Sama-sama Obat Sariawan, Apa Perbedaan Candistin dan Kandistatin?

Ilustrasi: penderita sariawan & gangguan pada rongga mulut (sumber: healthaid.co.uk)Ilustrasi: penderita sariawan & gangguan pada rongga mulut (sumber: healthaid.co.uk)

Infeksi jamur pada rongga mulut, tenggorokan, usus, hingga vagina biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, seperti Candistin maupun Kandistatin. Nama kedua obat ini memang sepintas hampir sama. Oleh sebab itu, beberapa orang sering bertanya-tanya, apa sebenarnya perbedaan antara Candistin dan Kandistatin?

Baik Candistin dan Kandistatin memiliki kandungan yang sama di dalamnya, yakni zat Nystatin (Nistatin). Nistatin berasal dari Streptomyces noursei; namanya diambil dari New York State Department of Health (1951) dan memiliki struktur kimia yang menyerupai amfoterisin B. Resorpsinya di usus praktis tidak ada, begitu pula tidak diserap oleh kulit atau mukosa.

Sering kali zat ini digunakan pada candidiasis usus atau guna mencegahnya pada terapi dengan antibiotika berspektrum luas yang buruk resorpsinya (tetrasiklin) atau sewaktu terapi dengan kortikosteroida, juga pada candidiasis mulut (stomatitis, sariawan), atau vagina (vaginitis).[1]

Nystatin bersifat fungisid dan fungistatik tetapi tidak mempunyai sifat anti-bakterial. Bekerja dengan jalan mengikat sterol pada membran sel jamur. Nystatin yang tidak terabsorpsi diekskresikan lewat feses.Untuk kandidiasis, Nystatin bisa diberikan secara topikal maupun sistemik.

Baca juga:  Penyebab & Cara Sederhana untuk Menghilangkan Ketombe di Alis

Nystatin tersedia dalam bentuk salep, krim, serbuk untuk aplikasi topikal, suspensi untuk pemakaian sistemik/topikal (kumur dan telan), atau dalam bentuk tablet. Aplikasi salep secara topikal dilakukan dua kali sehari. Untuk perawatan kandidiasis oral, suspensi dipertahankan selama mungkin di dalam mulut sebelum ditelan (anak-anak dan dewasa 400.000-600.000 unit empat kali sehari).[2] Nah, agar Anda lebih paham, berikut penjelasan mengenai perbedaan Candistin dan Kandistatin.

Perbedaan Candistin dan Kandistatin

Seperti yang disinggung sebelumnya, obat antijamur Candistin dan Kandistatin sebenarnya sama-sama mengandung Nystatin. Candistin dan Kandistatin adalah dua obat dengan merek dagang yang berbeda, namun isi atau zat kandungannya sama, yakni Nystatin (Nistatin). Untuk diketahui, Candistin adalah obat Nystatin yang diproduksi oleh pabrikan farmasi Pharos, sedangkan Kandistatin diproduksi oleh Metiska Farma.

Lantaran kandungannya sama, efektivitas antara Candistin dan Kandistatin pada dasarnya tak jauh berbeda. Candistin tersedia dalam bentuk suspensi drop dengan kandungan Nystatin 100.000 IU/ml. Harga Candistin di apotek sekitar Rp52 ribuan per botol isi 12 ml. Sedangkan Kandistatin juga diproduksi dalam bentuk suspensi drop dengan kandungan Nystatin 100.000 IU/ml. Harga Kandistatin di apotek terpaut sedikit lebih mahal, yakni Rp55 ribuan per botol isi 12 ml.

Baca juga:  Varian Vitamin Blackmores untuk Kulit Putih dan Merona
Obat Candistin & Kandistatin

Obat Candistin & Kandistatin

Setelah mengetahui perbedaan dan persamaan antara Candistin dan Kandistatin, Anda tak perlu kebingungan lagi saat hendak menebus resep di apotik. Biasanya, jika stok dari salah satu obat tersebut sedang kosong, pihak apoteker akan menyarankan satu yang lain sebagai penggantinya.

Dosis Candistin dan Kandistatin Suspensi

  • Bayi dan anak-anak: 3-4 kali sehari sebanyak 1 ml.
  • Dewasa: 4 kali sehari sebanyak 1-2 ml.
  • Profilaksis: 1 kali sehari sebanyak 1 ml.

Aturan minum Candistin dan Kandistatin suspensi adalah dengan cara diteteskan pada rongga mulut, baru kemudian ditelan.Candistin dan Kandistatin tergolong obat keras yang dosisnya memerlukan resep dari dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

Efek Samping Candistin dan Kandistatin

  • Iritasi mulut
  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Ruam kulit

Dilansir dari Alodokter, obat dengan kandungan Nystatin seperti Candistin dan Kandistatin mungkin bisa menimbulkan efek samping yang berbeda-beda pada penggunanya. Apabila Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti detak jantung cepat (takikardia), kesulitan bernapas atau sesak napas, ruam, kulit mengelupas, melepuh di mulut, wajah atau tenggorokan bengkak, hingga disertai demam, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga:  Dengan Formula Menghidrasi Kulit, Inilah Produk Wardah yang Cocok untuk Kulit Kering

Selain itu, Nystatin topikal dan vaginal juga berpotensi menyebabkan efek samping seperti gatal-gatal atau iritasi ringan. Segerai periksakan ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius dari penggunaan Nystatin topikal dan vaginal, seperti ruam kemerahan, nyeri, rasa terbakar, atau gatal yang parah.

[1] Tjay, TH & Kirana R. 2007. Obat-Obat Penting: Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek Sampingnya. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 103.

[2] Pedersen, GW. 1996. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut (Oral Surgery). Terjemahan oleh: Purwanto & Basoeseno. Lilian Y, editor. Jakarta: EGC, hlm 202.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: