Tidak Semua Perawatan Kecantikan Viral TikTok Aman untuk Dicoba

Ilustrasi: merawat kecantikan wajah (sumber: juaraskincare.com)Ilustrasi: merawat kecantikan wajah (sumber: juaraskincare.com)

Sosial media menjadi salah satu sumber informasi menarik saat ini, baik untuk remaja maupun dewasa. Nah, salah satu sosial media yang terbilang sedang diminati banyak orang adalah TikTok. Dari TikTok, Anda bisa mendapatkan banyak informasi, salah satunya metode perawatan kecantikan. Beberapa konten TikTok terkait treatment kecantikan bahkan viral, tetapi tidak semua yang viral di TikTok aman untuk dicoba.

Jangan Asal Coba Video Viral TikTok

Kebanyakan video TikTok yang cukup viral adalah treatment kecantikan wajah. Pada umumnya, perawatan wajah yang baik bisa dilakukan menggunakan masker wajah yang bertujuan untuk mengencangkan tonus (daya bungkus kulit) dengan kandungan bahan yang aman.[1]

Kendati demikian, banyak pembuat konten TikTok yang menyarankan berbagai macam bahan aneh. Tak hanya itu, beberapa ada yang menyarankan metode perawatan yang belum terpikirkan banyak orang. Bagi pembuat konten tersebut, mungkin itu bekerja dengan baik di wajahnya, tetapi tidak bagi beberapa orang yang mencobanya.

Dilansir dari HuffPost, tidak hanya perawatan wajah yang viral, tetapi juga perawatan rambut. Dr. Elaine Kung yang merupakan seorang ahli di bidang dermatologi pernah mendapatkan pasien dengan gejala kulit kepala gatal. Ini adalah masalah kulit yang cukup serius, karena tidak normal.

Pasiennya mengeluh, seluruh kulit kepala dan rambutnya berminyak. Tak hanya itu, sebagian kulit kepalanya berjerawat dan jerawat ini menyebar hingga ke wajah. Pasien memberi tahu Kung tentang perubahan rutinitas perawatan rambutnya. Pasiennya ini pernah mendengar, mencuci rambut setiap hari bisa membuat rambut dan kulit kepala menjadi kering. Untuk itu, dia mengikuti saran dari influencer TikTok yang menggunakan minyak zaitun setiap hari untuk rambutnya.

Baca juga:  Cara Mengolah dan Berapa Lama Mengukus Talas Agar Tidak Gatal

“Itu sebabnya Anda gatal-gatal dan berjerawat,” kata Kung. “Keringat, minyak rambut, dan kotoran akan semakin menumpuk di kulit kepala dan rambut yang terlalu berminyak. Minyak zaitun akan mengendapkan semua itu dan pori-pori akan tersumbat, inilah yang menyebabkan jerawat.”

Ilustrasi: video perawatan kecantikan di TikTok (sumber: pikiran rakyat)

Ilustrasi: video perawatan kecantikan di TikTok (sumber: pikiran rakyat)

TikTok Bisa Memberikan Contoh Buruk

Bukan menjadi masalah yang umum jika Anda ingin mencoba sebuah treatment kecantikan setelah melihat video TikTok yang viral dengan jutaan views. Namun, perlu Anda ketahui tidak semua video viral baik untuk Anda. Pembuat konten TikTok yang memenuhi syarat dapat menghasilkan pendapatan besar.

Umumnya, untuk video treatment kecantikan, uang bisa didapatkan dari sponsor atau endorsement. Ini yang membuat para influencer gencar membuat video viral. Bahkan tak sedikit yang melakukan segala cara agar kontennya trending, sehingga mendapatkan banyak sponsor.

Sementara tidak mudah membuat video yang viral, beberapa pembuat konten harus memutar otak. Tidak semua video yang baik akan viral, justru yang aneh dan unik yang banyak ditonton orang. Inilah yang mendorong para influencer, kadang ngawur dalam membuat konten, termasuk konten kecantikan. Contohnya, seperti yang dihadapi pasien yang ditangani Kung.

Baca juga:  Gejala Anda Memasuki Masa Menopause dan Cara Mengatasinya

“Dari sudut pandang medis, sangat bagus memiliki pasien yang telah meneliti perawatan dan kondisi,” kata Dr. Beth Goldstein, dokter kulit bersertifikat di Carolina. “Tapi butuh sedikit waktu untuk memperbaiki informasi yang salah.”

Contoh lain yang sering dipertontonkan TikTok mengenai treatment kecantikan yang agak nyeleneh adalah penggunaan produk. Tak jarang para influencer menggunakan produk skincare secara berlebihan, seperti mencuci muka dengan sabun terlalu banyak atau mengaplikasikan krim dan sunscreen berlebihan di wajah. Padahal, tidak semua kulit mampu menerima produk yang berlebihan, akibatnya muncul jerawat.

“Sebagian besar influencer ini tidak memiliki latar belakang medis,” kata Mina-Jacqueline Au, pendiri Vivre SkinLabs. “Mereka tidak tahu konsekuensinya. Mereka melakukan sesuatu supaya viral dan mendapatkan banyak sponsor.”

Ilustrasi: video perawatan kecantikan di TikTok (sumber: sociolla)

Ilustrasi: video perawatan kecantikan di TikTok (sumber: sociolla)

Para Ahli Kalah dengan Influencer di TikTok

Untuk memerangi informasi yang salah, sebenarnya banyak juga ahli kecantikan berlatar belakang dokter maupun dermatologis membuat konten di TikTok. Namun, itu masih kalah dengan kelihaian para influencer dalam mendapatkan penonton. Seperti yang kita tahu, keviralan video TikTok sangat dipengaruhi jumlah penonton.

“Kadang-kadang agak menyedihkan,” kata Kung. “Saya melakukan semua pekerjaan ini, tetapi saya hanya memiliki 8.000 pengikut di TikTok. Itu sangat kecil dibandingkan dengan 1 juta orang yang mengikuti influencer kecantikan umumnya. Selain itu, sebagian besar orang yang menonton video saya tidak menonton lebih dari dua hingga empat detik.”

Baca juga:  Tren Model Rambut 2018 di Beberapa Negara Versi Pinterest

Inilah yang membuat hanya sedikit orang yang mendapatkan informasi berharga mengenai kecantikan. Banyak profesional perawatan kulit merasa ini menjadi perjuangan yang berat. Apalagi membuat video tidak bisa spontan dan harus melalui proses yang panjang.

“Setiap video berdurasi 15 hingga 30 detik yang saya lakukan sebenarnya adalah dua jam kerja,” kata Kung. “Tidak hanya untuk merekam dan mengedit, saya harus memberi keterangan pada video dan memposting di tiga platform.”

Di sisi lain, bersyukurlah jika Anda adalah orang yang berpegang teguh dengan latar belakang influencer. Carilah influencer kecantikan yang ahli, terutama yang memberikan informasi secara ilmiah untuk Anda ikuti.

“Saya mendorong orang untuk melihat informasi dari berbagai sumber yang belum tentu ada di platform media sosial pilihan Anda,” kata Goldstein. “Cari sebaik mungkin untuk kredibilitas sumber informasi apapun.”

Pakar perawatan kulit juga mendesak Anda untuk menggunakan keterampilan berpikir kritis mereka. Evaluasi siapa yang membuat klaim, dan apa niat mereka. Jika ragu, hubungi spesialis.

[1] Sari, Nining Riana & Erna Setyowati. 2014. Pengaruh Masker Jagung dan Minyak Zaitun terhadap Perawatan Kulit Wajah. Journal of Beauty and Beauty Health Education Universitas Negeri Semarang, Vol. 3(1): 1-7.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: