Penyebab dan Pengertian Gumoh pada Bayi Adalah

Bayi Gumoh - nakita.grid.id

Bagi Anda yang baru saja menjadi orang tua dan memiliki anak tentu masih cukup awam dengan segala hal yang berhubungan dengan bayi, mulai dari cara menyusui, cara menggendong, hingga hal-hal yang cukup membuat panik seperti saat bayi mengalami gumoh. Pengertian gumoh atau yang juga dikenal dengan sebutan regurgitasi adalah aliran balik isi lambung ke dalam kerongkongan dan dikeluarkan melalui mulut yang berlangsung secara involunter.

Gumoh biasanya diiringi dengan sendawa, batuk, tersedak, menangis, atau cegukan beberapa saat kemudian bayi akan mengeluarkan cairan susu atau makanan yang sebelumnya telah dikonsumsi. Keadaan semacam ini biasanya cukup sering ditemui pada bayi. Setidaknya sekitar 80% bayi sehat berumur 1 bulan mengalami gumoh setidaknya 1 kali setiap hari, kemudian meningkat jadi 40-50% pada umur 6 bulan, dan menurun secara bertahap hingga 3-5% ketika memasuki usia 12 bulan.

Gumoh yang berlangsung terus menerus dengan volume banyak dan frekuensi sering akan menyebabkan paparan asam lambung pada dinding kerongkongan akan semakin meningkat, serta berpotensi merusak dinding kerongkongan (esophagitis). Jika dalam keadaan normal, asam yang ada dalam kerongkongan akan dibersihkan lewat gerak peristaltik dari kerongkongan atau produksi air liur yang ditelan oleh sang bayi.

Bayi Gumoh - perawatanbayi.com

Bayi Gumoh – perawatanbayi.com

Penyebab bayi mengalami gumoh bisa bermacam-macam. Namun umumnya disebabkan karena adanya udara yang ikut masuk ketika bayi minum susu dan udara tersebut terjebak dalam cairan. Karena sistem di lambung udara berusaha mencari posisi tertinggi, maka udara yang masuk dikeluarkan melalui sendawa. Pada bayi kasusnya berbeda karena banyak cairan susu yang ikut keluar melalui mulut atau hidung. Selain itu, gumoh juga bisa diakibatkan karena bayi yang menangis berlebihan sehingga menyebabkan banyak udara yang masuk, kepekaan terhadap makanan, atau penyakit Gastroesophageal Reflux (GERD).

Apabila bayi Anda mengalami gumoh, sebaiknya mulailah untuk membiasakan memberi susu dengan posisi bayi lebih tegak. Jika gumoh terjadi ketika bayi tidur telentang, segera miringkan badan dan kepalanya, dan usahakan kepala lebih rendah dari badan. Caranya, cukup dengan menyingkirkan bantal secara perlahan dari kepala sang bayi. Namun ingat, jangan mengangkat bayi, karena berpotensi untuk mengalami aspirasi. Lain lagi jika gumoh terjadi ketika bayi digendong tegak, maka Anda bisa sedikit membungkukkan badannya ke depan. Hal ini dilakukan untuk mencegah cairan tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.

Untuk mencegah gumoh, sebaiknya berikan ASI atau susu secara proporsional, jangan berlebihan. Sebaiknya jangan menunggu menyusui bayi saat ia benar-benar lapar, sebab itu justru akan mendorong bayi untuk tergesa-gesa saat menyusu, sehingga menyebabkan banyak udara yang masuk dan kemungkinan akan tersedak. Anda bisa memberi susu sedikit demi sedikit namun intensitasnya sering.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: