Khasiat serta Perbedaan Binahong Merah dan Hijau

Daun binahong (sumber: genpi.co)Daun binahong (sumber: genpi.co)

Tanaman binahong jenisnya ada dua, yakni binahong merah dan hijau. Tak hanya untuk tanaman hias, tanaman ini juga disebut-sebut bermanfaat sebagai obat. Namun, banyak orang yang masih penasaran, sebenarnya apa perbedaan antara binahong merah dan hijau? Mana yang lebih bagus untuk pengobatan?

Binahong yang belakangan banyak ditanam sebagai tanaman hias ternyata mempunyai banyak khasiat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Tumbuhan yang berasal dari Korea ini dikenal masyarakat Tiongkok dengan namadheng san chi dan telah ribuan tahun dikonsumsi bangsa Tiongkok, Korea, Taiwan dan lain-lain.

Binahong merupakan jenis tanaman menjalar. Akarnya berbentuk rimpang. Batang binahong lunak, saling membelit dengan warna ada yang hijau (binahong berbatang warna hijau) dan ada yang berwarna merah (binahong berbatang warna merah). Perbedaan jenis binahong berdasarkan warna batangnya membedakan maksud penggunaannya sebagai bahan obat tradisional. Penyembuhan luka biasanyamenggunakan jenis binahong berbatang merah. Pencegahan penyakit ringan umumnya menggunakan jenis binahong berbatang hijau.

Binahong berdaun tunggal, bertangkai sangat pendek, tersusun berseling, berwarna hijau, berbentuk jantung. Helaian daun binahong tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk, tepi rata, permukaan licin. Daun tersebut bisa dimakan. Bagian daun inilah yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat.

Baca juga:  Bukan Hanya untuk Memasak, Ini Sederet Kegunaan Tepung Jagung yang Perlu Anda Ketahui

Kandungan Binahong

Daun binahong diperkirakan mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin. Daun tanaman tersebut memiliki kandungan antibakterial dan bersifat sitotoksik. Daun binahong juga mengandung asam oleanolik yang memiliki khasiat sebagai antiinflamasi untuk mengurangi rasa nyeri seperti pada luka bakar.

Daun binahong merah (sumber: pikiran-rakyat)

Daun binahong merah (sumber: pikiran-rakyat)

Sebenarnya hampir semua bagian tanaman binahong dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Tanaman ini diperkirakan memiliki kandungan antioksidan dan antimikroba yang tinggi. Binahong juga dipercaya oleh masyarakat dapat memiliki khasiat sebagai tanaman obat diantaranya sebagai antioksidan dan pencegah kanker.

Senyawa yang diperkirakan sebagai antioksidan dan antikanker adalah senyawa flavonoid yang terkandung dalam tanaman tersebut. Skrinning fitokimia daun binahong menunjukkan bahwa flavonoid dalam daun binahong yang bersifat antioksidan dapat menghambat kerja enzim xantinoksidase.

Secara umum binahong mempunyai potensi besar sebagai tanaman obat. Banyak hal dari tanaman ini yang masih perlu digali terutama terkait sebagai tanaman fitofarmaka. Tanaman yang menyebar melalui China ke Asia Tenggara tersebut bahkan dikenal di negara-negara Eropa maupun Amerika. Namun para ahli dari negara tersebut belum tertarik meneliti binahong secara serius dan mendalam.[1]

Baca juga:  Tak Hanya Bersih, Ini Sederet Manfaat yang Ditawarkan NuSkin Ageloc LumiSpa

Manfaat Binahong

Seluruh bagian tanaman binahong mulai dari akar, umbi, batang, daun, dan bunga sangat mujarab untuk terapi herbal. Kemampuan binahong untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit ini berkaitan erat dengan senyawa aktif yang terkandung di dalamnya seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Flavonoid dapat berperan langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus.

Daun binahong hijau (sumber: viva.co.id)

Daun binahong hijau (sumber: viva.co.id)

Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistem heterosiklik. Alkaloid memiliki aktivitas hipoglikemik. Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometrik membantu tubuh dalam proses sintesa organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Sedangkan saponin dapat menurunkan kolesterol, mempunyai sifat sebagai antioksidan, antivirus, dan antikarsinogenik dan manipulator fermentasi rumen.

Dalam daun binahong terdapat kandungan antibakterial dan sitotoksik, juga mengandung asam oleanolik yang memiliki khasiat sebagai antiinflamasi dan untuk mengurangi rasa nyeri pada luka bakar. Asam oleanolik tersebut merupakan golongan triterpenoid (antioksidan pada tanaman).[2]

Perbedaan Binahong Merah dan Hijau

Menurut Prof. Dr. Ir. Ervizal A.M. Zuhud (AMZU), MS. selaku Kepala Divisi Bioprospeksi dan Konservasi Tumbuhan Tropika Institut Pertanian Bogor, ada 2 jenis daun binahong yang dibedakan dari warnanya, yakni daun binahong merah dan hijau. Meskipun dari segi fisik keduanya terlihat berbeda, rupanya ia mengatakan bahwa kandungan dan khasiat kesehatan dari kedua jenis tanaman binahong itu tak ada bedanya.

Baca juga:  Bisa Dibikin Jadi Aneka Kue, Begini Cara Membuat Tepung Kulit Pisang

Tekstur daun binahong yang sudah dimasak akan berserat dan sedikit berlendir seperti sayuran kangkung maupun bayam. “Kalau testurnya pasti akan sedikit berlendir seperti sayuran lainnya, setelah diolah daun ini memiliki tekstur seperti daun bayam dan daun kangkung,” jelas Ervizal, seperti dilansir dari Kompas.

Daun binahong merah maupun hijau bisa diolah dengan cara direbus, diblender, maupun ditumis seperti sayuran daun pada umumnya. Untuk memasak binahong pun bisa menggunakan bumbu dapur yang sederhana seperti bawang putih beserta bumbu-bumbu penyedap lainnya.

[1]Sanjaya, IGM dkk. 2021. Perbedaan Karakter Fisiko-Kimia Ekstrak Daun Binahong Berbatang Merah Dan Daun Binahong Berbatang Hijau. Indonesian Chemistry and Application Journal. 4(2): 16-20.

[2] Yuliana, D. 2022. Perawatan Luka Perineum setelah Melahirkan dengan Menggunakan Daun Binahong(Anrederacordifolia (Tenore) Steen). Pekalongan: Penerbit NEM, hlm 24.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: