Jadi Masalah Tiap Wanita, Produk Saniter Menstruasi Diklaim Menguras Kantong

Ilustrasi: wanita memilih produk saniter di supermarket (sumber: indiatimes)Ilustrasi: wanita memilih produk saniter di supermarket (sumber: indiatimes)

Semua wanita dengan tingkat kematangan seksual normal akan mengalami menstruasi. Haid adalah indikator kematangan seksual pada remaja putri dan sering berkaitan dengan kesalahpahaman praktik kebersihan diri yang dapat merugikan perempuan.[1] Salah satu kesalahpahaman ini adalah produk saniter yang dinilai tidak murah harga jualnya bagi sebagian kalangan. Apalagi, untuk jenis yang premium dan dianggap barang mewah.

Produk Saniter Menstruasi AS Mahal

Dilansir dari Harvard Health Publishing, hampir 22 juta wanita di AS hidup dalam kemiskinan dan tidak mampu membeli produk kebersihan menstruasi atau saniter. Satu studi di Obstetrics & Gynecology menunjukkan bahwa 64% wanita dilaporkan pernah mengalami kesulitan membeli produk menstruasi, seperti pembalut, tampon, dan cup menstruasi. Selain itu, dilaporkan 21% wanita tidak bisa membeli produk tersebut setiap bulan.

Produk kebersihan menstruasi sebenarnya bukan barang yang mewah dan justru adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulannya. Sayangnya, daripada harus membeli produk menstruasi, beberapa orang justru lebih memilih untuk membeli bahan pangan secara berlebihan atau dana yang seharusnya untuk membeli pembalut dialokasikan ke hal lainnya.

Baca juga:  Review Bedak La Tulipe Two Function Cake No 8 Kemasan Baru

“Ada pasien yang lebih memilih untuk menggunakan kertas toilet atau handuk daripada pembalut atau tampon,” kata Obgyn Huma Farid dari Beth Israel Deaconess Medical Center. “Ini karena mereka tidak mampu membeli produk sanitasi. Biasanya, ini juga dialami oleh wanita yang memiliki masa menstruasi berat dan membutuhkan sangat banyak produk saniter menstruasi.”

Mengganti produk saniter menstruasi dengan handuk yang lembut, mungkin tidak begitu bermasalah jika pasien menggantinya setiap dua jam sekali. Namun, jika mereka memakainya dalam jangka waktu lebih dari dua jam atau mereka memilih memakai kertas toilet, ini bisa berisiko bagi kesehatan alat reproduksinya. Diketahui, menggunakan produk saniter yang kurang tepat dan secara sembarangan bisa meningkatkan risiko iritasi pada vulva, nyeri pada vagina, syok toksik, dan infeksi yang mengancam jiwa.

Ilustrasi: aneka macam produk saniter wanita (sumber: ucdenver.edu)

Ilustrasi: aneka macam produk saniter wanita (sumber: ucdenver.edu)

Untuk menjaga kesehatan alat reproduksi, kita perlu mengatasi stigma seputar menstruasi guna memahami dan memperbaiki tantangan yang dihadapi masyarakat seputar mewahnya produk kebersihan menstruasi. Memang tidak mudah untuk menyadarkan banyak orang, sehingga perlu dimulai dari diri kita sendiri.

Baca juga:  Digemari Banyak Wanita, Apakah Cat Rambut Henna Halal?

Permasalahan di atas ternyata juga ada di Indonesia. Masih ada beberapa wanita yang menggap sepele pentingnya memakai produk kebersihan menstruasi, terutama para remaja yang masih awam dengan pembalut dan tampon. Para remaja yang belum bekerja dan bisa menghasilkan uang sendiri, masih menganggap pembalut adalah barang yang mewah. Beberapa remaja juga berpikir, daripada uang sakunya dibelikan pembalut yang harganya belasan hingga puluhan ribu per bulan, lebih baik ditabung atau untuk jajan harian.

Selain itu, krisis pengetahuan mengenai wajibnya membeli produk saniter menstruasi di Nusantara diakibatkan anggapan membeli pembalut yang masih tabu. Sebagian besar remaja putri yang baru saja mendapatkan periode haid pertamanya bahkan merasa malu untuk membeli pembalut di minimarket atau apotek dan ini dinilai wajar.

Penuhi Kebutuhan Produk Saniter Menstruasi

Sebagai solusi bagi Anda yang masih menganggap produk saniter menstruasi adalah hal yang mewah, Anda bisa membeli produk kebersihan menstruasi yang bisa dipakai berkali-kali, seperti cup menstruasi, pembalut kain, dan celana kain menstruasi. Dengan memakai produk seperti ini, Anda cukup membelinya dalam sekali waktu dan mengeluarkan biaya sekali saja. Sehingga, Anda tidak perlu memikirkan biaya tambahan setiap bulan untuk membeli produk sanitizer menstruasi.

Baca juga:  Tren Make Up Tahun 2021, Serba Natural dan Cerah

Selain itu, jika Anda merasa malu membeli produk saniter menstruasi secara langsung di minimarket atau apotek, Anda bisa membelinya secara online. Saat ini, sudah banyak toko online yang menjual produk kebersihan menstruasi yang akan dikirim langsung ke rumah Anda tanpa harus bertatap muka. Supaya lebih mudah, Anda bisa memanfaatkan situs e-commerce untuk membandingkan harga dan kualitas produk saniter haid yang akan Anda beli.

Sementara itu, dilansir dari CNBC Indonesia, di Inggris, para remaja putri yang masih duduk di bangku sekolah hingga perguruan tinggi sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa pembalut gratis. Para gadis ini akan mendapatkan pembalut setiap bulannya dengan cara mendaftarkan diri sebagai penerima pembalut gratis di sekolahnya dan ini adalah hal yang wajib.

[1] Gustina, Erni & Sitti Nur Djannah. 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, Vol. 10(2): 147-152.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: