Puding Sayur Kecipir, Makanan Inovasi Baru Dari Mahasiswa di Surabaya

Ilustrasi Puding - (Photo: ritaE)

Kecipir, yang memiliki nama lain Psophocarpus tetragonolobus merupakan sayur yang dikemas dengan banyak kandungan nutrisi dan menawarkan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Kecipir adalah jenis tumbuhan merambat, memanjat dan bisa juga membentuk semak hingga berusia tahunan. Tumbuhan tersebut nantinya akan dapat menghasilkan buah atau pucuk daun muda yang kerap dijadikan sayuran bagi kebanyakan orang.

Sayur kecipir ini mudah untuk ditemukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, karena telah banyak petani yang mengembangkan budidaya tanaman kecipir. Harga yang ditawarkan di pasaran pun sangat terjangkau meskipun memiliki banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Di Indonesia sendiri, kecipir umumnya ditanam untuk diambil buahnya yang muda, yang beserta pucuk dan daun daun yang mudah biasanya direbus untuk dijadikan lalap, pecel atau urap dan bisa juga dicampurkan ke dalam sayur. Selain itu umbi akarnya juga dapat dimakan setelah direbus, namun umbi akar ini harus dipanen sebelum buah kecipirnya menjadi tua. Rasanya seperti buah bengkoang. Biji bijinya yang tua juga dapat dimakan sebagai kacang kacangan setelah disangrai terlebih dahulu.

Namun, tiga mahasiswa asal Kota Surabaya ini mampu menyulap biji bijian kecipir menjadi puding. Mereka adalah Aloysius Vincetius Calvin, Felica Tri Sulistyo dan Martha Christina, yang berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya.

“Jadi awalnya sih dari tema acara kali ini yaitu inovasi produk pangan dan gizi untuk mewujudkan kemandirian nasional di masa depan. Hal itu bisa diwujudkan dengan mengurangi mengkonsumsi produk eskpor kan, nah satu diantaranya kedelai,” ujar Felicia

Hal tersebut membuktikan bahwa biji kecipir memiliki kandungan yang tak kalah dengan kedelai. Bahkan kecipir diyakini memiliki kandungan kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan kedelai.

Buah Kecipir - (Sumber: arbamedia.com)

Buah Kecipir – (Sumber: arbamedia.com)

Sebelum menjadi puding, biji kecipir tersebut diolah terlebih dahulu menjadi susu nabati.

“Produk susu dari kecipir sebenarnya sudah ada, maka dari itu kami kembangkan menjadi pudding. Tinggal ditambah bahan-bahan untuk puding, gula dan krim,” terang Aloysius.

Puding biji tersebut terinspirasi dari puding Panna Cota, makanan terkenal asal Thailand.

Lebih lanjut Aloysius menerangakan bahwa puding ini masih dalam proses pengembangan. Karena terdapat beberapa kendala yang masih berusaha dipecahkan. Salah satu kendala tersebut adalah kecipir tua jarang ditemukan di Surabaya dan lebih banyak ditemukan di Jawa Tengah.

“Yang paling susah sih ngilangin rasa ‘kecipirnya’ tiap habis makan puding. Padahal udah dicuci berkali-kali tapi masih ada sedikit. Mungkin akan hilang kalau nantinya ditambahkan varian rasa, jadi rencananya memang akan kami kembangkan lagi pilihan rasa yang lebih banyak,” tutur Aloysius dalam acara Food Expo yang diadakan di salah satu Mall di Kota Surabaya.

Bagi ibu hamil, mengkonsumsi sayur kecipir memang sangat baik bagi kesehatan janin. Sayur kecipir memiliki kandungan folat yang merupakan nutrisi yang baik yang dibutuhkan oleh tubuh, utamanya pada saat proses kehamilan. Kandungan folat pada sayur kecipir diyakini mampu membantu untuk mencegah terjadinya cacat tabung saraf pada bayi yang akan lahir nantinya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: