Ibu Hamil Wajib Tahu! Ini Penyebab Janin Tidak Bergerak Seharian

Ilustrasi: ibu hamil dan gambar janin (sumber: minikar.ru)Ilustrasi: ibu hamil dan gambar janin (sumber: minikar.ru)

Ibu yang sedang hamil biasanya akan merasakan gerakan janin yang ada dalam kandungannya dari waktu ke waktu, seiring dengan pertambahan usia kandungan. Terkadang janin bisa bergerak terus menerus, namun kadang juga ada masa di mana janin tidak bergerak seharian. Agar lebih memahami, berikut penjelasan mengenai intensitas gerakan janin selama masa kehamilan.

Frekuensi Gerakan Janin dari Waktu ke Waktu

  • Trimester pertama: Dilansir dari Sehatq, pada trimester pertama kehamilan janin Anda akan mengalami banyak perkembangan. Tetapi, belum ada gerakan yang dapat Anda rasakan pada trimester pertama karena ukuran janin yang berada dalam bantalan pelindung rahim masih terlalu kecil untuk melakukan gerakan.
  • Awal trimester kedua: Umumnya Anda akan merasakan gerakan janin saat memasuki awal trimester kedua kehamilan. Gerakan janin akan pertama kali Anda rasakan antara minggu ke-16 sampai ke-22. Tetapi, gerakan kemungkinan besar baru terasa pada minggu ke-20 dan 22 apabila ini merupakan kehamilan pertama bagi Anda. Gerakan awal janin mungkin pada awalnya terasa seperti gelembung-gelembung yang terbang dalam perut. Ketika terasa seperti gelembung, beberapa ibu mungkin mengira hal itu karena banyaknya gas dalam perut.
  • Trimester kedua: Saat masuk pada trimester kedua, frekuensi gerakan janin akan mulai bertambah dari hari ke hari. Gerakan yang Anda rasakan mungkin dapat berupa pukulan atau tendangan. Ketika menyentuh perut, Anda bisa saja secara langsung merasakan gerakan yang dilakukan oleh janin.
  • Trimester ketiga: Di masa ini Anda mungkin akan mulai menyadari pola gerakan yang dilakukan oleh janin. Janin Anda bisa saja aktif pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi, siang, atau malam hari. Gerakan yang dilakukan oleh janin pada trimester ketiga kehamilan mungkin lebih bertenaga dari sebelumnya dan bisa saja janin tampak lebih antusias saat melakukan tendangan atau pukulan. Beberapa dari Anda bahkan dapat melihat tangan atau kaki bayi yang bergerak dari balik kulit perut.
Baca juga:  Memahami Ovulasi & Kesuburan Untuk Membantu Anda Hamil

Nah, apabila janin sudah bertambah besar, maka ruang geraknya pun akan semakin terbatas. Kala itu beberapa ibu mungkin merasakan bahwa janinnya tak bergerak seaktif biasanya. Pada kondisi tersebut, dokter kandungan mungkin mulai menyarankan Anda untuk menghitung tendangan yang dilakukan oleh janin.

Ibu hamil (sumber: babycenter.co.uk)

Ibu hamil (sumber: babycenter.co.uk)

Ibu hamil mulai dapat merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 16-18 minggu (multigravida, sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya) dan 18-20 minggu (primigravida, baru pertama kali hamil). Janin kurang bergerak seperti biasanya ibu mulai merasakan gerakan janin selama bulan ke-5 atau ke-6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan janin lebih awal. Jika janin tidur, gerakannya akan melemah. Janin harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan janin akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

Baca juga:  Dampak Penyakit Terhadap Keinginan Berhubungan Intim Dengan Pasangan

Gerakan janin berkurang bisa disebabkan oleh aktivitas ibu yang berlebihan sehingga gerak janin tidak dirasakan, kematian janin, perut tegang akibat kontraksi berlebihan ataupun kepala sudah masuk panggul pada kehamilan aterm.[1]

Penyebab Janin Tidak Bergerak Seharian

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, janin yang gerakannya tiba-tiba berkurang bisa terjadi karena berbagai faktor dan belum tentu menandakan hal yang berbahaya. Beberapa sebabnya bisa dikarenakan oleh janin yang tidur (biasanya sekitar 20-40 menit, tidak lebih dari 90 menit). Selain itu, bisa juga terjadi saat ibu sedang beraktivitas, ibu kurang makan, kondisi sedang hamil tua, dan juga karena posisi janin anterior. Posisi anterior adalah posisi saat janin menghadap punggung ibu, sehingga ibu yang sedang mengandung kurang bisa merasakan pergerakannya. Posisi anterior biasanya terjadi pada akhir trimester ketiga atau saat mendekati waktu persalinan.

Baca juga:  Resep dan Cara Membuat Kue Kering Sumpia Udang Rebon

Anda pun perlu waspada, karena janin jarang atau tidak bergerak juga dapat menandakan kondisi yang berbahaya, seperti janin kekurangan oksigen (misalnya karena terlilit tali pusat), gangguan pada plasenta, hingga pada taraf yang parah bisa saja karena bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth). Apabila janin tak bergerak setidaknya sebanyak 10 kali dalam waktu 2 jam atau perut ibu terasa nyeri saat disentuh, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

[1]Meihartati, T dkk. 2019. 1000 Hari Pertama Kehidupan (hlm 60). Yogyakarta: Deepublish.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: