Penyebab Relaps & Cara Penyembuhannya

relaps, kecanduan, kambuh, obat-obatan, kokain, alkohol, rehabilitasi, pasien, penderita, skizofrenia, keluarga, faktor, rawat, inap, rumah, sakit, jiwa, narkoba, dukungan, sosial, penyembuhan, terapi, penyebab Relaps, sebab, gejala, dan cara penanggulangan

Pada akhir Juli 2018, penyanyi sekaligus artis Demi Lovato ditemukan dalam keadaan overdosis di Los Angeles. Walaupun penyebabnya mungkin belum bisa diketahui dengan jelas, tetapi sumber mengatakan bahwa kini keadaan Demi sudah sadar dan ditemani dengan keluarganya.

Jika melihat ke karyanya, Demi terbilang baru saja meluncurkan sebuah lagu berjudul ‘Sober’. Di dalam lagu itu, terdapat lirik yang menyatakan bahwa ada seseorang yang sedang relaps, berusaha melepaskan diri dari kecanduan. Lirik itu berbunyi, ‘Mama, maafkan, aku kini tidak mabuk (kecanduan alkohol) lagi’.

Tidak hanya terjadi sekali ini, di tahun 2010, Demi pernah masuk ke tempat rehabilitasi dengan masalah depresi, bulimia, dan kecanduan. Pada tahun 2016, penyanyi wanita berusia 25 tahun itu mengatakan kepada majalah People bahwa dirinya tengah berjuang lepas dari alkohol, kokain, dan oxycontin.

Terkait dengan masalah relaps yang dialami Demi Lovato, seorang psikolog, Romas Buivydas, PhD, memberikan pendapatnya. Psikolog sekaligus Vice President dari klinik di Spectrum Health System di Worcester memberikan penjelasan mengenai apa itu relaps, bagaimana terjadinya, alasan terjadi relaps, dan hal lain yang terkait.

Apa Itu Relaps?

relaps, kecanduan, kambuh, obat-obatan, kokain, alkohol, rehabilitasi, pasien, penderita, skizofrenia, keluarga, faktor, rawat, inap, rumah, sakit, jiwa, narkoba, dukungan, sosial, penyembuhan, terapi, penyebab

Artis Demi Lovato (sumber: 10tv.com)

Menurut Buivydas, kemungkinan relaps terjadi pada seseorang antara 40 hingga 60 persen. Relaps sering menjadi bagian dari pemulihan. Meskipun Anda melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat, olahraga, dan minum obat, Anda masih mungkin untuk kambuh.

Baca juga:  Merk Shampo Untuk Kulit Kepala Kering dan Berketombe

Dilansir dari situs bnn.go.id, relaps atau kambuh merupakan terjadinya kembali pola lama penyalahguna (adiksi) di mana pemakaian narkoba berlangsung kembali secara rutin. Relapse akan narkoba adalah suatu tantangan yang tak terpisahkan dari proses panjang menuju kesembuhan penuh. Walaupun mantan penyalahguna sudah lepas dari ketergantungan narkoba, namun sugesti atau kecenderungan untuk menggunakan masih akan terasa. Sugesti tersebut bisa dipicu secara mendadak dan tak terkendalikan, bila situasi batin orang mulai kacau.

Relapse atau kambuh lagi bagi pengguna narkoba dan lingkungan dekatnya, merupakan masalah cukup besar yang menjadikan semua upaya menjadi tak punya arti sama sekali. Setelah berbulan bahkan bertahun menjalani terapi, rehabilitasi, dan rehabilitasi dengan biaya yang begitu besar, tiba-tiba sirna begitu saja. Untuk kembali ke posisi semula harus merangkak dari awal lagi. Sebabnya relapse bagi keluarga korban, berarti menghilangkan harapan.

Penyebab Relaps

Penyebab relaps bermacam-macam. Menurut psikolog Buivydas, relaps bisa terjadi karena ketakutan akan sesuatu, ketakutan kehilangan kendali akan sesuatu atau keadaan. Bisa juga dipicu oleh ketakutan akan kehilangan rasa senang. Mungkin ada beberapa orang yang pernah mengatakan bahwa kondisi dirinya baik-baik saja, tetapi bisa jadi keesokan harinya, kondisinya tidak baik.

relaps, kecanduan, kambuh, obat-obatan, kokain, alkohol, rehabilitasi, pasien, penderita, skizofrenia, keluarga, faktor, rawat, inap, rumah, sakit, jiwa, narkoba, dukungan, sosial, penyembuhan, terapi, penyebab

Pemabuk tidak sadarkan diri

Relaps bisa jadi karena ketakutan kehilangan karier, rasa dicintai, status, atau kendali terhadap sesuatu. Pada sebagian besar kasus, relaps mungkin saja kambuh. Pemicunya sering kali karena rasa takut.

Baca juga:  Optimals White Radiance, Rangkaian Produk Oriflame Untuk Mencerahkan Wajah

Ada beberapa orang yang benar-benar sembuh dari relaps, dan mereka memerlukan waktu sekitar 20 tahun. Tetapi, tidak menutup kemungkinan selama waktu itu, seseorang bisa saja kambuh akibat beberapa hal, seperti diberhentikan satu pihak oleh perusahaan. Bagi beberapa orang, pemicu relaps adalah karena persoalan emosional. Bisa jadi kemarahan menjadi pemicunya.

Lalu, apakah orang-orang bisa mempelajari tanda-tanda relaps? Menurut Buivydas, tentu saja bisa. Seorang terapis yang baik akan mengetahui tanda-tanda kecanduan (yang bisa berujung pada relaps) dan akan mengajarkan teknik berbeda sebagai pencegahan dan mengetahui apa yang harus dilakukan, dan mengetahui apa yang harus dilakukan pada saat-saat krisis.

Dapat diberikan contoh, misalnya saja seorang terapis akan mulai dengan bertanya mengenai pemicu, dan ‘apa yang akan Anda lakukan ketika sedang berada dalam situasi hati yang tidak menentu sehingga mendorong Anda menggunakannya (obat-obatan/alkohol) lagi?’.

Cara Penyembuhan Relaps

Jika merujuk kepada kasus Demi Lovato, apakah relaps yang dialaminya bisa sembuh? Jawabannya tergantung kepada individu masing-masing. Untuk bisa benar-benar sembuh dari relaps, harus ada tekad kuat, dan dukungan dari orang terdekat, seperti keluarga.

Relaps tidak hanya terjadi pada seseorang yang kecanduan alkohol atau obat-obatan saja, tetapi bisa juga dialami oleh penderita skizofrenia. Penderita biasanya sering mendapat perlakuan yang kurang manusiawi seperti kekerasan, diasingkan, diisolasi, bahkan dipasung. Penderita juga sering disebut sebagai orang yang kurang waras.

relaps, kecanduan, kambuh, obat-obatan, kokain, alkohol, rehabilitasi, pasien, penderita, skizofrenia, keluarga, faktor, rawat, inap, rumah, sakit, jiwa, narkoba, dukungan, sosial, penyembuhan, terapi, penyebab

Pasien berkonsultasi dengan dokter

Untuk penderita skizofrenia, relaps dapat diartikan sebagai suatu keadaan di mana seorang pasien yang telah menjalani rawat inap di rumah sakit jiwa dan diperbolehkan pulang, kemudian kembali menunjukkan gejala-gejala sebelum dirawat inap.

Baca juga:  Apakah Diabetes Merupakan Penyakit Turunan?

Gejala relaps yang bisa diamati dari pasien skizofrenia cenderung tumpang tindih, dan diagnosis dapat berpindah dari satu subtipe seiring berjalannya waktu. Sehingga, faktor penyebab kekambuhan gangguan skizofrenia sifatnya cenderung menyeluruh tidak mengacu pada subtipe tertentu.

Setiap relaps yang terjadi berpotensi membahayakan pasien dan keluarganya. Apabila relaps terjadi, maka pasien harus kembali menjalani perawatan inap di rumah sakit jiwa (rehospitalisasi) untuk ditangani oleh pihak berwenang.

Relaps memang mengikuti perjalanan pasien skizofrenia. Ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa hampir 80 persen penderita mengalami relaps berulang kali. Biasanya, relaps akan terjadi apabila keluarga hanya menyerahkan perawatan pada rumah sakit jiwa dan obat-obatan antipsikotik tanpa didukung oleh perawatan langsung dari keluarga.

Pada pasien skizofrenia, diketahui bahwa penyebab relaps adalah karena faktor keluarga. Misalnya saja hubungan dengan keluarga kurang harmonis sehingga menyebabkan pasien kambuh. Lalu juga kurangnya kasih sayang bisa menyebabkan relaps. Oleh karena itu, dukungan sosial sangat dibutuhkan dalam penyembuhan relaps.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: