Perbedaan Afolat dan Folavit, Mana yang Terbaik untuk Ibu Hamil?

Ilustrasi: konsumsi suplemen ibu hamil (sumber: forbes)Ilustrasi: konsumsi suplemen ibu hamil (sumber: forbes)

Ibu hamil biasanya dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan juga asam folat untuk kesehatan janinnya. Asam folat bisa diperoleh dari konsumsi suplemen seperti Afolat dan Folavit. Namun, beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, apa sebenarnya perbedaan Afolat dan Folavit?

Tentang Asam Folat

Asam folat dapat dijumpai secara alami maupun sintetis. Asam folat alami dapat ditemukan pada tumbuh-tumbuhan dan hewan. Kata “folate” diambil dari bahasa Latin folium yang artinya daun, karena pada dasarnya ditemukan pada sayuran berdaun hijau tua. Kacang-kacangan termasuk sumber makanan kaya akan asam folat, seperti kacang hijau, kacang polong, kacang merah, buncis. Folat juga didapati dalam buah-buahan seperti jeruk, alpukat, dan pisang. Beberapa produk hewani juga mengandung folat seperti telur, ikan salmon, hati ayam, serta hati sapi.

Kandungan folat dalam makanan sangat bervariasi. Kandungan folat juga bisa berubah tergantung proses pengolahan makanan. Folat mudah rusak karena panas dan mudah hilang dalam air pada proses masak terutama saat sudah terendam. Kurang lebih sekitar 30%—90% folat akan rusak selama proses memasak dan penyimpanan makanan. Pada 100 gram bayam mentah terdapat sekitar 194µg DFE, namun tinggal 54µg DFE ketika disajikan dalam sup.

Baca juga:  Manfaat Masker Wajah Bioaqua Aloe Vera, Praktis Digunakan dan Cocok Bagi Pemilik Kulit Kering

Asam folat sintetis dapat ditemukan dalam sediaan suplemen dan fortifikasi bahan makanan (asam folat yang sengaja ditambahkan dalam makanan). Asam folat pada suplemen (dapat ditemukan pada tablet asam folat dengan berbagai kadar sediaan atau tablet multivitamin yang mengandung asam folat, serta tablet tambah darah dengan kandungan asam folat. Asam folat pada fortifikasi makanan biasanya pada produk tepung dan sereal.[1]

Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil

Asam folat atau bentuk sintetis dari vitamin B9 sangat penting bagi Anda yang akan hamil alias program kehamilan (promil) maupun yang sedang hamil. Setidaknya ada beberapa fungsi penting dari asam folat untuk ibu hamil, misalnya saja membantu tabung saraf bayi berkembang pada otak dan sumsum tulang belakangnya, sehingga mencegah terjadinya cacat lahir pada tabung saraf bayi.

Kondisi gangguan tabung saraf dapat menyebabkan bayi mengalami kelainan pada saraf tulang belakang yang disebut spina bifida maupun gangguan pertumbuhan otak yang disebut anencephal. Di samping itu, asam folat juga diyakini bisa mencegah terjadinya bibir sumbing atau kelainan jantung pada bayi.

Afolat dan Folavit

Afolat dan Folavit

Tak cukup sampai di situ, asam folat juga diklaim bisa membantu mencegah keguguran yang kemungkinan terjadi pada awal masa kehamilan. Pada ibu hamil, asam folat dapat mengobati anemia akibat kekurangan asam folat. Konsumsi asam folat dengan dosis atau takaran yang cukup pun dipercaya bisa mengurangi risiko preeklamsia.

Baca juga:  Masker Kefir, Alami dan Berkhasiat Mencerahkan Wajah

Dilansir dari Alodokter, agar dapat meminimalisir risiko cacat lahir, para ahli biasanya merekomendasikan para ibu hamil untuk mengonsumsi sekitar 400 mikrogram asam folat setiap harinya. Anda bisa memulai mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat setidaknya sebulan sebelum Anda merencanakan untuk hamil. Asam folat juga dapat dikonsumsi selama berbulan-bulan (sekitar usia kehamilan 4 sampai 9 bulan) sebanyak 600 mikrogram, dan ketika menyusui kebutuhan asam folat dapat dikurangi menjadi 500 mikrogram.

Perbedaan Afolat dan Folavit

Afolat merupakan suplemen asam folat produksi PT. Rama Emerald Multi Sukses yang sudah terdaftar di BPOM. Dalam setiap tablet Afolat mengandung 400mcg asam folat. Suplemen satu ini diklaim dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan dengan cara menguatkan sel telur pada istri. Selain itu, Afolat juga bisa diminum para suami untuk meningkatkan jumlah serta kualitas sperma. Afolat dibanderol sekitar Rp2 ribuan per strip isi 10 tablet.

Baca juga:  Review Lengkap & Perbandingan Produk Acne Blemish Treatment Jafra Vs Nu Skin

Sedangkan Folavit adalah suplemen produksi Sanbe yang memiliki kandungan utama asam folat atau vitamin B9. Suplemen satu ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan asam folat, khususnya bagi ibu hamil. Folavit terdiri dari 2 macam varian, yakni Folavit 400 mcg dan 1000 mcg. Suplemen Folavit 400 mg dan 1000 mg dengan harga antara Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per strip ini berguna untuk membantu pertumbuhan saraf dan otak janin supaya berjalan normal, sehingga mencegah bayi lahir cacat.

Perbedaan antara Afolat dan Folavit pada dasarnya tidak ada, karena keduanya sama-sama suplemen asam folat. Bedanya, Afolat hanya diproduksi dalam dosis 400 mcg, sedangkan Folavit tersedia dalam dosis 400 mcg dan 1000 mcg (1 mg). Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, berapa dosis suplemen asam folat yang terbaik untuk Anda.

[1] Sinaga, RCP. 2021. Hubungan Konsumsi Suplemen Asam Folat Selama Trimester Pertama Kehamilan Dengan Kejadian Celah Bibir Dan Langit-Langit Di Rumah Sakit Mitra Sejati [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: