Penyebab ASI Kurang Lancar & Cara Mengatasinya

penyebab, asi, kurang, lancar, cara, mengatasi, IMD, inisiasi, menyusui, dini, ibu, setelah, melahirkan, bayi, buah, hati, kurang, tidur, stres, herbal, pijatan, dehidrasi, konsumsi, berbagi, prematur, pasangan, keluarga Aktivitas baru ibu setelah melahirkan, menyusui

Bagi para setelah melahirkan, secara otomatis, mereka akan memasuki peran baru sebagai , salah satunya adalah memberikan bagi buah hati. Cara pemberian yang dianggap terbaik adalah melalui Air atau .

Perlu diketahui, bahwa semua ibu hamil pada usia kehamilan 16-22 minggu sudah mulai memproduksi ASI, dan terus diproduksi sampai saat dan plasenta (ari-ari)nya terlahir. Saat plasenta terlepas, ASI dalam bentuk kolostrum siap diminum oleh melalui proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan dapat dilanjutkan saat Ibu dan dirawat bersama dalam satu kamar atau biasa disebut dengan rawat gabung.

Selama hari pertama hingga kurang lebih tiga sampai empat hari setelah melahirkan, tubuh Ibu akan menghasilkan kolostrum, yaitu ASI pertama yang dihasilkan oleh payudara selama kehamilan.

Setelah tiga atau empat hari setelah melahirkan, payudara Ibu mungkin akan terasa kencang. Saat itulah menjadi pertanda bahwa kolostrum sudah berubah menjadi ASI dan pasokan ASI akan mulai meningkat.

Namun, dalam kasus-kasus tertentu, seperti bayi prematur, Ibu mungkin tidak bisa langsung melakukan IMD. Penyebabnya adalah karena hormon oksitosinnya tidak terangsang. Tidak hanya bagi kasus bayi prematur, dalam kondisi lainnya, ASI yang kurang lancar keluarnya juga bisa terjadi. Tetapi, ASI yang kurang lancar itu bisa ditangani dengan mengetahui cara mengatasinya.

Kurangnya waktu tidur

penyebab, asi, kurang, lancar, cara, mengatasi, IMD, inisiasi, menyusui, dini, ibu, setelah, melahirkan, bayi, buah, hati, kurang, tidur, stres, herbal, pijatan, dehidrasi, konsumsi, berbagi, prematur, pasangan, keluarga

Posisi tidur tidak keruan

Kurang tidur bisa berdampak pada produksi ASI Anda. Jika memungkinkan, ambillah waktu untuk diri Anda sendiri. Diawali dengan mengurangi aktivitas dari luar, dan habiskan beberapa hari untuk melakukan kegiatan sesedikit mungkin selain bersantai dengan bayi Anda, beristirahat, makan, dan menyusui. (Tentu saja, ini lebih mudah dengan bayi pertama daripada ketika Anda memiliki yang lebih tua yang juga membutuhkan perhatian Anda.)

Stres

Meskipun stres tidak dapat menghentikan produksi susu, tetapi stres dapat menghambat aliran susu dan membuat bayi lebih sulit mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Jagalah diri sendiri agar Anda menjadi yang terbaik untuk bayi Anda. Mintalah pasangan, atau anggota keluarga untuk membantu hal-hal lain, misalnya membantu mengganti popok, menidurkan buah hati, dan lainnya.

Selain hal yang bersumber dari keluarga, Anda juga bisa memberi tahu tamu yang mungkin berencana menginap di rumah Anda, untuk menunggu menunda kunjungan mereka. Hal itu memungkinkan Anda dapat menyusui dengan tenang dan memiliki persediaan susu.

Berkomunikasi dengan sesama ibu menyusui

Carilah ibu lainnya yang juga menyusui dan bisa berbagi satu sama lain. Anda bisa menanyakan pada teman Anda apa yang bisa dibantu. Jika Anda mungkin sedang merasa kesulitan memberikan pasokan ASI, lebih baik hindari orang-orang yang tidak mendukung proses menyusui Anda atau yang membuat Anda sulit untuk menyusui.

penyebab, asi, kurang, lancar, cara, mengatasi, IMD, inisiasi, menyusui, dini, ibu, setelah, melahirkan, bayi, buah, hati, kurang, tidur, stres, herbal, pijatan, dehidrasi, konsumsi, berbagi, prematur, pasangan, keluarga

Komunikasi sesama ibu menyusui (sumber: peapodnutrition.org)

Anda mungkin pernah mendengar bahwa bir dapat merangsang pasokan susu, tetapi sebenarnya, minum alkohol malah akan menurunkan produksi susu. Sebagai contoh, sebuah penelitian menemukan bahwa setelah meminum satu atau dua gelas anggur, wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk melepaskan setetes susu pertama dan menghasilkan lebih sedikit susu secara keseluruhan.

Dehidrasi

Jika Anda mengalami dehidrasi, mungkin akan membuat produksi susu lebih sedikit. Anda akan menjadi mudah untuk sibuk dan terganggu dengan bayi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menyiapkan setidaknya sebotol air, dan simpan botol di tempat Anda biasanya menyusui. Selain itu, cobalah makan makanan alami yang kaya akan kandungan air, seperti buah dan sayuran.

Untuk menjaga suplai ASI dan Anda sendiri, jika Anda menyusui secara eksklusif, setidaknya dibutuhkan sekitar 300 hingga 500 kalori per hari lebih banyak daripada biasanya Anda butuhkan untuk menjaga berat badan sebelum kehamilan. Diet terbaik untuk wanita menyusui adalah diet yang normal, , seimbang yang kaya akan buah, sayuran, dan biji-bijian.

Konsumsi herbal

Herbal tertentu dianggap oleh beberapa orang memiliki efek meningkatkan susu bagi wanita. Salah satunya adalah fenugreek, benih yang sering digunakan dalam masakan. Suplemen lain yang umum digunakan adalah thistle. Tetapi, belum jelas adanya penelitian apakah salah satu dari suplemen itu benar-benar merangsang produksi ASI. Namun, umumnya, fenugreek dan thistle dianggap aman untuk dikonsumsi saat menyusui.

Walaupun dinilai aman, tetapi sebaiknya Anda menghindari fenugreek selama kehamilan, karena dapat menyebabkan kontraksi uterus. Bicarakan dengan dokter Anda sebelum menggunakan suplemen herbal apa pun.

penyebab, asi, kurang, lancar, cara, mengatasi, IMD, inisiasi, menyusui, dini, ibu, setelah, melahirkan, bayi, buah, hati, kurang, tidur, stres, herbal, pijatan, dehidrasi, konsumsi, berbagi, prematur, pasangan, keluarga

Menu makanan sehat buah dan sayur

Anda tidak perlu makan makanan tertentu untuk memproduksi lebih banyak susu. Cukup makan diet seimbang yang mencakup berbagai sayuran, buah-buahan, biji-bijian, protein, dan sedikit lemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih, bawang, dan daun mint membuat ASI terasa berbeda, sehingga bayi Anda dapat menyusu lebih banyak, dan Anda memproduksi lebih banyak susu. Jika bayi Anda tampaknya tidak nyaman setelah Anda makan brokoli, kubis, atau kacang-kacangan, sebaiknya berhenti mengonsumsinya terlebih dahulu.

Melakukan pijatan pada payudara Anda

Pijat payudara dapat membantu meningkatkan volume dan kandungan lemak susu. Ketika bayi Anda menyusui dengan posisi yang dinilai nyaman, pijat payudara Anda di dekat dada dan kemudian sedikit lebih jauh ke arah puting, dan tunggu bayi menelan ASI Anda. Lanjutkan dengan memijat area lain dari payudara yang sama, dan tunggu bayi untuk menelan ASI. Lakukan hal tersebut berulang kali.

Mengonsumsi obat-obatan

Beberapa obat dinilai dapat memengaruhi proses menyusui. Obat-obatan yang biasa digunakan yang dianggap bisa menghambat suplai susu Anda di antaranya antihistamin dan dekongestan, diuretik, kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen, serta beberapa obat penurun berat badan. Untuk konsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk menyusui, tidak ada salahnya menggunakan jasa seorang profesional yang berpengalaman. Pertimbangkan untuk menyewa doula postpartum (setelah melahirkan) atau konsultan laktasi untuk memberikan saran-saran dalam merawat bayi, terutama bagi Ibu baru.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: