Penyebab Mengapa Sulit Mempertahankan Berat Badan Ideal

Ilustrasi: menimbang berat badan (sumber: harvard.edu)Ilustrasi: menimbang berat badan (sumber: harvard.edu)

Memiliki tubuh ideal menjadi dambaan setiap orang, namun beberapa kebiasaan yang dijalani setiap hari, justru membuat kita sulit menurunkan berat badan. Berbagai macam teori dan obat diet telah dicoba, namun tetap saja berat badan tidak berkurang. Ada penyebab mengapa Anda sulit menurunkan berat badan walaupun sudah berusaha mati-matian. Hal ini berkaitan erat dengan gaya hidup dan pola makan Anda setiap hari.

“Saat ini, jika seseorang ingin menurunkan berat badan, mereka harus berkomitmen pada perubahan gaya hidup,” kata Michael Wood, direktur medis untuk operasi bariatrik (penurunan berat badan) di Harper University Hospital di Detroit Medical Center. Dan, itu benar bahkan jika seseorang menjalani operasi penurunan berat badan. Dia menambahkan bahwa perubahan paling signifikan berasal dari makan lebih sedikit kalori. Olahraga adalah kebiasaan sehat, tetapi hanya komponen kecil penurunan berat badan.

Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa hormon lapar ghrelin adalah pemicu mengapa tubuh merasa terus ingin makan. Menurut Catia Martins, asisten profesor di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Norwegia (NTNU), kebanyakan orang dengan obesitas dapat menurunkan berat badan, tetapi hanya 20 persen yang berhasil mempertahankan berat badan terbaru mereka.

Studi tersebut menunjukkan bahwa ketika kita menurunkan berat badan, perut mengeluarkan hormon ghrelin dalam jumlah lebih banyak sehingga kita merasa lapar. “Semua orang memiliki hormon ini, tetapi jika Anda kegemukan dan kehilangan berat badan, tingkat hormon itu akan meningkat,” kata Martins.

Tingkat ghrelin tersebut tidak akan menyesuaikan dari waktu ke waktu, tetap tinggi. Artinya, orang-orang yang kelebihan berat badan harus menghadapi rasa lapar yang terus berlanjut selama sisa hidup mereka.

Di sisi lain, orang yang telah kehilangan berat badan membutuhkan lebih sedikit energi untuk merawat tubuh baru yang lebih ringan. Namun mereka akan merasa lebih lapar karena tubuh sedang berusaha untuk mendapatkan berat badan itu kembali.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Physiology, Endocrinology and Metabolism tersebut meneliti nafsu makan pada pasien yang berpartisipasi dalam program penurunan berat badan komprehensif selama dua tahun. Rata-rata pasien berbobot 125 kg dan kehilangan 11 kg selama periode penelitian. Dua dari sepuluh orang berencana untuk terus menurunkan berat badan setelah program selesai.

Ilustrasi: wanita dengan berat badan ideal

Ilustrasi: wanita dengan berat badan ideal

Penelitian tersebut menyarankan bahwa penting untuk mengetahui mekanisme fisiologis mana yang dapat melawan penurunan berat badan. “Orang bisa kehilangan motivasi dan mengalami kesulitan mengikuti saran diet dan olahraga. Semua ini membuat sulit untuk mempertahankan berat baru yang lebih rendah,” tambah Martins.

Ia melanjutkan, obesitas adalah perjuangan sehari-hari untuk sisa hidup seseorang. “Kita harus berhenti memperlakukannya sebagai penyakit jangka pendek dengan memberi pasien beberapa dukungan dan bantuan, yang kemudian membiarkan mereka berjuang sendiri.”

Berat badan yang sulit turun juga berkaitan erat dengan metabolisme. Sejatinya sistem metabolisme memang memegang ranah yang cukup kompleks pada tubuh Anda, Jika kita tarik kembali, metabolisme sendiri merupakan proses di mana tubuh membakar energi untuk fungsi dasar tubuh Anda seperti detak jantung, otak, hingga pernapasan. Tidak berhenti di situ, aktivitas ini pun nyatanya juga berpengaruh besar pada departemen tubuh lainnya semisal bagian hormon. 

“Setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda, tergantung pada genetik, usia, jenis kelamin, komposisi tubuh, juga gaya hidup. Semakin kita menua, metabolisme pun akan mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena adanya hormon yang berubah dan akhirnya memengaruhi cara tubuh dalam menyimpan dan menghilangkan lemak yang ada bahkan berdampak pada cara tubuh menyerap nutrisi dan kesehatan kulit,” ujar Kristen F. Gradney, R.D., Director of Nutrition and Metabolic Services at Our Lady of the Lake Regional Medical Center. 

Nah, berikut sejumlah trik yang bisa Anda ikuti untuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh. 

Konsumsi makanan berserat

Sulit dipungkiri jika asupan makanan berperan besar dalam proses metabolisme tubuh. Mengonsumsi makanan yang tepat bisa membantu tubuh mencerna dengan baik sehingga mampu membakar lemak secara maksimal. Pilihan makanan yang kaya protein seperti dada ayam, telur, kacang kedelai bisa Anda andalkan untuk meningkatkan metabolisme. 

Ilustrasi: konsumsi makanan berserat (sumber: metro.co.uk)

Ilustrasi: konsumsi makanan berserat (sumber: metro.co.uk)

Satu yang tidak boleh terlupakan dalam asupan makanan harian Anda: serat. “Serat menjadi asupan yang sulit untuk dipecahkan oleh tubuh dan memerlukan usaha keras, sehingga tidak heran makanan berserat akan membakar banyak kalori,” tutur Bonnie Taub-Dix, RDN, seorang nutrisionis sekaligus penulis buku Better Than Dieting.

Lakukan olahraga yang tepat

Tak hanya sekadar memilih outfit hingga makeup yang harus tepat, olahraga atau exercise yang tepat pun turut memengaruhi kondisi metabolisme tubuh. Salah satu exercise yang bisa jadi opsi bagi Anda adalah High-intensity interval training alias HIIT. Mengedepankan rangkaian exercise dengan intens dan bergerak cepat, tipe olahraga ini teruji efektif dalam membakar lemak dan membantu tubuh bermetabolisme secara maksimal bahkan setelah proses workout berakhir. 

Tidur yang cukup

Anda tentu sudah tahu betapa berbahayanya ketika tubuh kekurangan tidur secara keseluruhan. Dan ternyata, dampaknya pun akan terasa pada sistem metabolisme. “Proses metabolisme tubuh dapat meningkat saat malam hari tidak jauh berbeda dengan siang hari, dan yang paling efektif serta mudah dilakukan adalah dengan tidur yang berkualitas,” ujar Dr. Candice Seti.

“Kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur justru dapat meningkatkan hasrat untuk ngemil, nafsu makan yang meningkat, serta metabolisme yang lebih rendah. Hal ini berdampak pada keinginan mengonsumsi junk food dan berakhir dengan pembakaran lemak yang lebih sedikit,” tambahnya.

Minum air putih lebih banyak

Sejak lama dikenal khasiatnya bagi tubuh, sebuah studi di London menunjukkan bahwa dengan minum air putih sebanyak 500 ml, membuat metabolisme tubuh dapat meningkat sebesar 10-30% dalam waktu satu jam. Nah, sudah terbayang betapa efektifnya air putih bagi kesehatan Anda? Tips lainnya, mengonsumsi air dingin ternyata mampu membakar kalori lebih banyak sebab tubuh akan mengeluarkan energi lebih membuatnya sama dengan suhu tubuh.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: