Posisi dan Cara Tidur yang Salah Bisa Picu Kematian Bayi Mendadak, Benarkah?

Aturan, pola, tidur, yang, aman, untuk, bayi, mencegah, kematian, bayi, mendadak, meninggal, SIDS, sudden infant death syndrome, penyebab, faktor, risiko, dampak, empeng, alas, tempat, orang tua, rekomendasi, barang, mainan, hipertermia, posisi, perkembangan, penelitian, berat, ranjang Ilustrasi: bayi tidur di pelukan sang ibu

Dalam sebuah penelitian yang dirilis minggu lalu dalam jurnal Pediatrics, peneliti merekam orang tua dan di rumah mereka di malam hari, sebagai bagian dari studi tentang bagaimana pengasuhan mempengaruhi rutinitas bayi. Para orang tua tahu bahwa mereka sedang direkam – mereka setuju untuk belajar – namun banyak dari mereka melanggar ‘Aturan yang Aman’.

Pada bulan pertama:

  • 21% bayi ditidurkan di permukaan yang tidak aman
  • 14% tidak ditidurkan di punggung mereka
  • 91% memiliki barang-barang di tempat tidur, seperti tempat tidur, bantalan bumper, bantal, boneka, dan mainan bayi lainnya.
  • 28% pindah ke ruang tidur yang berbeda pada malam hari, sering tidur dengan orang tua.

Pada bulan ketiga:

  • 10% bayi ditidurkan di permukaan yang tidak aman
  • 18% bayi tidak ditidurkan di punggung mereka
  • 87% ada beberapa barang di tempat tidur bayi
  • 18% bayi pindah ke tempat lain pada malam hari.

Pada bulan keenam:

  • 12% bayi ditidurkan di permukaan yang tidak aman
    33% bayi tidak ditidurkan di punggung mereka
    93% ada beberapa barang di tempat tidur bayi.
  • 12% pindah ke tempat lain pada malam hari.

Hasil ini tidak terlalu mengejutkan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hasil yang serupa. Sebuah penelitian yang diterbitkan sekitar setahun yang lalu menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang tua tidak mengikuti semua rekomendasi pola tidur yang aman untuk bayi.

Alasan utama adanya rekomendasi aturan tidur yang aman adalah untuk mencegah ‘ Bayi Mendadak yang Tidak Dijelaskan’ (yang termasuk di dalamnya Sindrom Bayi Mendadak, atau Sudden Infant Death Syndrome). Sangat langka – ini terjadi pada sekitar 100 dari setiap 100.000 bayi – dan mungkin karena jarang, banyak orang tua hanya berpikir itu tidak akan terjadi pada bayi mereka.

Sudden Infant Death Syndrome

Aturan, pola, tidur, yang, aman, untuk, bayi, mencegah, kematian, bayi, mendadak, meninggal, SIDS, sudden infant death syndrome, penyebab, faktor, risiko, dampak, empeng, alas, tempat, orang tua, rekomendasi, barang, mainan, hipertermia, posisi, perkembangan, penelitian, berat, ranjang

Ilustrasi: bayi tertidur pulas

Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) adalah kematian mendadak pada bayi sehat berusia di bawah 1 tahun tanpa ada gejala apapun sebelumnya. SIDS seringkali disebut sebagai crib death (kematian ranjang bayi) dan menyerang bayi terutama usia 2-4 bulan. Hingga saat ini, penyebabnya belum diketahui. Namun, SIDS mungkin terjadi karena berbagai faktor.

Keterlambatan perkembangan bayi

Sebuah hipotesis mengungkapkan bahwa SIDS mungkin disebabkan oleh adanya keterlambatan atau kelainan perkembangan sel-sel saraf dalam otak yang penting untuk fungsi dan paru-paru normal. Penelitian pada otak bayi yang meninggal akibat SIDS menunjukkan bahwa adanya keterlambatan dalam perkembangan dan fungsi beberapa jalur saraf pengikat serotonin pada otak. Jalur saraf ini dianggap penting untuk mengatur , detak jantung, dan respon tekanan darah saat bangun dari tidur.

Kelainan perkembangan ini membawa dampak negatif saat bayi tidur. Bayi normal akan terbangun ketika ada hal yang mengganggunya saat tidur. Misalnya, ada hal yang menghalangi jalan napasnya saat tidur, bayi secara otomatis akan memindahkan bagian tubuhnya ke tempat yang lebih nyaman atau bayi akan bangun. Namun, pada bayi dengan kelainan, refleks yang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidur mengalami gangguan, sehingga bayi tidak dapat mengatasi masalahnya saat tidur.

Berat lahir bayi rendah

Bayi lahir dengan berat badan rendah biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur atau pada bayi kembar. Bayi dengan kondisi ini cenderung memiliki otak yang belum matang, sehingga bayi kurang memiliki kendali atas pernapasan dan detak jantungnya.

Posisi tidur bayi

Bayi yang tidur telungkup atau tidur miring cenderung memiliki kesulitan untuk bernapas. Saat bayi dalam posisi telungkup, pergerakan udara di mulut menjadi terganggu karena adanya penyempitan jalan napas. Hal ini menyebabkan bayi menghirup karbon dioksida yang baru saja ia hembuskan, sehingga kadar oksigen dalam bayi menjadi kurang, dan akhirnya bayi bisa meninggal. Selain itu, benda-benda yang ada di kasur saat bayi tidur, seperti bantal, selimut, boneka, atau mainan juga dapat menutupi mulut dan hidung bayi, mengakibatkan terganggunya pernapasan bayi saat tidur.

Hipertermia (kepanasan)

Pakaian bayi yang terlalu tebal dan tertutup, atau suhu ruangan yang panas dapat meningkatkan metabolisme bayi, sehingga bayi dapat kehilangan kontrol pernapasan. Namun, suhu panas sebagai penyebab SIDS belum dapat dijelaskan dengan baik, apakah ini sebagai faktor yang benar-benar dapat menyebabkan SIDS atau hanya faktor yang menggambarkan penggunaan pakaian atau selimut yang menghalangi pernapasan bayi.

Ada yang menduga kematian ini disebabkan oleh kemampuan otak dalam mengontrol pernafasan, sehingga ketika pernapasan terganggu karena selimut menutup hidung atau mulut bayi, bayi tersebut terkena SIDS. Kematian ini umumnya terjadi ketika bayi sedang tidur.

Siapa yang beresiko terkena SIDS?

Aturan, pola, tidur, yang, aman, untuk, bayi, mencegah, kematian, bayi, mendadak, meninggal, SIDS, sudden infant death syndrome, penyebab, faktor, risiko, dampak, empeng, alas, tempat, orang tua, rekomendasi, barang, mainan, hipertermia, posisi, perkembangan, penelitian, berat, ranjang

Ilustrasi: bayi tidur terlungkup di atas perut ayahnya

Bayi yang beresiko terkena SIDS adalah :

  • Bayi yang lahir prematur (kurang dari 37 minggu)
  • Bayi yang berat badannya kurang ketika dilahirkan
  • Bayi laki-laki. Sebanyak 60% bayi yang terkena SIDS adalah laki-laki, walaupun tidak ada penelitian yang membuktikan hubungan gender dengan SIDS.

Cara mengantisipasi SIDS

Yang orang tua dapat lakukan hanyalah mengurangi risiko SIDS, karena penyebabnya belum diketahui. Berikut ini tips keamanan yang dapat dilakukan:

  • Tidurkan bayi terlentang, bukan tengkurap atau miring.
  • Orang tua atau orang lain yang tinggal serumah tidak merokok, baik semasa kehamilan maupun setelah bayi lahir. Penelitian menunjukkan ibu yang merokok memiliki bayi yang berisiko lebih tinggi terkena SIDS.
  • Berikan ASI pada bayi. Bayi yang menyusu ASI memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Selain itu, bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih sering bangun untuk menyusu.
  • Berikan kondisi hangat pada bayi, tetapi jangan sampai kepanasan. Jangan gunakan selimut yang terlalu tebal dan jangan menggunakan bed cover untuk menyelimuti bayi atau sebagai alas tidur bayi.
  • Jangan menaruh banyak barang atau mainan di tempat tidur bayi agar tidak berbahaya dan untuk memberikan sirkulasi udara yang cukup ketika bayi tidur.
  • Ranjang bayi dengan matras yang rata adalah tempat yang paling aman. Jangan meletakkan bayi di sofa, bean bag, kasur air, atau kasur angin

Dampak positif dan negatif penggunaan empeng masing menjadi bahan perdebatan. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan empeng selama tidur dapat mengurangi risiko SIDS, namun di sisi lain empeng dapat mengganggu perkembangan mulut dan gigi bayi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: