Penyebab dan Solusi Mengatasi Rambut Rontok

Penyebab, solusi, mengatasi, rambut, rontok, tipis, faktor, gen, kesehatan, tatanan, model, potongan, bob, dokter, berlebihan, normal, pria, wanita, botak, merawat, kepala,Pria dengan tingkat kebotakan maksimal

Rambut rontok bukan hanya permasalahan pria. Entah itu jangka pendek atau panjang, wanita akan kehilangan rambut dengan cara yang sama seperti pria. Mungkin tipis di seluruh, atau bagian tengah Anda bisa lebih luas dan lebih luas. Anda bahkan bisa mendapatkan area botak di kepala Anda.

Kulit kepala Anda adalah rumah bagi sekitar 100.000 helai rambut. Masing-masing memiliki siklus hidupnya sendiri. Sebuah folikel menghasilkan satu helai rambut yang tumbuh setengah inci per bulan dan menggantung selama 2 hingga 6 tahun, kemudian berhenti selama sekitar satu bulan. Ketika siklus berikutnya, rambut mulai rontok.  

Nah, sebenarnya apa penyebab rambut rontok? Tidak ada penyebab tunggal. Pemicu berkisar dari kondisi medis – sebanyak 30 – untuk stres dan faktor gaya hidup, seperti apa yang Anda makan. Gen Anda memainkan peran juga. Kadang-kadang dokter tidak dapat menemukan alasan khusus. Sebagai titik awal, ahli rambut rontok menyarankan Anda diuji untuk masalah tiroid dan ketidakseimbangan hormon. Rambut sering tumbuh kembali begitu penyebabnya diatasi.

Gejala untuk tiap jenis kerontokan rambut berbeda-beda. Ada yang hanya menyerang rambut di kepala dan ada yang menyerang rambut di bagian tubuh lain. Pria yang berusia di atas 35 tahun umumnya mengalami rambut rontok. Kebotakan ini memiliki pola spesifik, yaitu garis rambut yang bergeser naik dan cenderung membentuk huruf M, serta penipisan rambut di bagian ubun-ubun dan samping kepala.

Pada wanita, kerontokan rambut umumnya terjadi karena faktor usia dan perubahan hormon. Dampaknya terlihat jelas setelah mereka mengalami menopause. Tetapi pola penipisan rambut wanita biasanya hanya terjadi di bagian atas kepala. Rambut yang tumbuh juga lebih tipis dan lebih pendek.

Dokter menggunakan skala Savin untuk mengukur tingkat keparahan rambut rontok. Mulai dari kepadatan rambut normal hingga mahkota botak, yang langka. Skala ini membantu mendokumentasikan kebotakan pola wanita, kondisi yang mungkin dokter Anda sebut alopesia androgenik. Anda mungkin tahu itu sebagai pola kebotakan pada pria, tetapi itu mempengaruhi sekitar 30 juta wanita Amerika. Para ahli berpikir, gen dan penuaan berperan, bersama dengan perubahan hormon menopause.

Penyebab, solusi, mengatasi, rambut, rontok, tipis, faktor, gen, kesehatan, tatanan, model, potongan, bob, dokter, berlebihan, normal, pria, wanita, botak, merawat, kepala,

Wanita frustrasi akibat rambut rontok berkepanjangan

Kehilangan berhelai-helai rambut setiap hari adalah hal yang normal. Tapi tidak jika rambut rontok berlebihan hingga lebih dari 100 helai per hari. Jika rambut rontok sebanyak 50 hingga 100 helai setiap hari masih dianggap hal yang wajar. Hal tersebut seharusnya tidak akan menimbulkan masalah atau membuat kepala menjadi cepat botak. Mengapa? Karena rambut baru akan tumbuh dan menggantikan rambut rontok tersebut. Tapi rambut rontok berlebihan bisa saja terjadi, atau bahkan, pertumbuhan rambut bisa saja terganggu dan terhenti. Akibatnya, kepala bisa kehilangan mahkota indah secara sementara atau permanen.

Rambut rontok berlebihan (lebih dari 100 helai per hari) bisa disebut sebagai telogen effluvium. Kerontokan ini terjadi secara menyeluruh pada bagian kepala sehingga tidak menyebabkan kebotakan pada satu area saja (pitak). Tapi rambut tampak tipis secara keseluruhan. Menurut dokter ahli ilmu penyakit kulit, kondisi ini bisa terjadi setelah tubuh atau Anda pribadi mengalami stres atau tertekan. Selain itu, rambut rontok berlebihan hingga pertumbuhan lambat juga bisa disebabkan oleh banyak faktor berikut:

  • Kurang aktifnya kerja kelenjar tiroid.
  • Stres secara emosional, misalnya kehilangan pekerjaan, sedang menjalani proses perceraian, keluarga sakit parah, dan sebagainya.
  • Stres fisik yang intensif, seperti melahirkan.
  • Adanya perubahan hormonal, seperti yang terjadi pada wanita hamil.
  • Sedang diet alias mencoba untuk mengubah pola makan.
  • Menderita penyakit jangka pendek, seperti infeksi berat atau selesai menjalani operasi.
  • Pengobatan kanker. Kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi dapat menyebabkan jenis kerontokan rambut yang disebut anagen efluvium (kerontokan menyeluruh). Kerontokan ini juga bisa berdampak pada kulit kepala, wajah, dan tubuh. Namun sebagian besar kasus ini tidak bersifat permanen. Rambut biasanya dapat tumbuh kembali setelah beberapa bulan berhenti menjalani kemoterapi.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu, seperti antikoagulan (obat yang mengurangi kemampuan darah untuk membeku) atau beta-blocker (digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi).
  • Mengalami demam tinggi.
  • Flu.
  • Anemia parah.
  • Berat badan turun 9 kg atau lebih.
  • Baru sembuh dari sakit.
  • Berhenti mengonsumsi pil KB.
  • Kurangnya asupan zat besi, zinc, dan protein dalam tubuh.
  • Penataan rambut yang berlebihan seperti pewarnaan, pencatokan, serta pengeritingan.
  • Menggunakan produk perawatan rambut yang keras seperti hair spray dan gel rambut.
  • Mengikat rambut terlalu kencang.
Penyebab, solusi, mengatasi, rambut, rontok, tipis, faktor, gen, kesehatan, tatanan, model, potongan, bob, dokter, berlebihan, normal, pria, wanita, botak, merawat, kepala,

Menyisir rambut secara hati-hati

Mengatasi rambut tipis memang tidak mudah. Namun, biasanya Anda masih bisa mengatasinya tanpa harus pergi ke dokter. Akan tetapi, jika penipisan rambut terasa mengganggu dan semakin parah, maka Anda bisa mengonsultasikannya ke dokter untuk meminta perawatan terbaik.

Disarankan untuk konsultasi kepada dokter terlebih dahulu memakai produk-produk anti rambut rontok yang dijual bebas. Hal ini dimaksudkan agar penyebab rambut tipis dapat diketahui dengan pasti sehingga pengobatan dan perawatan yang dilakukan tepat dan efektif.

Beberapa jenis rambut yang sangat lurus dan jatuh juga membuat tampilan rambut lebih tipis dari jenis rambut lainnya. Namun, jangan khawatir, rambut tipis dan tak bervolume bisa diakali dengan tatanan rambut yang membuat rambut tampak lebih tebal. Mulai dari memilih model potongan yang sesuai, menambahkan tekstur, dan menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala.

Anda bisa memilih model potongan rambut bob panjang, karena potongan ini bisa membuat rambut tampak bervolume sehingga cocok untuk rambut tipis. Potongan bob yang panjang akan lebih memungkinkan untuk membuat lapisan-lapisan rambut yang menambah volume. Jangan lupa untuk menambahkan teknik styling dengan alat pengeriting rambut akan menambah tekstur pada rambut dan menjadikannya tampak bervolume.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: