Produk Daging Analog dalam Kemasan, Proteina Terbuat dari Apa?

Resep olahan Proteina (sumber: proteina.co.id)Resep olahan Proteina (sumber: proteina.co.id)

Bagi mereka kaum vegan atau vegetarian, mengonsumsi daging analog bisa jadi alternatif untuk memenuhi asupan protein. Meski bisa dibuat sendiri, kini sudah ada daging analog dalam kemasan yang lebih praktis dan siap diolah kapan saja, yakni Proteina. Namun, masih banyak yang penasaran, sebenarnya daging analog seperti Proteina terbuat dari apa?

Daging analog merupakan produk duplikasi daging yang dibuat dari bahan baku bukan daging yang dapat dijadikan alternatif sebagai produk makanan yang siap dikonsumsi dan dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia. Daging analog tidak mengandung lemak hewani atau kolesterol, namun kandungan asam lemak tidak jenuhnya cukup tinggi sehingga baik untuk kesehatan.

Daging analog merupakan produk yang terbuat dari protein nabati dan telah dilakukan pengolahan terlebih dahulu sehingga menyerupai daging asli. Daging analog mempunyai beberapa kelebihan antara lain dapat dibuat tidak mengandung lemak hewani atau kolesterol, lebih homogeny dan tahan lama disimpan (dalam bentuk kering), dan dapat diolah menjadi berbagai produk olahan daging.

Proses pembuatan daging analog memanfaatkan proses ekstrusi yang meliputi pencampuran, pemasakan, pengadonan, penghancuran, pencetakan dan pembentukan. Bahan dasar dalam pembuatan daging analog secara umum menggunakan Isolat Protein Kedelai (IPK) dan air. Bahan tambahan lain yang perlu ditambahkan yaitu sumber bahan pangan yang mengandung karbohidrat sehingga dapat memperbaiki tekstur daging analog.[1]

Baca juga:  Cara Membuat Mirin Halal untuk Masakan Jepang

Proteina Terbuat dari Apa?

Dilansir dari website resminya, Proteina diklaim sebagai Texturized Vegetable Protein (TVP) atau Protein Nabati Bertekstur terbuat dari tepung kedelai yang telah dihilangkan kandungan lemaknya. TVP sering dipakai sebagai pengganti daging maupun campuran adonan daging untuk membuat volumenya menjadi lebih mengembang.

TVP memiliki tekstur yang mirip dengan daging hewani dan mampu meresap bumbu-bumbu dengan baik. Kandungan proteinnya yang tinggi dapat menjadi sumber nutrisi untuk diet vegan maupun vegetarian.

Varian Proteina (sumber: shopee)

Varian Proteina (sumber: shopee)

TVP Proteina terbuat dari tepung kedelai dan air, diekstrusi menjadi berbagai bentuk dan ukuran. TVP Kemudian dipanaskan sampai 150 – 200°C, yang mendenaturasi menjadi substansi yang berserat, tidak mudah larut dan dapat menyerap cairan hingga tiga kali beratnya. Proteina terdiri dari beberapa varian produk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca juga:  Manisan Pepaya Muda, Olahan Dari Buah Yang Kaya Manfaat Bagi Tubuh

Varian Proteina

  • Proteina L: Proteina memiliki bentuk maupun tekstur yang meyerupai daging. Proteina L merupakan produk Proteina dengan ukuran yang paling besar (15-25 mm), kaya akan protein dan biasa digunakan untuk Rendang, Sate, Bakso, dan lain-lain. Berat bersih Proteina L adalah 250 gram.
  • Proteina LS: Proteina pilihan sehat untuk asupan protein keluarga. Proteina LS cenderung berbentuk pipih dan tidak beraturan. Berukuran 6-8 mm, Proteina LS dapat diaplikasikan menjadi masakan topping mie ayam, dimsum, nasi bakar, risoles, pasta, dan aneka hidangan lainnya. Berbentuk pipih dan tidak beraturan (6-8mm). Berat bersih Proteina LS adalah 250 gram.
  • Proteina LX: Proteina kaya akan protein, tidak mengandung lemak serta kolesterol. Proteina LX cenderung berbentuk kotak, berukuran 6-10 mm. Proteina LX memiliki tekstur padat, biasa digunakan untuk topping mi ayam, dimsum, nasi bakar, risoles, pasta, dan lain-lain. Berat bersih Proteina LX adalah 250 gram.
  • Proteina MK: Proteina sangat mudah divariasikan untuk berbagai jenis masakan favorit keluarga. Proteina MK memiliki ukuran yang paling kecil (4-6mm). Dapat diaplikasikan untuk masakan topping sayur, isian martabak, lumpia, spaghetti, lasagna, pizza, dan juga masakan lainnya. Berat bersih Proteina MK adalah 250 gram.
Baca juga:  Apakah Produk Sosis So Nice Berbahaya? Ini yang Perlu Anda Ketahui

Proteina tersedia dalam kemasan sachet isi 40 gram dan juga 250 gram di pasaran. Harga Proteina 40 gr sekitar Rp3 ribu, sedangkan yang 250 gr mulai Rp11 ribuan per bungkus. Bagi Anda yang tertarik untuk mengonsumsi Proteina, tak perlu khawatir. Pasalnya, Proteina sudah mengantongi sertifikasi halal dari MUI, FSSC 22000, dan juga sertifikat vegan. Selain itu, karena bersifat plant-based dan non-GMO, Proteina juga disebut tinggi protein dan tidak mengandung kolesterol. Produk Proteina bisa dibeli secara offline maupun online di sejumlah marketplace.

[1] Emania, JN. 2018. Karakterisasi Daging Analog Berbahan Dasar Campuran Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) dan Isolat Protein Kedelai [Skripsi]. Jember (ID): Universitas Jember.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: