Sekolah Kembali Dibuka, Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?

Ilustrasi: penerapan protokol kesehatan di sekolah (sumber: unicef.org)Ilustrasi: penerapan protokol kesehatan di sekolah (sumber: unicef.org)

Ketika musim liburan telah usai dan sekolah kembali dibuka, beberapa anak tampaknya tidak terlalu antusias karena sudah terbiasa dengan hari libur. Beberapa anak bahkan mengalami stres karena harus mulai beradaptasi lagi dengan sekolah. Lalu, apa yang perlu dilakukan orang tua supaya anak-anak tidak stres saat kembali sekolah?

Dampak Pembukaan Kembali Sekolah

Dilansir dari Harvard Health Publishing, pembukaan kembali sekolah tidak hanya dilakukan setelah musim libur usai, tetapi juga untuk mengembalikan kehidupan mereka selama atau setelah pandemi. Saat pandemi, anak-anak memang lebih banyak melakukan kegiatan sekolah di rumah dengan konsep belajar jarak jauh.

Meskipun banyak yang merasa senang, karena konsep belajar yang dinilai lebih santai, ada juga anak yang kurang bisa beradaptasi dan menjadi stres. Stres pada anak bisa terjadi karena mereka tidak memiliki waktu bermain yang cukup selama belajar di rumah.[1] Jika anak belajar di sekolah secara tatap muka, ada waktu khusus untuk istirahat dan setelah pulang sekolah, mereka bisa bermain sepuasnya.

Sementara itu, ketika anak harus melakukan daring, tak ada bedanya dengan mengerjakan PR di rumah. Saat mereka bersekolah di rumah, mereka harus mengerjakan tugas tanpa tahu kapan harus berhenti, apalagi tidak ada bel sekolah yang mengingatkan. Kadang ini juga membuat orang tua serta guru kebingungan, kapan harus istirahat dan memulai pelajaran kembali.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mendisiplinkan Anak dan Mengontrol Emosi Mereka?

Selain mengalami stres, pada masa transisi, biasanya anak akan disibukkan dengan berbagai hal yang diperlukan di sekolah nantinya. Kebiasaan pada waktu libur, seperti bangun siang hari, bermain sepuasnya, dan tidak memakai seragam, harus bisa dihilangkan saat masuk sekolah. Beberapa anak mungkin tak ada masalah, tetapi tidak bagi mereka yang sangat suka berlibur.

Memikirkan rutinitas sekolah berpotensi membuat emosi anak menjadi kurang terkontrol. Beberapa anak yang kurang mempersiapkan diri juga mudah rewel atau uring-uringan, sehingga mereka tidak ingin pergi ke sekolah di hari pertama. Hal seperti ini mungkin juga akan dirasakan oleh mereka yang sudah nyaman dengan sistem belajar jarak jauh, karena kebiasaan tidak menggunakan seragam, tidak perlu bangun pagi untuk berkemas, hingga tidak perlu mandi ketika daring.

Ilustrasi: sekolah tatap muka (sumber: klikdokter.com)

Ilustrasi: sekolah tatap muka (sumber: klikdokter.com)

Sebagai orang tua, wajar jika kemudian mereka mengkhawatirkan kondisi anaknya. Apalagi jika anak-anak sudah mulai mengalami gangguan psikologis seperti rasa cemas berlebih. Untuk itu, Anda perlu melakukan beberapa tips supaya anak-anak tidak stres dan bisa mudah beradaptasi di sekolah yang baru dibuka.

Baca juga:  Resep MPASI Hati Sapi yang Lezat & Variatif untuk Anak

Tips Bantu Anak Kembali Bersekolah

  • Bantu anak Anda untuk mengubah jadwal bangun pagi selama seminggu sebelum masuk sekolah. Cara ini sangat berguna, terutama pada anak yang malas bangun pagi. Mungkin untuk pertama kalinya setelah sering bangun siang, anak akan merasa jengkel dan kesal saat dibangunkan terlalu pagi. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka akan terbiasa dan tidak kaget saat harus bangun pagi untuk sekolah.
  • Bantu anak Anda untuk mandi pagi tanpa mengeluh. Kabur saat disuruh mandi pagi adalah hal yang umum terjadi pada anak-anak, apalagi setelah libur panjang atau setelah belajar jarak jauh dalam waktu yang lama. Untuk itu, Anda perlu sedikit bersabar supaya mereka bisa terbiasa mandi pagi.
  • Siapkan sarapan dengan menu kesukaan si kecil. Biasanya, saat tidak ada sekolah tatap muka, anak-anak malas makan dan lebih suka sarapan setelah jam belajar selesai. Namun, jika sekolah tatap muka sudah dimulai, mau tidak mau mereka harus sarapan pagi sebelum belajar. Supaya anak bisa beradaptasi dengan mudah, Anda bisa memasakkan makanan kesukaan buah hati Anda.
  • Bantu anak supaya mendapatkan jam tidur yang cukup. Selama liburan, kebanyakan anak akan tidur larut malam, karena ingin bermain atau menonton film kesukaannya. Hal ini akan membuat mereka tidak bisa bangun lebih awal di pagi hari. Namun, karena situasinya sudah berbeda dan mereka harus berangkat sekolah, mau tak mau Anda harus mengatur jadwal tidur anak. Usahakan si kecil tidur lebih awal untuk mendapatkan jam tidur yang cukup dan bisa bangun lebih awal, sehingga tidak telat ke sekolah.
Baca juga:  Para Ibu Disarankan Memberikan Makanan Omega 6 Yang Bermanfaat Untuk Bayi

Selain tips-tips di atas, supaya anak Anda terhindar dari penyakit selama bersekolah, Anda harus mengajarkan cara hidup bersih dan sehat. Ajari anak Anda untuk selalu cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak fisik dengan orang di sekitarnya. Selain itu, pastikan anak Anda berjaga jarak dan memakai masker jika ada teman yang sedang sakit atau si kecil sendiri yang sedang sakit.

[1] Pranadji, Diah Krisnatuti & Nurlaela. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Stres pada Anak Usia Sekolah Dasar yang Sibuk dan Tidak Sibuk. Jurnal Ilmiah Keluarga dan Konseling IPB, Vol. 2(1): 57-63.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: