Penyebab dan Cara Atasi Jantung Berdebar saat Tidur

Ilustrasi: wanita tidur (unsplash: Benjamin Combs)Ilustrasi: wanita tidur (unsplash: Benjamin Combs)

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi makhluk hidup yang memiliki dua komponen, yakni kualitas dan kuantitas.[1] Jika komponen ini terganggu, maka Anda tidak bisa merasakan tidur yang nyenyak dan baik. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab tidur Anda kurang berkualitas dan berkuantitas, salah satunya perubahan detak jantung yang membuat jantung Anda berdebar saat tidur.

Penyebab Jantung Berdebar saat Tidur

Denyut nadi yang berhubungan dengan detak jantung dapat berubah sepanjang hari, termasuk ketika Anda tidur. Anda bisa merasakan denyut nadi atau detak jantung yang berfluktuasi tanpa harus menggunakan alat. Biasanya jika Anda sedang dalam keadaan fokus, Anda bisa mendengarkan suara detak jantung sendiri. Ini adalah hal yang wajar, karena denyut jantung tidak hanya bisa diketahui dengan menempelkan jari tangan di leher atau pergelangan tangan. Anda bisa mendengarkannya dengan jelas ketika sedang menutup telinga dalam keadaan hening tanpa ada polusi suara.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, detak jantung per menit ketika Anda dalam keadaan sadar dan tidak sedang melakukan aktivitas apa pun dikenal sebagai detak jantung istirahat yang berkisar antara 60 hingga 100 denyut per menit. Detak jantung ini bisa berubah menjadi lebih banyak ketika Anda bergerak, termasuk berdiri dan berjalan.

Baca juga:  Tips dan Strategi Berlari Untuk Menurunkan Berat Badan

Semakin banyak gerakan yang Anda lakukan, maka detak jantung akan semakin naik. Hal ini terbukti ketika Anda sedang olahraga. Anda akan merasakan jantung yang berdebar kencang dan ini adalah tanda bahwa denyut jantung berpacu dengan keras untuk menghasilkan detak dalam jumlah banyak. Selain itu, detak jantung bisa meningkat saat emosi Anda tidak stabil dan terguncang, seperti ketika takut, marah, dan terkejut.

Ilustrasi: wanita tidur tidak nyenyak (unsplash: Kinga Cichewicz)

Ilustrasi: wanita tidur tidak nyenyak (unsplash: Kinga Cichewicz)

Meskipun begitu, ada juga beberapa orang yang merasa berdebar ketika mereka dalam kondisi tidak bergerak atau tidur. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi orang yang sedang berolahraga atau terkejut. Penyebab perubahan detak jantung yang meningkat pada orang yang tidur sebenarnya bervariasi, tergantung dari kondisi tidurnya, apakah Anda tidur dengan kondisi ringan, nyenyak, atau REM (Rapid Eye Movement).

Seorang dokter yang menangani pasien dengan gangguan tidur dan sirkadian dari Harvard bernama Dr. Lawrence Epstein mengatakan, selama tidur, stimulasi sistem saraf Anda akan berkurang dan sebagian proses tubuh termasuk detak jantung akan melambat. Dalam waktu sekitar lima menit setelah Anda tertidur, detak jantung secara bertahap akan melambat ke denyut istirahat dan Anda akan memasuki mode tidur ringan. Suhu tubuh Anda juga akan turun disertai otot yang rileks dan mengendur. Tipe tidur ringan akan berlangsung dalam setengah malam.

Baca juga:  Diet Sehat, Mulailah Makan Banyak Kacang dan Nasi

Pada fase berikutnya, Anda akan memasuki mode tidur nyenyak yang ditandai dengan turunnya tekanan darah dan melambatnya detak jantung menjadi 20% hingga 30%. Ini adalah angka denyut jantung di bawah detak jantung istirahat Anda. Sejumlah orang dapat memasuki masa tidur ini dan membuat tidurnya berkualitas serta berkuantitas.

Namun, ada juga orang yang memasuki fase tidur lanjutan yang biasa disebut REM atau bermimpi dalam tidur. Dr. Epstein menjelaskan, pada mode tidur ini, detak jantung Anda bisa berubah dan tergantung dari aktivitas yang terjadi dalam mimpi. Jika mimpi Anda menakutkan atau melibatkan aktivitas berat, seperti berlari, maka detak jantung Anda akan meningkat. Hal ini yang membuat Anda berdebar selama tidur. Efeknya bisa terasa sesaat setelah Anda bangun tidur.

Cara Mengatasi Jantung Berdebar saat Tidur

Untuk mengatasi detak jantung yang berdebar di saat tidur, Anda bisa melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat secara teratur. Olahraga secara rutin dapat menguatkan otot jantung dan membuat jantung bisa memompa lebih banyak darah. Sehingga, ada banyak oksigen yang dikirim ke otot jantung dan organ tubuh ini tidak perlu berdetak kencang saat Anda dalam keadaan istirahat atau tidur.

Baca juga:  Bagaimana Cara Tepat Memijat Bayi Kembung?

Cara tersebut bisa Anda lakukan jika Anda masih dalam usia produktif. Sementara itu, bagi Anda yang sudah lansia, Anda bisa mengatasinya dengan cara mengonsumsi obat untuk memperlambat detak jantung. Obat seperti ini bisa Anda dapatkan dengan resep dokter dan diminum sesuai kondisi tubuh Anda. Setiap orang membutuhkan dosis obat yang berbeda, tergantung kondisi kesehatan dan jumlah detak jantung per menit.

[1] Fenny & Supriatmo. 2016. Hubungan Kualitas dan Kuantitas Tidur dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia Universitas Sumatera Utara, Vol. 5(3): 140-147.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: