Apakah Pewarna Rambut Menyebabkan Kanker?

Ilustrasi: proses mewarna rambut di salon (sumber: matrix.com)Ilustrasi: proses mewarna rambut di salon (sumber: matrix.com)

Pewarna rambut sebagai bahan kosmetik sangat umum dipakai oleh pria maupun wanita untuk meningkatkan nilai estetika pada penampilan. Selain itu, banyak orang memakai pewarna rambut dengan tone alami untuk menutupi uban, sehingga terlihat awet muda. Sementara mengecat rambut sudah menjadi kebiasaan, banyak orang yang bertanya, apakah itu dapat menyebabkan kanker?

Cat Rambut Lebih Berbahaya pada Wanita

Pewarna rambut yang dijual bebas di pasaran, beberapa kemungkinan ada yang mengandung zat berbahaya. Secara umum, semir rambut mengandung zat para-phenylenediamine (PPD) dan hidrogen peroksida (H2O2), zat yang memang tidak dilarang, tetapi memiliki bahaya dalam jangka panjang.[1]

H2O2 yang sering melekat pada rambut akibat penggunaan cat rambut, diketahui dapat merusak batang rambut dan membuka sebagian sel-selnya. Sehingga, rambut mudah rontok, kering, bercabang, dan patah. Sementara itu, PPD pada semir rambut yang dioleskan ke batang rambut secara terus-menerus (rutin) bisa melekat ke dalam kulit kepala dan mengalami absorbsi secara dermal, sehingga menimbulkan alergi dan gangguan kesehatan lainnya.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, pewarna rambut memiliki tiga varian, antara lain oksidatif (permanen), semi permanen (sementara), dan pewarna alami (herbal). Sebagian besar semir rambut yang dipakai di salon atau diperjualbelikan secara bebas di toko adalah pewarna permanen dan jarang sekali orang memilih cat rambut herbal atau semi permanen. Setiap varian cat rambut ini memiliki reaksi kimia yang berbeda di rambut Anda.

Baca juga:  Bedak Tabur Jafra Skin Perfecting Translucent Loose Powder Diklaim Cocok untuk Kulit Berjerawat

Selain itu, setiap jenis varian cat rambut juga mengandung kadar bahan kimia yang berbeda. Untuk pewarna rambut permanen, memiliki bahan kimia lebih banyak dibanding cat rambut semi permanen dan herbal. Sementara itu, semir rambut herbal memiliki kandungan kimia paling sedikit di antara semua jenis semir rambut, bahkan ada pewarna rambut herbal yang tidak menggunakan bahan kimia sama sekali. Meskipun begitu, banyak orang tidak terlalu suka memakai pewarna herbal, karena dinilai kurang pigmented dan tidak bisa tahan lama.

Masih dilansir dari sumber yang sama, banyak studi melaporkan bahwa bahan kimia pada cat rambut bisa meningkatkan risiko kanker, tetapi tidak untuk semua orang. Ada orang yang mudah terkena kanker akibat penggunaan cat rambut dan ada juga yang bebas dari kanker selama pemakaian semir rambut. Hal ini tergantung pada gen dan kondisi kesehatan individu.

Ilustrasi: proses mewarna rambut di salon (sumber: people.com)

Ilustrasi: proses mewarna rambut di salon (sumber: people.com)

Meskipun begitu, pada beberapa studi dijelaskan bahwa semir rambut sangat berisiko kanker pada wanita. Sebagian besar cat rambut yang mengandung zat karsinogen mampu meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium dalam jangka waktu panjang. Ini dialami oleh mereka yang kerap memakai semir rambut permanen secara rutin.

Baca juga:  Tempe VS Tahu, Mana yang Lebih Sehat?

Diketahui pula, wanita dengan rambut berwarna hitam alami memiliki risiko lebih tinggi terkena limfoma hodgkin, sedangkan wanita berambut cerah atau blonde berisiko tinggi mengalami karsinoma sel basal. Tentunya ini adalah risiko yang mematikan bagi wanita, apalagi tingkat kesembuhan penyakit ini tidak lebih dari 50%.

Penggunaan cat rambut permanen juga memiliki risiko meningkatkan penyakit kanker secara cepat apabila dipakai bersamaan dengan produk kosmetik rambut lain yang berbahan kimia keras, seperti bleaching. Bleaching dipakai untuk menghilangkan pigmen alami pada rambut dan mengandung bahan kimia dengan tingkat lebih keras dibanding bahan kimia pada semir rambut.

Dengan risiko mengerikan produk semir rambut permanen, apakah Anda tertarik untuk mengubah warna rambut? Jika iya, sebaiknya Anda mempertimbangkan lagi. Sebagai tips untuk mengganti warna rambut permanen tanpa risiko kanker, Anda bisa melihat rincian berikut.

Tips Mewarnai Rambut Tanpa Efek Samping

  • Pilih cat rambut dengan kandungan bahan kimia paling sedikit. Jika memungkinkan, pilihlah produk herbal. Produk ini memang tidak terlalu pigmented seperti produk cat permanen, tetapi ada beberapa produk yang bisa bertahan secara permanen.
  • Ada juga produk cat rambut herbal yang sedikit pigmented dan bertahan lama, tetapi harganya lebih mahal. Untuk itu, Anda mungkin bisa membuatnya sendiri di rumah. Beberapa orang menyarankan menggunakan biji pepaya dan arang sekam atau jelaga untuk mewarnai rambut supaya lebih hitam. Sementara itu, untuk warna lainnya, Anda bisa memakai kunyit dan bubuk henna.
  • Lapisi rambut Anda dengan vitamin dan masker rambut sebelum dan sesudah mewarnai rambut. Selain bertujuan meminimalkan efek samping, ini akan membuat warna semir herbal lebih pigmented dan tahan lama.
Baca juga:  Ketahui Penyebabnya, Begini Cara Agar Kulit Tidak Kering!

Untuk tips di atas, Anda tidak harus melakukannya di salon. Sebagian wanita lebih nyaman melakukannya sendiri di rumah. Selain itu, akan lebih mudah jika Anda menggunakan alat semir, seperti kuas atau sisir.

[1] Ardhany, Syahrida Dian & Lisa Soraya. 2017. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa D-III Farmasi tentang Bahaya Penggunaan Pewarna Rambut dalam Jangka Panjang. Jurnal Surya Medika Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Vol. 2(2): 49-55.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: