Apa Perbedaan Briket dan Arang? Mana yang Terbaik?

Arang dan briket Arang dan briket

Arang dan briket merupakan bahan bakar alternatif yang banyak digunakan untuk keperluan memasak, khususnya membakar atau memanggang bahan makanan seperti daging, ikan, hingga sayuran tertentu. Lantas, apa perbedaan dari briket dan arang? Mana yang lebih bagus untuk digunakan?

Apa Itu Arang?

Arang (charcoal) adalah kayu yang telah dipanaskan pada suhu tinggi, tetapi dalam kondisi tanpa udara sehingga tidak bisa terbakar. Semua getah dan resin yang dikandungnya mengurai atau menguap habis, menyisakan karbon hampir murni yang akan terbakar pelan-pelan, dengan tenang, dan bersih. Arang dari kayu keras yang alami, masih berbentuk potongan kayu aslinya, tidak mengandung bahan aditif dan karena itu tidak memengaruhi cita rasa makanan. Akan tetapi briket arang dibuat dari bubuk gergajian, kayu-kayu serpihan, debu arang yang dikumpulkan kemudian dicetak.[1]

Seperti diketahui, jenis arang di pasaran memang cukup beragam. Mulai dari yang paling mudah ditemukan adalah arang kayu, kemudian arang serbuk gergaji, arang sekam padi, arang tempurung kelapa, arang serasah, arang kulit buah mahoni, hingga briket arang. Masing-masing jenis arang itu tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Baca juga:  Rekomendasi Bahan Pengganti Gelatin untuk Cheese Cake

Nah, jika Anda menginginkan durasi pembakaran yang lebih lama dan juga hemat biaya, Anda bisa menggunakan arang briket. Berikut ulasannya.

Apa Itu Briket?

Arang briket biasanya berbentuk lebih rapi karena menggunakan bahan yang telah dihaluskan dan kemudian dicetak supaya hasilnya lebih seragam.Briket arang sendiri merupakan hasil dari modifikasi dan inovasi dari arang kayu. Keunggulan dari briket arang dibandingkan dengan arang kayu adalah daya tahan bakar yang lebih lama, sisa hasil pembakaran sedikit, asap yang dihasilkan sedikit, dan kadar panas yang lebih tinggi.[2]

Arang ini merupakan arang yang dibuat dari arang jenis lain yang dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicetak sesuai kebutuhan dengan campuran tepung kanji. Tujuan dari pembuatan briket arang yaitu untuk menambah jangka waktu bakar dan untuk biaya.

Arang yang sering dijadikan briket arang antara lain arang sekam, arang serbuk gergaji, dan arang serasah. Arang-arang tersebut ukurannya terlalu kecil untuk digunakan langsung dan akan cepat habis. Oleh sebab itu, arang-arang tersebutakan lebih awet jika diubah bentuknya menjadi briket arang. Untuk arang tempurung kelapa dapat dijadikan briket arang, namun hanya tempurung yang sudah hancur saja. Sedangkan tempurung yang masih utuh tak perlu dijadikan briket arang.

Baca juga:  Resep & Cara Membuat Snack Bar yang Hemat dan Praktis untuk Diet

Perbedaan Briket dan Arang

Briket arang adalah arang kayu yang diubah bentuk, ukuran, dan kerapatannya dengan cara mengepres campuran serbuk arang dan bahan perekat. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan briket arang umumnya arang atau kayu berukuran kecil yang diperoleh dari limbah penggergajian atau dari limbah lain-lain industri perkayuan.[3]

Jika dilihat dari proses pembuatannya, briket memiliki bentuk yang cenderung lebih seragam dibandingkan arang kayu biasa. Arang kayu biasanya mempunyai bentuk yang tidak beraturan dengan ukuran tak seragam antara satu dengan lainnya. Kemudian, briket juga lebih padat dibandingkan arang kayu biasa. Oleh sebab itu briket memiliki daya bakar yang lebih lama, residu atau sisa hasil pembakaran lebih sedikit, dan cenderung lebih panas dibanding arang biasa.

Dari segi harga, briket pun umumnya dijual terpaut lebih mahal dari arang. Briket arang 1 kg di pasaran dijual dengan harga sekitar Rp25 ribuan, sedangkan arang kayu biasa harganya hanya Rp7 ribuan. Baik briket maupun arang sebenarnya sama-sama bisa digunakan untuk keperluan memasak atau membakar bahan pangan. Anda bisa menyesuaikannya sendiri dengan kebutuhan. Dibanding briket, tentunya harga arang biasa jauh lebih murah meskipun kurang tahan lama.

Baca juga:  Tak Perlu Bingung, Ini Beberapa Rempah Pengganti Oregano untuk Masakan Anda

[1]Wolke, RL. 2006. Kalo Einstein Jadi Koki: Sains di Balik Urusan Dapur. Terjemahan oleh: Alex TKW. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 211.

[2]Taufik, Y., dkk. 2018. Kualitas Briket Arang Dari Limbah Arang Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binned) PT. Citra Prima Utama Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Jurnal Sylva Scienteae. 1(1): 1-12.

[3] SP., Alpian& Wahyu, S. 2021. Briket Arang dari Limbah Kayu. Pekalongan: Penerbit NEM, hlm 7.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d