Perlukah Memakai Penutup Telinga Bayi Saat Naik Pesawat?

Ilustrasi: bayi calon penumpang pesawat (sumber: medibank.com)Ilustrasi: bayi calon penumpang pesawat (sumber: medibank.com)

Beberapa orang tua yang memiliki bayi atau anak mungkin akan kebingungan saat hendak bepergian naik pesawat. Pasalnya, mekanisme tubuh bayi masih belum sempurna untuk menyesuaikan diri dengan kebisingan dan perbedaan tekanan udara dalam pesawat. Untuk meminimalisir kebisingan dan rasa sakit pada telinga bayi saat sedang naik pesawat, penggunaan penutup telinga disebut-sebut akan sangat membantu. Namun, benarkah demikian? Berikut ini beberapa informasi yang perlu Anda ketahui seputar bepergian bersama bayi dengan naik pesawat.

Tips Bepergian Naik Pesawat dengan Bayi

  • Beberapa maskapai penerbangan meminta surat keterangan dokter berkaitan dengan kesehatan dan usia bayi. Tanyakan kepada maskapai penerbangan yang Anda gunakan dan siapkan surat beberapa hari sebelum keberangkatan.
  • Datang lebih awal untuk check in sehingga Anda dapat meminta tempat duduk di area bebas rokok dan dekat penyekat yang biasanya lebih luas dan nyaman untuk Anda dan bayi.
  • Yang terpenting: Saat pesawat tinggal landas dan mendarat, berikan bayi minum susu/ASI atau empeng sehingga bayi sering menelan dan mengunyah untuk mengurangi pengaruh perubahan tekanan udara terhadap telinganya.
  • Kabin pesawat sangat bising (100 db) dan akan lebih bising saat pesawat tinggal landas. Sebaiknya selama perjalanan gunakan kapas bulat atau penutup telinga (biasanya disediakan pihak maskapai) untuk membantu menurunkan tingkat kebisingan dan biasanya mempermudah bayi untuk tidur. Tutuplah telinga bayi dengan kain selimutnya serta dekaplah bayi untuk memberi rasa aman dan tenang.
  • Biasanya pesawat menyediakan baby cradle (buaian). Anda dapat memintanya pada pramugari.
  • Keluarlah paling akhir dari pesawat, sehingga bayi Anda tidak perlu berdesak-desakan dan Anda juga dapat membawa barang bawaan dengan lebih santai.[1]
Baca juga:  Anak Sering Alami Gangguan Tidur? Ini Mungkin Gejala ADHD

Penutup Telinga untuk Bayi Saat Naik Pesawat

Dokter anak dari Universitas California, Karen Sokal-Gutierrez MD, MPH mengungkapkan, telinga orang dewasa akan secara alami menyesuaikan perubahan tekanan udara melalui saluran eustachius, yakni saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah ke bagian belakang tenggorokan. Ketika kita menelan atau menguap, saluran tersebut akan terbuka sebentar membiarkan udara masuk dan membuat tekanan di telinga bagian tengah dan luar telinga supaya sama.

Bayi bepergian naik pesawat (sumber: travelandleisure.com)

Bayi bepergian naik pesawat (sumber: travelandleisure.com)

Tetapi, saluran eustachius pada bayi lebih sempit dan kadang sulit terbuka untuk menyamakan tekanan udara. Hal inilah yang mengakibatkan rasa sakit dan membuat bayi jadi rewel dan menangis, khususnya saat naik pesawat.

“Beberapa bayi mengalami sakit telinga di pesawat dan yang lainnya tidak. Cara yang baik untuk mencegahnya adalah dengan menyusui bayi, minum dari botol, cangkir, atau mengisap dot saat lepas landas dan mendarat. Untuk anak-anak di atas 3 tahun dapat mengunyah permen karet,” ujar Karen, seperti dikutip dari Fisherprice melalui Haibunda.

Baca juga:  Kelola Stres dan Cemas Dengan Metode Mindfulness

Tak jauh berbeda, dr FikryHamdan Yasin, SpTHT-KL dari Departemen Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala Leher RS CiptoMangunkusumo Jakarta juga mengatakan bahwa membuat anak mengunyah atau menelan saat take-off dan landing adalah cara yang dapat membantu mengurangi rasa sakit pada telinga. Dr Fikri justru berpendapat penggunaan headphone atau alat penyumbat telinga pada anak justru percuma. “Sebab yang menjadi masalah bukanlah bagian luar telinga, tetapi bagian dalam. Oleh karena itu, akan lebih baik jika anak diminta mengunyah atau menelan,” ujarnya.

Cara Memilih Penutup Telinga untuk Bayi

  • Pilih penutup telinga yang memiliki NRR (Noise Reduction Rating) di antara angka 20-26. NRR di bawah angka 20 tidak bisa melindungi pendengaran bayi dengan baik, sedangkan NRR di atas angka 26 membuat bayi tidak dapat mendengar suara sama sekali sehingga bisa saja membuat bayi merasa terisolasi.
  • Sebaiknya pilih penutup telinga yang memiliki bantalan telinga yang bisa meminimalisir suara keramaian dengan baik.
  • Pilih juga yang desainnya tidak memiliki ujung atau sudut yang keras dan tajam untuk meminimalisir risiko bayi terluka atau tergores.
  • Pilih penutup telinga yang ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran kepala bayi supaya tak mengikat terlalu kuat atau terlalu longgar.
Baca juga:  Kapan Masa Nifas Berakhir & Seperti Apa Tanda Selesai Nifas?

Langkah apapun yang Anda lakukan untuk buah hati Anda selama dalam pesawat, pastikan bayi Anda senantiasa nyaman. Dibandingkan menggunakan penutup telinga atau earmuff, memberikan ASI atau susu pada sang buah hati adalah salah satu cara paling mudah dan praktis yang bisa Anda lakukan.

[1]Suririnah. 2009. Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: