Apa yang Harus Disiapkan Guru Saat Sekolah Kembali Dibuka?

Kegiatan belajar new normal di salah satu sekolah di Thailand (sumber: tagar.id)Kegiatan belajar new normal di salah satu sekolah di Thailand (sumber: tagar.id)

Saat dunia dilanda pandemi virus corona, sejumlah sekolah memang terpaksa ditutup. Seiring waktu, dengan kasus yang relatif menurun, lingkungan pendidikan formal dibuka kembali dan anak-anak harus menyudahi waktu di rumah mereka. Sebagai persiapan dibukanya kembali sekolah, guru harus mengadoposi sistem pembelajaran yang baru. Mau tak mau, mereka harus rela direpotkan untuk menyiapkan suasana sekolah yang aman dan lebih sehat.

Untuk menciptakan suasana sekolah lebih sehat dan aman bagi anak-anak, tentunya dibutuhkan peran para guru pendidik. Mereka tidak hanya diwajibkan bertanggung jawab atas perilaku siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang bertanggung jawab dalam kelangsungan pendidikan.

Lingkungan sekolah yang harus disiapkan selama proses belajar mengajar berlangsung, tidak hanya fokus pada ruang kelas. Guru juga perlu mempersiapkan lingkungan di luar kelas dalam lingkup sekolah.[1] Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan oleh guru untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan higienis.

Mendidik Siswa Hidup Bersih

Guru yang baik adalah mereka yang mengajarkan ilmu dan kebaikan. Salah satu ilmu kesehatan yang paling sederhana dan baik, yaitu mengajari mereka untuk hidup sehat. Setiap hari, tekankan pada anak didik pentingnya menjaga kebersihan diri, mulai dari tubuh hingga lingkungan sekitar.

Baca juga:  Tips Simpel Menghentikan Kebiasaan Ngompol pada Anak
Ruang kelas (sumber: pikiran-rakyat.com)

Ruang kelas (sumber: pikiran-rakyat.com)

Sebagai contoh, Anda bisa mendidik anak-anak agar patuh pada peraturan kebersihan kelas. Ajari mereka cara membersihkan kelas dengan tepat, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan. Selain itu, Anda juga perlu menjelaskan kepada mereka efek tidak hidup bersih. Beri penjelasan yang rinci bahwa virus dan kuman yang menempel pada benda yang kotor, dapat menyebabkan berbagai penyakit. Penyakit yang disebabkan bakteri dan virus ini bisa menular dan menjadi wabah yang mematikan.

Belajar dengan Jumlah Kelompok Kecil

Dilansir dari HuffPost, bagi Anda yang ingin menciptakan sekolah yang aman dan sehat, Anda bisa menerapkan sistem belajar kelompok dalam jumlah kecil. Misalnya, dalam satu kelas atau ruang, hanya boleh ada 10 hingga 15 orang. Cara ini cocok diterapkan jika dalam satu kelas ada siswa yang sakit parah atau ketika dalam kondisi tertentu.

Selain hanya dihuni oleh siswa dalam jumlah yang sedikit, mereka juga harus saling menjaga jarak. Anda bisa mengatur jarak tiap meja dan kursi sejauh 1 m. Sehingga, jika ada anak yang memiliki gejala penyakit menular kronis yang ringan, seperti TBC, batuk, pilek, dan lainnya, tidak akan menular ke temannya.

Baca juga:  Nggak Cuma Sehat, Ini Efek Negatif Jadi Vegetarian

Cara di atas juga efektif jika Anda sedang ingin mendidik anak lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri. Sementara, dalam kelompok yang kecil dengan jarak yang jauh, terpaksa para siswa harus bisa melakukan semua sendiri, termasuk mengerjakan tugas, mencatat materi, hingga tes atau ujian. Sehingga, mau tak mau mereka harus belajar lebih giat dan rajin.

Aktivitas belajar di kelas (sumber: pingpoint.id)

Aktivitas belajar di kelas (sumber: pingpoint.id)

Menyiapkan Produk Kebersihan Badan dan Kelas

Agar anak bisa belajar dengan kondisi kesehatan selalu prima, Anda sebagai guru perlu menyiapkan produk kebersihan badan dan kelas. Minimal, setiap hari, Anda membawa hand sanitizer. Pakailah benda tersebut sebelum Anda melakukan kontak fisik dengan siswa. Selain itu, Anda juga harus mengajari siswa tentang cara menggunakan hand sanitizer sebelum melakukan kontak fisik dengan teman atau dengan Anda sebagai gurunya.

Selain mengajari siswa untuk rutin memakai hand sanitizer, Anda juga harus mendampingi mereka sebelum masuk kelas untuk cuci tangan. Seperti yang kita ketahui, cuci tangan sangat penting sebagai langkah dasar untuk menjaga kesehatan. Ajari siswa Anda cara cuci tangan yang tepat menggunakan sabun dan air yang bersih.

Baca juga:  Inilah Rangkaian Produk Garnier Terbaru Untuk Mengatasi Masalah Kulit Berminyak Dan Kusam

Agar lebih praktis dan sehat, mungkin Anda bisa meminta pihak sekolah untuk menyiapkan wastafel atau tempat cuci tangan di depan ruang kelas dan pintu gerbang sekolah. Produk kebersihan dan pengaman lainnya yang wajib Anda siapkan, yaitu face shield. Usahakan setiap siswa memakainya, meskipun di ruang kelas. Sehingga, mereka akan terhindar dari segala macam penyakit menular.

Itulah cara atau tips bagi guru untuk menyiapkan lingkungan sekolah yang aman dan sehat. Selain itu, jangan lupa untuk selalu cek kesehatan Anda dan siswa. Cara mudah untuk cek kesehatan adalah dengan menggunakan thermogun. Sehingga, jika Anda merasa tidak enak badan atau ada siswa yang badannya demam, Anda bisa langsung ke UKS atau membuatkan surat izin sakit untuk siswa Anda.

[1] Nurfirdaus, Nunu & Nursiti Hodijah. 2018. Studi Tentang Peran Lingkungan Sekolah dan Pembentukan Perilaku Sosial Siswa SDN 3 Cisantana. Jurnal Ilmiah Educater, Vol. 4(2): 113-129.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: