Perbedaan Folaplus dan Folavit, Mana yang Lebih Berkhasiat?

Perut wanita hamil

Penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan tubuh melalui makanan dan suplemen. Sementara ada banyak suplemen kehamilan yang beredar di pasaran, merk Folaplus dan Folavit banyak dicari orang. Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama, namun dua vitamin tersebut punya banyak perbedaan. Lalu, mana yang paling berkhasiat?

Komposisi Folaplus dan Folavit

Folaplus dan Folavit merupakan suplemen bumil yang mengandung asam folat tinggi. Asam folat sendiri adalah nutrisi yang paling dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mendukung tumbuh kembang janinnya.[1] Meskipun keduanya mengandung asam folat tinggi, berbeda dengan Folavit, Folaplus dilengkapi dengan bahan lainnya.

Dalam satu tablet Folaplus, memiliki formula berupa asam folat, vitamin B6, dan vitamin B12. Seperti yang kita ketahui, ibu hamil memang sangat membutuhkan vitamin B. Dengan adanya kandungan vitamin B pada Folaplus, suplemen tersebut juga boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui. Sementara itu, Folavit hanya boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, karena tidak dilengkapi dengan vitamin B.

Kemasan Folaplus dan Folavit

Selain berbeda komposisi, Folavit dan Folaplus juga memiliki kemasan yang berbeda. Folavit merupakan suplemen yang dikemas dalam strip berwarna putih dengan corak pink. Di bagian depan kemasan, dilengkapi dengan nama produk yang dicetak menggunakan huruf kapital tebal. Folavit sendiri merupakan salah satu produk besutan Sanbe yang juga tersedia dalam kemasan dus isi 10 strip.

Baca juga:  Ketentuan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ibu Rumah Tangga
Kemasan Folaplus dan Folavit

Kemasan Folaplus dan Folavit

Sementara itu, Folaplus dikemas dalam strip berbahan aluminium dengan kemasan berwarna kuning bercorak oranye. Di bagian depan kemasan, terdapat tulisan produk dicetak tebal berwarna hitam. Di bagian bawah nama produk, dilengkapi dengan komposisi obat serta logo pabrik. Folaplus sendiri merupakan salah satu produk suplemen yang dirilis oleh Meprofarm dan tersedia dalam kemasan dus atau pack isi 10 strip.

Indikasi Folaplus dan Folavit

Dengan komposisi yang berbeda, tentunya Folaplus dan Folavit memiliki indikasi yang berbeda. Folaplus memiliki indikasi untuk melengkapi nutrisi selama kehamilan dan menyusui, melancarkan ASI, meningkatkan kadar ASI, mencegah atau mengatasi anemia selama kehamilan, mencegah kelainan pada tabung saraf, dan memelihara kesehatan tubuh bumil.

Sementara itu, karena Folavit hanya mengandung asam folat, maka suplemen ini memiliki indikasi untuk membantu memenuhi kebutuhan asam folat pada ibu hamil dan anak-anak saja. Sebetulnya, asam folat juga dibutuhkan oleh ibu yang menyusui. Bagi pasien yang ingin mendapatkan sumber asam folat dari Folavit saat menyusui, bisa berkonsultasi dengan dokter dulu.

Baca juga:  Bagaimana Cara Memilih Tabir Surya yang Tepat?

Efek Samping Folaplus dan Folavit

Meskipun tergolong multivitamin, Folavit dan Folaplus memiliki efek samping jika pemakaiannya kurang tepat atau melebihi dosis yang dianjurkan. Untuk Folavit, suplemen tersebut bisa menyebabkan gejala alergi, mual, mulut terasa pahit, anoreksia, pola tidur berubah atau gangguan jam tidur, sulit konsentrasi, dan kadar serum vitamin B12 dalam tubuh menurun.

Ilustrasi: ibu hamil mengonsumsi suplemen (sumber: serpadres.es)

Ilustrasi: ibu hamil mengonsumsi suplemen (sumber: serpadres.es)

Sama dengan Folavit, Folaplus juga memiliki efek samping jika cara konsumsinya tidak tepat. Pemakaian Folaplus bisa menyebabkan mual, perut kembung, nafsu makan menurun, muntah, diare, dan perasaan tidak nyaman pada saluran pencernaan. Selain itu, suplemen ini juga bisa menyebabkan gejala alergi jika Anda memiliki alergi terhadap komposisinya.

Cara Konsumsi Folaplus dan Folavit

Untuk mendapatkan semua indikasi tanpa efek samping, tentu Anda harus mengonsumsinya sesuai dengan dosis atau resep dokter. Folaplus bisa dikonsumsi sebanyak 1 tablet setiap hari selama masa kehamilan atau menyusui. Suplemen ini dapat dikonsumsi setelah atau sebelum makan. Bagi Anda yang memiliki masalah pencernaan, seperti sakit maag, sebaiknya mengonsumsi multivitamin ini setelah makan. Sehingga, suplemen tidak menyebabkan rasa kurang nyaman pada pencernaan.

Baca juga:  Dosis & Efek Samping Suplemen Zat Besi Sakatonik Liver Untuk Ibu Hamil

Dilansir dari Hello Sehat, Folavit bisa dikonsumsi oleh ibu hamil sebanyak 1 kali setiap hari dengan dosis 100 hingga 1.000 mcg. Untuk kasus kekurangan asam folat, wanita hamil dianjurkan mengonsumsi sebanyak 1 tablet dengan dosis awal 250 mcg hingga 1.000 mcg, kemudian dilanjutkan dengan 250 mcg setiap harinya. Sementara, untuk anak-anak dengan usia kurang dari 18 tahun, harus sesuai dengan resep dokter.

Itulah beberapa perbedaan suplemen Folaplus dan Folavit. Dari uraian di atas, pastinya Anda sudah tahu manakah multivitamin bumil yang lebih baik. Folavit dan Folaplus sendiri saat ini sudah beredar di pasaran secara bebas. Anda bisa membelinya di apotek terdekat atau e-commerce yang lebih praktis.

[1] Septiyeni, Wisi, dkk. 2016. Hubungan Asupan Asam Folat, Zink, dan Vitamin A Ibu Hamil Trimester III terhadap Berat Badan Lahir di Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 5(1):125-128.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: