PRP Treatment, Terapi Darah untuk Atasi Kebotakan

Ilustrasi: masalah kebotakan (sumber: nytimes.com) Ilustrasi: masalah kebotakan (sumber: nytimes.com)

Baru-baru ini, sebuah metode perawatan rambut, disebut PRP, menarik perhatian berbagai kalangan. Platelet Rich Plasma menjadi salah satu primadona untuk mengatasi rambut rontok karena hasilnya yang diklaim memuaskan. Meskipun terapi darah ini mahal dan terbilang sedikit menyakitkan, banyak orang melakukannya karena tidak ingin mengalami kebotakan.

Hubungan PRP dan Pertumbuhan Rambut

PRP hadir sebagai suatu bioteknologi terkini dalam terapi seluler dan perbaikan jaringan. Penggunaan PRP dalam dunia medis dan kecantikan sudah banyak dilakukan, dengan hasil yang memuaskan bagi para pasiennya. Meski sangat erat kaitannya dengan pengobatan ulkus kronis, peremajaan kulit, menghilangkan wrinkle, dan sebagai filler, perawatan ini juga bisa digunakan untuk mengatasi kebotakan.[1]

Dilansir dari Health Harvard Publishing, PRP berasal dari aliran darah dan telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mengobati kondisi muskuloskeletal dan gangguan pada kulit. Baru-baru ini, PRP telah menjadi salah satu pengobatan yang paling menantang bagi para dermatologis, yaitu masalah kebotakan pada pria maupun wanita dewasa.

PRP merupakan plasma yang kaya trombosit atau biasa disebut dengan sel darah merah. Trombosit dalam tubuh berperan untuk meningkatkan pertumbuhan dan regenerasi sel. Karena PRP mengandung banyak trombosit, fungsinya untuk meningkatkan pertumbuhan dan regenerasi sel akan lebih baik dan lebih cepat dibanding trombosit atau plasma biasa.

Baca juga:  Update Cara Pakai dan Manfaat Viva Milk Cleanser Bengkoang untuk Jerawat

Konsentrasi trombosit pada PRP mampu mensekresi faktor pertumbuhan sel, yang diduga dapat menyembuhkan luka dan merangsang pertumbuhan sel. PRP lalu dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, termasuk merangsang pertumbuhan rambut. Caranya, menyuntikkan PRP ke dalam kepala untuk mencapai bagian bawah folikel rambut. PRP yang disuntikkan akan merangsang populasi sel papila dermal yang memainkan peranan penting dalam pertumbuhan rambut.

Bagaimana Cara Mendapatkan PRP?

PRP dihasilkan dari darah pasien yang ingin melakukan perawatan. Darah diambil dari lengan pasien, lalu dimasukkan ke dalam centrifuge (mesin yang berputar dengan kecepatan tinggi untuk membantu memisahkan komponen darah). Setelah sentrifugasi, trombosit dan plasma akan terpisah menjadi dua bagian dalam satu cairan.

Prosedur PRP Treatment untuk atasi masalah kebotakan (sumber: rendermatology.com)

Prosedur PRP Treatment untuk atasi masalah kebotakan (sumber: rendermatology.com)

Plasma yang terbilang lebih cair dan ringan daripada trombosit akan berada di lapisan paling atas, sedangkan PRP atau trombosit dengan tekstur yang lebih kental dan berat akan berada di lapisan paling bawah. Untuk meningkatkan konsentrasi trombosit, PRP sentrifugasi akan dilakukan sebanyak dua kali.

Baca juga:  Inilah Sebab Bibir Hitam dan Cara Memerahkannya Dengan Minyak Zaitun Mustika Ratu

PRP yang mengendap di bagian bawah tabung akan dikumpulkan dalam satu tabung khusus. Setelah itu, PRP baru siap untuk disuntikkan ke beberapa titik di area kepala yang sering mengalami rambut rontok atau mengalami kebotakan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, pasien harus melakukan treatment PRP secara berkala, biasanya sebanyak tiga sesi setiap bulannya.

Kebanyakan pasien yang menginginkan perawatan PRP biasanya mengalami kebotakan karena hormon atau biasa disebut dengan Androgenetic Alopecia (AGA). Hal tersebut sudah sering dijadikan sebagai bahan penelitian, dan pesertanya tidak berasal dari kalangan wanita saja, tetapi juga pria.

Pada pria dengan AGA, kerontokan rambut biasanya terjadi di bagian atas dan depan kepala. Sehingga, tak jarang pria melakukan terapi PRP pada bagian tersebut. Sementara itu, pada wanita, penipisan terjadi di bagian mahkota kepala dan bagian tengah rambut. Sehingga, tak heran jika PRP yang dilakukan oleh wanita memerlukan waktu yang agak lama.

Baca juga:  Cara Memasak & Manfaat Mengonsumsi Kubis Ungu

Selain melakukan PRP, agar kebotakan dapat teratasi dengan cepat, Anda bisa mengombinasikannya dengan treatment lainnya. Bukti menunjukkan bahwa PRP dapat bekerja paling baik bila dikombinasikan dengan perawatan lain untuk AGA, seperti minoxidil topical (Rogaine) atau finasteride oral (Propecia), yang merupakan obat anti-androgenik.

Mendapatkan PRP saat ini tidaklah sulit, bahkan Anda bisa melakukannya di klinik kecantikan. Namun, pastikan Anda datang ke klinik yang tepat dengan ciri, PRP dilakukan oleh ahlinya, baik itu adalah dokter atau dermatologis. Selain mempertimbangkan tempat untuk melakukan perawatan, Anda juga perlu mempertimbangkan efek sampingnya.

PRP merupakan salah satu perawatan yang memiliki efek samping sementara, seperti rasa nyeri, kemerahan, sakit kepala, dan rambut rontok. Perlu Anda ketahui juga, PRP mungkin tidak sesuai untuk mereka yang memiliki riwayat gangguan perdarahan atau penyakit autoimun.

[1] Kariadi. 2012. Platelet-Rich Plasma dalam Dermatologi. MDVI, Vol. 39(4): 176-185.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*