Penyebab Gatal Pada Area Kewanitaan & Cara Mencegahnya

organ, kewanitaan, intim, genital, wanita, gatal, terasa, terbakar, cara, mencegah, penanganan, dokter, kondisi, kulit, kanker, vulva, menopause, jaringan, infeksi, ambeien, wasir, air, bersih, sabun, pembersih, pewangi Rasa gatal pada area kewanitaan (sumber: alev.biz)

Menjaga area kewanitaan menjadi salah satu hal penting yang wajib dilakukan oleh para wanita. Hal itu untuk menjaga area genital terhindar dari beberapa penyakit. Walaupun terkesan sepele, tetapi gatal di area genital merupakan suatu kondisi yang bisa dianggap mengganggu.

Area kewanitaan (vagina) yang gatal merupakan kondisi yang bisa terjadi pada anak-anak, dewasa hingga lanjut usia. Menurut situs alodokter.com, gatal itu cenderung tidak berbahaya. Namun, jika gatal berlanjut hingga lebih dari beberapa hari dan disertai gejala lain, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Apa saja yang mungkin bisa dijadikan penyebab area kewanitaan terasa gatal?

Kebiasaan

Rasa gatal pada area genital wanita bisa disebabkan oleh iritasi sabun baru atau pelembut kain. Jeans atau legging juga bisa berpengaruh. Pemakaian kondom, atau gesekan saat berhubungan suami istri bisa menjadi penyebab gatal.

Kulit labial pada area vital disebut sensitif terhadap perubahan cuaca seperti musim dingin. Jika Anda mungkin menderita gatal kecil atau tidak terlalu gatal, bisa dengan memeriksa deterjen yang digunakan. Terlebih jika itu deterjen baru.

Dalam hal berpakaian, sebaiknya beralih ke bahan pakaian katun dan yang longgar selama beberapa saat. Jika gejala gatal membaik, maka Anda tidak perlu khawatir. Tetapi, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Infeksi

Infeksi jamur atau kandidiasis vagina menjadi penyebab paling umum dari rasa gatal pada area kewanitaan. Infeksi jamur ini tumbuh secara berlebihan pada vagina dan vulva. Infeksi ini lebih berisiko terjadi pada wanita hamil, wanita yang mengonsumsi antibiotik, aktif berhubungan seksual, dan ketika sistem kekebalan tubuh sedang melemah. Infeksi jamur juga bisa menyebabkan keputihan yang juga menyebabkan rasa gatal di area genital wanita.

organ, kewanitaan, intim, genital, wanita, gatal, terasa, terbakar, cara, mencegah, penanganan, dokter, kondisi, kulit, kanker, vulva, menopause, jaringan, infeksi, ambeien, wasir, air, bersih, sabun, pembersih, pewangi

Gangguan pada area kewanitaan (sumber: sohu.com)

Infeksi vagina umum lain yang dapat menyebabkan gatal adalah vaginosis bakteri (bacterial vaginosis/BV). BV biasanya tidak menyebabkan kemerahan, dan biasanya terasa lebih gatal. Untuk mengobati BV, diperlukan obat sesuai resep dokter.

Baca juga:  Teknik Hair Dusting Untuk Atasi Rambut Bercabang

Vaginosis bakteri dinilai sebagai keberadaan bakteri jahat penyebab gatal. Umumnya, vaginosis bakteri diiringi gejala seperti rasa perih serta keluarnya cairan dengan bau tidak sedap dari area kewanitaan.

Ambeien/wasir

Walaupun tidak terjadi pada area kewanitaan, tetapi vagina dan rektum berjarak sekitar 2,5 cm, dan kadang susah diketahui dari mana gatal itu berasal. Gatal ini bisa ditangani dengan peningkatan konsumsi makanan yang berserat dan juga pemakaian krim khusus. Jika gatal tidak juga membaik, bisa berkonsultasi dengan gastroenterologis (ahli gastroenterologi atau ahli saluran pencernaan, hati, dan pankreas).

Kondisi kulit

Lichen sclerosis adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan kulit labia menjadi terasa gatal dan terbakar. Kulit yang terkena akan menjadi pucat atau putih dan tampak lebih tipis daripada kulit di sekitarnya.

Lichen sclerosis lebih umum terjadi setelah menopause, tetapi mungkin juga terjadi pada usia berapapun. Meskipun tergolong kronis, tetapi dapat diatasi dengan steroid tropikal atau laser.

Baca juga:  Apa Itu Unexplained Infertility dan Apakah Ada Obat Untuk Mengatasinya?

Menopause

Jaringan vagina tergolong sensitif terhadap estrogen. Sehingga, ketika kadar estrogen mulai menurun selama menopause, vagina dapat terpengaruh. Ketika aliran darah menurun, kulit vagina menjadi lebih tipis secara signifikan yang bisa menyebabkan atrofi vagina. Pada beberapa wanita, hal ini bisa membuat rasa sakit saat berhubungan seksual dan juga iritasi serta rasa terbakar.

Langkah pertama dalam mengobati atrofi vagina adalah menggunakan lubrikasi pada saat berhubungan, dan pelembap vagina khusus untuk digunakan sehari-hari. Tetapi, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mendapatkan obat terbaik.

Kanker

Kanker vulva kadang-kadang ditandai dengan rasa gatal yang persisten atau terus menerus. Biasanya, perubahan kulit juga terjadi seperti muncul benjolan, atau perubahan warna kulit menjadi coklat.

Kanker vulva menyerang permukaan luar daerah organ intim wanita. Kanker ini lebih sering menyerang wanita yang tengah mengalami menopause. Beberapa penyebab kanker ini antara lain merokok, pertambahan usia, terpapar infeksi HPV (human papillomavirus) yang merupakan salah satu penyakit menular seksual yang banyak ditemui pada wanita yang aktif secara seksual. Dan, beberapa penyebab lainnya.

organ, kewanitaan, intim, genital, wanita, gatal, terasa, terbakar, cara, mencegah, penanganan, dokter, kondisi, kulit, kanker, vulva, menopause, jaringan, infeksi, ambeien, wasir, air, bersih, sabun, pembersih, pewangi

Nyeri pada area kewanitaan (sumber: dexmedica.com)

Penanganan organ intim wanita yang gatal berbeda, tergantung dari diagnosanya. Untuk mengetahui apakah gatal yang Anda rasakan itu berbahaya atau tidak, segera konsultasikan dengan dokter. Dengan segera berkonsultasi, Anda juga bisa lebih cepat mendapatkan penanganan jika memang gatal itu tergolong berbahaya. Tetapi, secara umum, ada beberapa penanganan yang mungkin dilakukan, di antaranya:

  • Infeksi menular seksual ditangani dengan antibiotik
  • Jamur pada vagina ditangani dengan obat anti jamur yang dikonsumsi dengan cara diminum atau krim yang dioleskan pada organ intim wanita. Obat anti jamur tertentu juga bisa diberikan melalui vagina.
  • Gatal yang disebabkan karena menopause ditangani dengan krim atau tablet estrogen. Krim atau lotion estrogen kadang digunakan untuk mengatasi gatal dan inflamasi.
  • Obat-obatan antihistamin yang digunakan untuk menangani gatal akibat alergi.
Baca juga:  Mengenali Ciri-Ciri & Penanganan Kulit Yang Sensitif

Mencegah lebih baik dari mengobati. Agaknya itu bisa diterapkan untuk gejala gatal pada area kewanitaan. Tidak hanya bagi wanita dewasa, namun beberapa cara di bawah ini juga bisa diajarkan pada anak-anak atau remaja putri.

Untuk mencegah rasa gatal pada organ genital, sebaiknya hindari produk yang mengandung pewangi untuk tisu, pembalut, pantyliner, dan juga pembersih organ kewanitaan. Sebagai pengganti pembersih organ kewanitaan, bisa cukup dengan menggunakan air bersih dan sabun biasa tanpa pewangi.

Kemudian, setelah buang air besar, membersihkan anus hendaknya dilakukan dari arah depan ke belakang, bukan arah sebaliknya. Penggunaan tisu toilet setelah buang air kecil juga sebaiknya diusapkan dari arah vagina ke anus.

Bagi remaja putri dan wanita dewasa pada saat masa datang bulan, sebaiknya mengganti pembalut sesering mungkin sesuai kebutuhan. Tidak disarankan menggunakan satu pembalut dalam waktu yang lama, karena dikhawatirkan bakteri yang ada bisa menyebabkan organ kewanitaan gampang terjangkit penyakit.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: