Penyebab Alergi Kondom Ternyata Tak Hanya Lateks

Alergi Kondom - (Photo: Anq Alergi Kondom - (Photo: Anqa)

Ketika Anda dalam keadaan memiliki gairah seksual yang tinggi bersama pasangan baru dan ingin mendapatkan beberapa pengaman, kemungkinan besar Anda tidak lagi mengkhawatirkan tentang alergi pengaman atau kondom. Meski jarang terjadi, (diperkirakan 3% orang memiliki alergi kondom), namun gangguan alergi kondom dinyatakan ada. Keinginan untuk berhubungan badan dengan lebih aman, justru menyebabkan penyakit yang serius.

Apabila setelah melakukan hubungan seks, Anda melihat ruam atau rasa terbakar dan gatal pada alat kelamin Anda, kemungkinan Anda mengalami alergi lateks ringan.

Lateks merupakan kondom yang terbuat dari karet tentunya diambil karet alami yang berkualitas tinggi. Lateks juga adalah karet yang sangat elastis dan telah dibuktikan mampu membentang lebih dari 800% sebelum akhirnya putus atau rusak.

Seperti yang dikatakan oleh Jonathan Schaffir, MD, dilansir dari Self, “alat kelamin wanita cenderung merasakan reaksi alergi tersebut sehari setelah melakukan penetrasi seksual, dan hal itu akan hilang dalam empat hari. Dengan menggunakan sedikit krim hidrotoksin akan membuat pengidap alergi merasa lebih baik,”.

Namun, meski jarang terjadi, reaksi yang timbul dari alergi kondom ini dapat menyebabkan tekanan darah rendah dan anafilaksis yang dapat mengancam jiwa, seperti yang dijelaskan oleh Mayo Clinic. Alergi ini merupakan gejala serius dan memerlukan perhatian .

Jadi, jika Anda atau pasangan Anda mendapati diri memiliki alergi tersebut, yang mungkin muncul setelah Anda berhubungan seks dengan menggunakan kondom lateks atau  berbahan dasar karet, sangat penting untuk Anda beralih dengan menggunakan alternatif kondom yang terbuat dari plastik (seperti Skyn atau Durex Avanti) atau memilih metode lain yang bisa menghalangi kehamilan (termasuk penggunaan kondom wanita). Kondom kulit domba juga bisa digunakan sebagai alternatif pilihan lainnya, akan tetapi kondom jenis ini hanya dapat melindungi terhadap kehamilan, bukan IMS.

Alergi Kondom - (Photo: TheAndrasBarta)

Alergi Kondom – (Photo: TheAndrasBarta)

Akan tetapi, lateks bukan satu-satunya bahan dasar kondom yang bisa menimbulkan reaksi yang tidak menyenangkan. Seperti yang dijelaskan oleh Bedsider, bahwa Spermisida, termasuk jenis yang ada pada beberapa kondom dapat menyebabkan reaksi alergi yang terasa seperti iritasi pada vagina. Selain itu, bahan pelumas, pewarna dan penyedap dalam komposisi pembuatan kondom memungkinkan terjadinya reaksi serupa. Hal ini mungkin juga menjadikan alergi terhadap kandungan protein dalam air mani,

Hal ini berarti, jika Anda ataupun pasangan Anda memiliki reaksi konsisten terhadap kondom (bahkan yang ringan sekalipun), sebaiknya periksakan dengan spesialis kelamin Anda untuk mendapatkan penanganan. Penggunaan kondom internal, atau kondom wanita dianggap menjadi alternatif yang baik karena selain dapat mencegah kehamilan, juga memberikan perlindungan terhadap IMS.

Bentuk pengaman lainnya, seperti pil KB juga diyakini lebih efektif daripada penggunaan kondom, namun tidak memberikan Anda keamanan dari infeksi seperti gomore dan klamidia. Maka dari itu, untuk solusi yang efektif bisa didapatkan dari saran dokter sebelum memutuskan untuk memilih jenis pengaman guna mencegah kehamilan.

Namun satu hal yang perlu diingat bahwa beberapa kondisi lain bisa menyebabkan reaksi alergi serupa. Misalnya, infeksi ragi juga bisa menyebabkan iritasi dan gatal yang menyakitkan di daerah vagina.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: