Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi: bayi tidurIlustrasi: bayi tidur

Tidak sedikit bayi dengan warna kulit yang berubah menjadi kuning. Penyakit kuning pada bayi memang umum terjadi dan biasanya terlihat pada bayi yang baru lahir. Hal ini memang tidak berbahaya, tetapi pada beberapa kasus yang jarang terjadi, bisa menyebabkan atau menjadi masalah kesehatan yang serius. Untuk mengetahui cara mengatasinya, tentunya Anda perlu mengetahui penyebabnya.

Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi

Penyakit kuning yang dikenal dengan nama medis ikterus atau jaundice merupakan suatu kondisi klinis saat terjadi perubahan warna kuning pada kulit serta mukosa.[1] Dilansir dari Harvard Health Publishing, warna kuning yang tampak pada kulit bayi baru lahir disebabkan tingginya kadar zat bilirubin pada darah. Bilirubin ini berasal dari pemecahan sel darah merah dalam tubuh dan diproses di hati untuk mempermudah tubuh membuangnya melalui urin dan tinja.

Hati pada anak yang baru lahir membutuhkan waktu untuk bisa bekerja dengan baik, sehingga bisa menghilangkan bilirubin. Bayi baru lahir juga memiliki lebih banyak sel darah merah daripada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Sel darah merah pada bayi yang baru terbentuk tidak bisa bertahan seperti sel darah merah pada anak-anak atau balita. Faktor-faktor inilah yang membuat penyakit jaundice begitu umum pada bayi.

Ilustrasi: penyakit kuning pada kulit bayi

Ilustrasi: penyakit kuning pada kulit bayi

Masih dilansir dari sumber yang sama, ikterus biasanya akan terlihat lebih jelas atau memuncak dalam waktu dua hingga lima hari pertama kehidupan. Hal ini akan berlangsung sekitar satu hingga dua minggu jika bayi tidak minum ASI (minum susu formula). Jaundice pada bayi yang menyusu, bisa bertahan lebih lama karena perkembangan sel darah merah yang lebih pesat.

Baca juga:  Yang Bisa Orang Tua Lakukan Untuk Membantu Anak Meraih Sukses

Jika anak Anda yang baru lahir memiliki kelainan seperti ini, sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena penyakit ini diketahui juga bisa melindungi bayi. Bilirubin adalah antioksidan yang dapat melawan infeksi pada bayi yang baru lahir, karena belum memiliki zat imun dalam tubuhnya.

Namun, jika penyakit kuning pada bayi Anda tak kunjung sembuh, Anda perlu waspada. Terkadang, ikterus bisa menjadi tanda adanya permasalahan atau gangguan dalam kesehatan tubuh anak. Kadar bilirubin yang terlalu tinggi bisa memengaruhi otak secara permanen dan diketahui kasus ini terjadi setidaknya pada 1% bayi baru lahir di dunia. Diketahui pula, jaundice pada bayi yang baru lahir adalah gejala dehidrasi atau kekurangan nutrisi, infeksi atau penyumbatan usus, perbedaan golongan darah dengan ibu, memar atau cephal hematoma, penyakit enzim, dan faktor genetik.

Baca juga:  Inilah 5 Makanan Ibu Hamil Muda Agar Anak Cerdas dan Pintar

Cara Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi

Ilustrasi: dokter memeriksa bayi (sumber: healthline.com)

Ilustrasi: dokter memeriksa bayi (sumber: healthline.com)

Untuk mengetahui apakah penyakit kuning pada bayi Anda berbahaya atau tidak, Anda bisa memeriksakannya ke dokter spesialis anak dan bayi. Dokter akan memeriksa bayi menggunakan alat tertentu untuk mengambil darah anak Anda dalam kadar secukupnya. Setelah itu, darah akan diukur kadar bilirubinnya dengan prosedur lab. Uji klinis seperti ini tidak membutuhkan waktu yang lama, tetapi prosesnya sedikit rumit.

Setelah mengetahui hasilnya, dokter akan menjelaskan kepada Anda tentang kondisi si kecil. Jika hasilnya baik-baik saja, biasanya dokter hanya akan meresepkan sedikit vitamin atau hanya memberikan sedikit nasihat mengenai pemberian ASI dan susu formula. Sementara itu, untuk bayi yang memiliki masalah dengan kadar bilirubinnya, dokter akan menyarankan tes kesehatan lebih lanjut dan terapi kesehatan.

Baca juga:  Penyebab Diare & Referensi Susu Formula untuk Bayi Mencret Cirit Birit

Terapi yang paling umum diberikan pada bayi yang menderita penyakit kuning adalah fototerapi. Ini bisa Anda lakukan sendiri di rumah, dengan cara meletakkan bayi di bawah lampu khusus dengan keadaan dibungkus selimut. Cahaya lampu akan membantu tubuh bayi membuang bilirubin yang tidak diperlukan tubuh. Selain itu, Anda bisa menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi selama beberapa menit.

Cara mudah yang dilakukan banyak orang tua untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan memberi makan bayi. Berikan makanan khusus berupa susu formula untuk membantu tubuh membuang bilirubin yang tidak diperlukan. Bayi baru lahir yang diberi banyak air atau susu formula akan sering mengompol dan buang air besar setidaknya sebanyak enam kali selama 24 jam. Ini adalah proses pembuangan bilirubin yang baik untuk mengobati jaundice.

[1] Fajrian, Fatima Maulidina. 2020. Enzim Transferase dengan Bilirubin Total Penderita Ikterus Obstruktif. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Universitas Malahayati, Vol. 11(1): 176-182.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: