Jangan Panik! Lakukan Hal Ini Jika Si Kecil Punya Asma

Ilustrasi: serangan asma pada anak (sumber: beaumonteh.com)

Asma bisa menyerang siapapun, termasuk anak-anak dan ini membuat sebagian besar orang tua merasa cemas juga khawatir jika penyakit si kecil kambuh. Namun, jangan panik jika buah hati Anda didiagnosis memiliki asma. Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk menurunkan tingkat kepanikan Anda sekaligus mengambil langkah tepat dalam perawatan si kecil yang asma.

Apa Itu Asma?

Asma merupakan gangguan inflamasi kronik pada saluran napas yang melibatkan banyak sel-sel inflamasi seperti eosinofil, sel mast, dan leukotrin, yang berhubungan dengan hiperresponsif jalan napas yang menimbulkan episode berulang dari mengi (wheezing), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk terutama pada malam dan pagi dini hari. [1] Dilansir dari Harvard Health Publishing, asma juga dikenal sebagai penyakit paru-paru kronis yang paling umum pada anak dan di AS, ada sekitar 6 juta anak yang menderita asma.

Sementara bernapas adalah kunci kehidupan, asma menjadi salah satu faktor yang membuat hidup terasa sulit, apalagi bagi anak-anak. Ini tidak hanya mengarah pada gejalanya, tetapi juga kunjungan ke dokter atau ruang gawat darurat, rawat inap, bolos sekolah, hingga bolos kerja untuk orang tuanya.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengajarkan Literasi Media pada Anak?

Kabar baiknya adalah asma bisa diobati sejak dini. Itu jika orang tua, anak, dan dokter bekerja sama dengan baik. Anak penderita asma dapat menjalani kehidupan yang sehat dan normal. Inilah yang perlu Anda ketahui dan lakukan.

Ilustrasi: memeriksa kesehatan anak (sumber: maxhealthcare.in)

Ilustrasi: memeriksa kesehatan anak (sumber: maxhealthcare.in)

Lakukan Hal ini Jika Anak Asma!

Kenali Gejala Asma Anak Anda

Mengi jelas merupakan gejala asma paling umum, tetapi batuk kering yang terus-menerus juga bisa terjadi pada beberapa anak. Gejala ini biasanya terjadi pada malam hari. Tak hanya itu, perhatikan tanda-tanda bahwa seorang anak kesulitan bernapas. Salah satu tandanya adalah kulit bagian perut dan tulang rusuk yang tertarik. Kesulitan berbicara dalam kalimat yang panjang adalah tanda lain dari ini.

Ketahui Pemicu Asma Anak Anda

  • Ada banyak pemicu asma yang berbeda, termasuk infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu biasa. COVID-19 termasuk dalam kategori ini, itulah sebabnya anak-anak dengan asma harus vaksin.
  • Alergen luar ruangan seperti serbuk sari bunga juga bisa memicu gejala asma. Di sisi lain, allergen dalam ruangan seperti tungau, bulu hewan peliharaan, debu, dan jamur bisa memicu sesak napas pada pasien asma.
  • Beberapa anak akan mengalami kesulitan bernapas, bahkan dengan olahraga ringan, sementara yang lain hanya mengalami masalah dengan olahraga berat atau olahraga jika ada pemicu lain juga (seperti pilek atau alergi).
  • Perubahan cuaca, terutama ke cuaca yang lebih dingin. Beberapa anak dapat batuk dan sesak napas saat berada di ruangan ber-AC yang terlalu dingin.
  • Stres juga bisa meningkatkan risiko gejala asma anak. Stres mempengaruhi tubuh kita dalam berbagai cara, dan pada beberapa orang dapat memicu asma mereka atau memperburuknya.
Ilustrasi: mengatasi asma pada anak (sumber: molekule.science)

Ilustrasi: mengatasi asma pada anak (sumber: molekule.science)

Pahami Obat Asma Anak Anda

  • Contohnya adalah albuterol, levalbuterol, formoterol, atau ipratropium. Dikenal sebagai penyelamat utama saat asma. Obat ini dihirup dan bekerja dengan melonggarkan saluran pernapasan. Obat ini bisa diberikan melalui inhaler dosis terukur atau mesin nebulizer.
  • Steroid inhalasi. Ini bekerja dengan mengurangi peradangan di paru-paru dan membuat obat pengontrol cenderung tidak bereaksi terhadap pemicu. Obat pengontrol biasanya diberikan secara teratur untuk mencegah gejala.
  • Inhaler gabungan. Ini terdiri dari steroid inhalasi dan bronkodilator. Inhaler gabungan sangat berguna untuk pasien dengan asma akut. Kadang-kadang obat digunakan dalam SMART (Single Maintenance And Reliever Therapy), yakni inhaler yang sama digunakan untuk penyelamatan dan kontrol asma.
  • Steroid oral atau injeksi. Ini umumnya digunakan ketika seseorang mengalami serangan asma yang parah, tetapi beberapa orang perlu meminumnya secara teratur untuk mencegah serangan asma.
  • Obat alergi. Obat-obatan seperti loratadine, cetirizine, atau montelukast bisa sangat membantu bila ada komponen alergi terhadap asma.
  • Beberapa orang dengan asma parah memerlukan perawatan lain, seperti suntikan alergi untuk alergi parah, atau obat-obatan seperti dupilumab yang bekerja di tubuh untuk menghilangkan peradangan.
Baca juga:  Bagaimana Cara Memilih Buah Alpukat yang Siap Dikonsumsi?

Berikan Obat Asma dengan Tepat pada Anak

Jika anak Anda menggunakan inhaler, pastikan mereka melakukannya dengan benar, sehingga gejala dapat diatasi dengan baik. Anda harus bisa mengajari anak bagaimana cara memakai obatnya dengan tepat. Untuk sebagian besar inhaler umumnya dilengkapi spacer, yakni tabung yang menempel pada inhaler untuk membantu memastikan obat masuk ke paru-paru dan bukan hanya mulut atau udara di sekitarnya.

[1] Setiawan, Wayan Rika & Ani Syafriati. 2020. Literatur Review: Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Asma yang Berulang. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, Vol. 12(2).

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: