Penyebab & Cara Menghilangkan Jerawat pada Payudara

Penyebab Jerawat pada Payudara - www.orami.co.id

memang suatu permasalahan yang bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita. bukan hanya tumbuh di wajah, leher, bahu, atau punggung, tetapi juga bisa tumbuh di . Ada beberapa jerawat yang dapat tumbuh pada , yakni papula, pustula, nodul, atau kista.

Jerawat jenis papula cirinya berupa benjolan berwarna kemerahan. Jerawat pustula juga berwujud benjolan kemerahan, tetapi puncaknya terlihat putih karena terdapat nanah di dalamnya. Kemudian jerawat nodul terlihat besar dan keras, sering terasa nyeri karena masuk ke kulit bagian dalam. Sedangkan jerawat kista karakternya hampir sama dengan jerawat pustula yang mempunyai nanah di bagian dalam, tetapi lebih terasa sakit dan terlihat di permukaan kulit.

Jerawat pada Payudara - www.orami.co.id

Jerawat pada Payudara – www.orami.co.id

Ada juga jerawat di payudara kiri atau kanan yang disebabkan hal lain karena wanita sedang menyusui. Hal ini biasanya disebabkan gejala infeksi jamur. Mungkin juga timbul benjolan mirip jerawat entah di bagian areola atau area payudara lainnya yang sebenarnya karena gigitan serangga.

Penyebab Jerawat pada Payudara

Keringat

Payudara adalah area yang hampir selalu tertutupi di keseharian Anda. Oleh sebab itu area ini sering terjadi penumpukan keringat. Munculnya keringat tersebut biasanya sering bercampur dengan kotoran dan yang menjadi pemicu timbulnya jerawat di area payudara. Sebagai , jerawat biasanya disebabkan oleh seperti Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus aureus.

Agar meminimalisir tumbuhnya jerawat pada puting atau area lain di sekitar payudara, sebaiknya jagalah kebersihan dan usahakan untuk menjaga area payudara tetap berada dalam keadaan kering. Jika Anda baru saja melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, sebaiknya segera berganti bra dan pakaian.

Memakai Bra yang Terlalu Ketat

Memilih bra haruslah yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Bukan semata demi faktor estetika saja, bra yang ukurannya tepat juga akan membuat Anda lebih nyaman dalam beraktivitas. Sayangnya dalam suatu kesempatan beberapa wanita justru memilih bra yang ukurannya kurang pas atau terlalu ketat.

Bra yang ketat mungkin akan membuat payudara Anda lebih tersangga, namun dengan demikian justru akan membuat payudara Anda kesulitan bernapas dan terasa sesak karena payudara secara terus-menerus tertekan. Jika kondisinya seperti itu, keringat yang dihasilkan pun semakin banyak dan ‘terjebak’ dalam bra.

Payudara yang sulit bernapas karena bra yang terlalu ketat biasanya akan lebih rentan tumbuh jerawat. Oleh sebab itu, usahakan menggunakan bra yang ukurannya sesuai, tidak terlalu longgar, tetapi juga tidak terlalu ketat. Bagi yang hendak berolahraga, bisa menggunakan bra khusus olahraga atau sports bra. Namun pada hari-hari biasa, Anda bisa menggunakan bra yang dilengkapi cup atau busa yang lembut dan nyaman.

Hormon

Hormon yang tidak stabil bukan hanya memicu tumbuhnya jerawat di wajah saja, tetapi juga di area lain layaknya punggung maupun payudara. Tak hanya ketika hendak menstruasi, perubahan hormon pada wanita juga terjadi ketika hamil dan masa pubertas.

Faktor hormon memang belum bisa dikendalikan, namun setidaknya perlu diimbangi dengan menjalani gaya hidup sehat dengan mengurangi stres serta menghindari makanan yang berlemak, pedas, dingin, atau santan.

Kelenjar Minyak

Selain wajah, payudara juga memiliki kelenjar minyak. Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa kulit yang berminyak lebih berpotensi untuk timbul jerawat. Supaya tidak ada minyak yang menumpuk di payudara, sebaiknya bersihkan secara saksama ketika sedang mandi.

Gangguan pada Liver dan Ginjal

Jerawat pada payudara juga dapat disebabkan oleh faktor internal. Salah satunya seperti gangguan pada hati dan ginjal.

Gangguan Pencernaan

Faktor internal lainnya yang juga berpotensi menyebabkan jerawat tumbuh di payudara adalah gangguan pencernaan. Apabila sistem cerna Anda terganggu, maka jerawat bisa saja muncul di payudara karena kesalahan metabolisme lemah hingga menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di payudara dan memicu jerawat tumbuh.

Kelebihan lemak bisa berbuntut pada risiko penyakit lainnya. Oleh karena itu, untuk meminimalisir hal ini, upayakan mengonsumsi makanan sehat dan kurangi makanan cepat saji alias fast food yang biasanya penuh dengan lemak jenuh.

Faktor Keturunan

Diakui atau tidak, faktor keturunan bisa menjadi penyebab risiko dari berbagai penyakit maupun jerawat di area payudara. Apabila orang tua Anda mengalami hal serupa, maka kemungkinan besar jerawat di payudara disebabkan oleh faktor keturunan. Memang tidak ada yang bisa diubah dari hal ini selain bagaimana cara Anda merawat diri dan mencegah kebersihan agar tidak muncul jerawat pada payudara.

Cara Mengatasi Jerawat di Payudara

Untuk mengobati atau menghilangkan jerawat di payudara, Anda bisa mengoleskan krim antibiotik untuk meredakan infeksi. Akan tetapi obat tersebut harus dibeli atas petunjuk dokter. Pasalnya jerawat juga dapat muncul karena reaksi tubuh terhadap obat-obatan tertentu.  Setidaknya terdapat beberapa obat bebas untuk jerawat yang bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan jerawat di payudara, antara lain krim dan gel yang mengandung sulfur, asam salisilat, benzoil peroksida, dan resorsinol.

Menghilangkan Jerawat pada Payudara - meetdoctor.com

Menghilangkan Jerawat pada Payudara – meetdoctor.com

Walaupun jerawat pada umumnya tidak berbahaya, tetapi ada gejala jerawat di payudara yang perlu diwaspadai sebagai gejala kanker, yakni jerawat yang tampak tidak seperti jerawat biasa, terasa lebih sakit atau tidak bisa segera membaik setelah diobati dengan bebas. Demikian pula dengan jerawat di payudara yang terasa keras ketika diraba atau terlihat semakin membesar. Pastikan Anda telah berkonsultasi dan memeriksakan kondisi ini pada dokter agar bisa mendapatkan diagnosis dan terapi penyembuhan yang tepat.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: