Penyebab Diare & Referensi Susu Formula untuk Bayi Mencret Cirit Birit

Susu Bayi - www.nutraingredients.com

Seperti halnya orang dewasa, bayi dan anak-anak juga bisa menderita penyakit diare atau yang lebih dikenal dengan sebutan mencret dan cirit birit. Seorang bayi dapat dikatakan terserang diare apabila mengalami buang air besar dengan konsistensi feses yang lembek atau cair, atau bahkan hanya berupa air dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari.

Walaupun diare terkesan sepele, namun di Indonesia jumlah angka kematian anak akibat diare pada usia 1-4 tahun ternyata cukup tinggi. Tingginya angka kematian tersebut disebabkan karena anak mengalami dehidrasi dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Dehidrasi atau kekurangan cairan bisa terjadi karena tubuh kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah yang besar.

Selain kehilangan banyak cairan, bayi yang terserang diare juga mengalami gangguan keseimbangan atau hipoglikemia. Hipoglikemia bisa terjadi lantaran rendahnya kadar glukosa darah dalam tubuh, sehingga tubuh buah hati Anda akan lemah, berkeringat, kejang, bahkan pada kasus tertentu bisa sampai mengalami koma.

Susu Bayi - www.verywell.com

Susu Bayi – www.verywell.com

Untuk mengetahui apakah bayi Anda menderita diare atau tidak, hal pertama yang perlu Anda cari tahu adalah tekstur tinja sang bayi. Tinja bayi umumnya berubah warna, bau, dan tekstur sesuai dengan bahan makanan yang dikonsumsi. Gejala utama diare biasanya ditunjukkan dengan tinja yang berubah menjadi lebih encer, lebih banyak, atau frekuensinya lebih sering.

Akan tetapi Anda juga perlu lebih cermat membedakan feses bayi yang mengonsumsi ASI. Sebab bayi yang meminum ASI umumnya juga memproduksi tinja yang lebih cair. Sebaliknya, apabila feses yang dihasilkan berbentuk bulatan-bulatan kecil, keras, dan jarang terjadi, maka hal ini bisa menjadi pertanda bayi Anda mengalami konstipasi atau sembelit. Berikut panduan mendeteksi kondisi bayi berdasarkan ciri-ciri warna tinja:

  • Cokelat muda atau cokelat kekuningan biasanya ditemukan pada bayi yang mengonsumsi susu formula.
  • Hijau kehitaman atau yang juga disebut mekonium adalah tinja yang muncul saat bayi baru lahir.
  • Hijau kecoklatan adalah warna tinja pada bayi sekitar 5 hari setelah lahir
  • Kuning kehijauan merupakan warna tinja bayi yang setelah lahir mengonsumsi ASI.
  • Sedangkan tinja warna lain seperti warna cokelat pekat adalah warna setelah mengonsumsi makanan padat. Warna ini nantinya akan berubah sesuai jenis makanan yang dikonsumsi.

Penyebab Mencret pada Bayi:

  • Infeksi. Faktor paling umum yang menyebabkan bayi diare adalah infeksi seperti bakteri, virus, atau parasit yang dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang tercemar atau kontak dengan tinja penderita. Siklus penyebaran kuman bisa melalui tinja, lalat, makanan, peralatan makan, dan jari tangan.
  • Penurunan daya tahan tubuh. Ibu yang tak memberikan ASI hingga usia 2 tahun atau lebih biasanya akan membuat daya tahan tubuh bayi kurang sempurna. Bayi dengan kekurangan gizi akan mudah mengalami infeksi atau terserang virus.
  • Faktor lingkungan dan perilaku. Diare atau cirit birit bisa disebabkan oleh lingkungan atau perilaku, seperti pemberian makanan pendamping (MP) ASI terlalu dini (di bawah umur 6 bulan), botol susu kurang bersih, air yang tercemar, tidak mencuci tangan dengan bersih, dan sebagainya.
  • Keracunan makanan.
  • Alergi terhadap makanan tertentu.
  • Alergi terhadap obat-obatan tertentu.
  • Terlalu banyak mengonsumsi jus buah.
  • Intoleransi laktosa.

Cara Menangani Bayi yang Menderita Diare:

  1. Melakukan pencegahan diare dengan memberikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya. Jika ASI tidak keluar, Anda bisa memberikan alternatif susu formula yang bebas atau rendah kandungan laktosa.
  2. Jika usia bayi kurang dari 1 tahun, Anda bisa memberikan oralit dengan takaran (1 bungkus dalam 200 cc air) 1/2 gelas, dan 1 gelas untuk balita dengan umur lebih dari 1 tahun setiap kali mencret atau hingga diare berhenti. Selain oralit, Anda juga bisa memberikan air putih biasa.
  3. Berikan MP (makanan pendamping) ASI porsi kecil dan intensitasnya sering.
  4. Hindarkan pemberian jus pada bayi yang sedang mengalami mencret.
  5. Mencuci tangan penjaga bayi sampai bersih jika habis membersihkan pantat bayi atau feses bayi.
  6. Membuang diapers atau popok sekali pakai setelah terkontaminasi feses dengan dibungkus oleh plastik terlebih dahulu.
  7. Segera periksakan anak ke dokter atau puskesmas terdekat apabila bayi berak cair lebih sering, muntah berulang, makan dan minum sangat sedikit, mengalami demam, tinja berdarah, dan kondisinya tidak membaik dalam 3 hari.

Saat ini sebenarnya sudah banyak referensi merk susu formula untuk bayi mencret cirit birit yang kandungan laktosanya diklaim lebih rendah dari susu formula pada umumnya dan banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia. Ada beragam merek sufor rendah laktosa yang bisa Anda pilih, misalnya saja seperti Nutribaby Royal Soya, Bebelac FL, Nestle NAN Lactose Free (LF), Bebelove Free Lactose, SGM LLM+, Nutrilon HA, dan masih banyak lagi. Susu rendah laktosa biasanya memakai label ‘Soya’, ‘Lactose Free’, dan semacamnya.

Susu Bayi - lactationcare.com

Susu Bayi – lactationcare.com

Meski merek-merek susu bebas laktosa sangat banyak di pasaran, Anda tidak boleh sembarangan memberikan susu rendah laktosa pada sang buah hati. Pasalnya pemberian susu-susu bebas laktosa tersebut biasanya harus melalui rekomendasi dokter. Di samping itu pemberian susu bebas laktosa juga tidak bisa dilakukan dalam jangka panjang. Tak hanya susu bebas laktosa saja, pemberian obat-obatan atau penanganan khusus pada bayi sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya tidak semua kasus mencret bisa ditangani dengan cara yang sama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: