walaupun dan bahan-bahannya diragukan, tetap saja banyak konsumen yang mencari produk kosmetik tersebut. Hal itu mungkin bisa Anda lihat langsung di sejumlah situs jual-beli online. Simak saja beberapa produk seperti cream pemutih biasanya akan menjadi produk yang paling laris dipasarkan secara online.

Kosmetik Online

Kosmetik Online

Padahal berdasarkan beberapa kali penelusuran dan penggerebekan yang dilakukan oleh BPOM, produk krim tersebut biasanya dibeli kiloan dari luar negeri dengan harga yang sangat murah, hanya Rp 300 saja, lalu dijual lagi dengan kemasan baru (repack) dengan harga yang murah Rp 5 ribu per produk. Tetapi ada juga toko-toko nakal yang menjualnya dengan harga sangat mahal. Agar tidak terlanjur menyesal di kemudian hari, berikut ini informasi seputar kosmetik online berbahaya versi BPOM.

Daftar Kosmetik Berbahaya Menurut BPOM

Pada tahun 2017 lalu BPOM merilis daftar kosmetika yang diketahui mengandung bahan berbahaya, yakni Beauty G Day Cream, Lixiao Night Cream, Rose Night Cream, D’Swiss Night Cream, L’Come Day Cream, La Widya Collagen Day Cream, Labitha Night Cream, Korean Widya Night Cream, Ozera Nail Polish Color No. 8, Ozera Lipstick-29#, Ozera Lipstick-53#, Ozera Lipstick-54#, Ozera Lipstick-57#, Ozera Lipstick-80#, Ozera Lipstick-22#, Ozera Lipstick-66#, Ozera Lipstick-131#, Ozera Lipstick-77#, Ozera Lipstick-82#, Salsa Meixiie Lip Liner Ungu, Salsa Nail Polish 36, Salsa Nail Polish 38, Implora Nail Polish 8 ml (color 064), Implora Nail Polish 8 ml (color 092), dan Poliekstrak Acne Cream.

Sementara itu, pada 6 Agustus 2018 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan penyitaan bahan baku, kemasan primer, serta produk jadi kosmetik dan obat tradisional ilegal dari 3 gudang penyimpanan kosmetik dan obat tradisional ilegal di Kawasan Pergudangan Surya Balaraja-Tangerang. Dari penggerebekan BPOM tersebut, terdapat ribuan item produk jadi kosmetik ilegal dan kedaluwarsa yang nilai keekonomiannya mencapai lebih dari Rp 41,5 miliar.

Kosmetik Online Berbahaya

Kosmetik Online Berbahaya

Beberapa daftar merek kosmetik berbahaya atau ilegal menurut BPOM dari penggerebekan tersebut antara lain Temulawak Two Way Cake, New Papaya Whitening Soap, Collagen Plus, NYX Pensil Alis, MAC Pensil Alis, Revlon Pensil Alis, Pi Kang Shuang, Fluocinamide Ointment, dan Ginseng Royal Jelly Merah.

Kandungan Berbahaya dalam Kosmetik yang Perlu Diwaspadai

Merkuri
Merkuri termasuk bahan yang paling banyak digunakan dalam krim-krim pemutih berbahaya yang biasanya dipasarkan secara online. Padahal merkuri termasuk jenis zat yang cukup berbahaya apabila terkena kulit. Dampak dari penggunaan merkuri dimulai dari perubahan warna kulit, timbul bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, hingga kerusakan permanen pada susunan saraf otak dan ginjal. Paparan merkuri jangka pendek dalam dosis tinggi saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, dan kerusakan ginjal. Selain itu, merkuri juga merupakan bahan karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dan teratogenik yang berpotensi mengganggu perkembangan janin.

Hidrokinon
Zat berikutnya yang tak kalah berbahaya dari merkuri dan banyak ditemui dalam kosmetik-kosmetik ilegal adalah Hidrokinon. Hidrokinon bisa menyebabkan dampak berbahaya pada kulit dan mengakibatkan hiperpigmentasi, terutama pada kulit yang terpapar oleh sinar matahari secara langsung. Efek jangka panjang dari penggunaan kosmetik yang mengandung Hydroquinone adalah ochronosis atau kulit kehitaman. Selain itu, hidrokinon yang terakumulasi pada kulit juga bisa menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA.

Pewarna Merah K10
Pewarna Merah K10 biasanya kerap ditemukan dalam produk lipstik dan kosmetik sediaan dekoratif seperti pemulas kelopak mata atau eyeshadow dan perona pipi atau yang lebih dikenal dengan sebutan blush on. Padahal Pewarna Merah K10 sendiri memiliki sifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker, serta bisa menimbulkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.

Asam Retinoat/Tretinoin/Retionic Acid
Asam Retinoat/Tretinoin/Retionic Acid biasanya banyak disalahgunakan dalam obat peeling (pengelupasan kulit), obat jerawat, dan pemutih dengan mekanisme kerja pengelupasan kulit. Pada akhirnya zat berbahaya ini ternyata bisa mengakibatkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik.

Resorsinol
Resorsinol diketahui bisa menyebabkan iritasi kulit dan mengganggu sistem imun. Pemakaian bahan yang mengandung resorsinol pada kulit luka atau teriritasi dapat mengakibatkan gejala dermatitis, iritasi mata, kulit, tenggorokan, saluran pernapasan atas, methemoglobinemia, cyanosis, konvulsi, peningkatan detak jantung, dispepsia, hipotermia, hematuria.

Timbal (Pb)
Pb atau timbal juga termasuk bahan kimia yang dilarang untuk digunakan pada sediaan kosmetika. Timbal bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan sistem syaraf dan memicu problem dalam tingkah laku dan belajar, menurunkan IQ dan pendengaran, menghambat pertumbuhan, dan menyebabkan anemia pada anak-anak. Sementara itu, pada dewasa bisa mengakibatkan gangguan sistem saraf pusat, kardiovaskuler (meningkatkan tekanan darah dan hipertensi) dan menurunkan fungsi ginjal. Pada kosmetik, kadar timbal dibatasi maksimal 20 ppm.

Agar Anda terhindar dari kosmetik berbahaya yang dijual secara online, pastikan untuk proaktif dalam mencari informasi seputar kosmetik yang hendak Anda beli atau yang saat ini sedang digunakan. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari tahu info yang jelas tentang produsen dari kosmetik itu sendiri, lalu cari tahu juga komposisi atau bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik, serta periksa apakah produk tersebut telah terdaftar di BPOM, serta mencantumkan tanggal kadaluarsa (expiry date) pada kemasannya atau tidak.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: