Pentingnya Melakukan Pap Smear Sejak Dini untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Melakukan Pap Smear Sejak Dini - www.progressivewomenshealthonline.com

Tampaknya di Indonesia sendiri melakukan perawatan dan pencegahan rutin terhadap kesehatan seperti melakukan pengecekan rutin ke dokter setiap 6 bulan sekali tidak menjadi hal yang begitu penting. Namun, perlu Anda ketahui bahwa melakukan perawatan atau sekadar melakukan pengecekan kesehatan secara rutin sangat penting dan perlu dilakukan. Seperti melakukan pap smear sejak dini.

Hal ini tidak hanya untuk menjaga kesehatan Anda saja, tetapi juga mengetahui bagaimana kondisi Anda dari waktu ke waktu terkait dengan penyakit yang bisa dideteksi dengan melakukan pap smear. Jika Anda pergi ke dokter ataupun klinik hanya ketika Anda merasakan gejala sakitnya saja, adanya risiko keterlambatan dan penurunan kesehatan sangatlah tinggi. Dan seperti yang Anda ketahui, pap smear sendiri merupakan salah satu jenis pengecekan terhadap kanker serviks.

Skrining kanker serviks atau pap smear tampaknya perlu dilakukan sejak dini oleh seorang wanita terkait dengan kesehatannya. Menurut American Society of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), seorang wanita harus melakukan pap smear setiap 2 tahun dimulai dari usia 21 tahun. Dan setelah usia 30 tahun, Anda bisa mulai mengurangi untuk melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali dengan syarat Anda sudah memiliki 3 pap smear normal. 

Selain itu sebuah organisasi kesehatan juga menyarankan untuk melakukan pap smear yang dikombinasikan dengan pengecekan HPV saat Anda mulai menginjak usia 30 tahun. HPV sendiri merupakan jenis virus yang dapat menginfeksi serviks pada wanita dan ini bahayanya juga hampir sama dengan kanker serviks. Namun, berbeda dengan kanker serviks, HPV dapat ditularkan sedangkan kanker serviks tidak.

Pentingnya Melakukan Pap Smear - hellosehat.com

Pentingnya Melakukan Pap Smear – hellosehat.com

Saat ini, masih banyak diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pentingnya dan cara untuk mengetes HPV dengan lebih efektif sama halnya dengan pap smear. Dan ACOG juga telah mengatakan bahwa pap smear merupakan salah satu tindakan terbaik untuk pencegahan serta mendeteksi kanker serviks sejak dini. 

Hal ini karena dengan melakukan pap smear dapat mendeteksi perubahan adanya gejala sebelum kanker serviks terjadi pada diri seorang wanita. Hal ini juga dikemukakan oleh seorang dokter dari pusat penelitian kanker. Perubahan kondisi adanya kanker serviks dari seorang wanita yang sudah terdeteksi sejak dini oleh pap smear dapat diatasi dengan mudah dan kemungkinan untuk sembuh pun tidak diragukan lagi. Namun, apabila seorang wanita terlambat dalam melakukan pap smear ini akan membutuhkan waktu dan sedikit sulit untuk diatasi.

Gejala Apa yang Sebenarnya dapat Dideteksi oleh Pap Smear?

Sebenarnya, pap smear sendiri dirancang tidak untuk mendeteksi kanker serviks pada wanita. Hal ini diungkapkan oleh seorang seorang dokter ahli kanker bernama Dr. Lancaster, ia juga mengungkapkan bahwa sebenarnya pap smear dirancang khusus untuk mendeteksi displasia serviks, atau bisa juga disebut dengan perubahan prekanker pada serviks atau rahim seorang wanita. 

Ketika Anda melakukan pap smear dan tidak ditemukannya sel-sel yang abnormal, tandanya Anda tidak mengalami displasia serviks. Sedangkan jika ditemukan tanda-tanda mengenai sel-sel yang abnormal pada serviks dan telah dideteksi oleh pap smear, maka dokter harus segera melakukan tindakan. Hal ini untuk mencari tahu penyebab perubahan sel dan mengobatinya sebelum berubah menjadi kanker. 

Seperti hampir semua jenis tes medis yang ada, hasil pap smear yang dilakukan sekali tidak 100% akurat. Untuk itu, penting bagi Anda untuk melakukan pap smear reguler dan berkala. Sehingga jika Anda kurang yakin dengan hasil test pap smear pertama, Anda bisa mengulang pap smear berikutnya. Dan jika ada 1 pap smear yang terlewat perubahannya dan dinyatakan abnormal maka Anda bisa mengambil pap smear berikutnya. 

Bagaimana Jika Anda Memiliki Hasil Tidak Normal pada Pap Smear Anda?

Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh seorang pasien yang baru pertama kali melakukan pap smear adalah bagaimana jika hasil pap smear mereka dinyatakan tidak normal. Hasil pap smear yang tidak normal atau abnormal memiliki arti bahwa sel-sel abnormal pada serviks Anda telah diidentifikasi. Tergantung pada jenis sel yang ditemukan, dengan begini dokter Anda dapat merekomendasikan Anda untuk mengulang tes dalam waktu 4 hingga 6 bulan ke depan.

Dengan hasil tes ulang tersebut, dokter dapat memilih untuk melakukan kolposkopi dengan tujuan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan serviks yang lebih baik dan mengambil sampel jaringan untuk biopsi, sehingga mereka dapat menentukan jenis sel yang terdapat pada serviks Anda. Perlu Anda ketahui bahwa selama kolposkopi, ada sebuah tabung tipis berisi kamera dengan ukuran sangat kecil dan dimasukkan dalam vagina hingga ke leher rahim Anda. 

Melakukan Pap Smear di Rumah Sakit - www.swnsdigital.com

Melakukan Pap Smear di Rumah Sakit – www.swnsdigital.com

Selama proses biopsi, dokter akan mengambil potongan kecil dari jaringan pada leher rahim Anda untuk dianalisa di bawah mikroskop. Hasil dari biopsi inilah yang menjadi penentu masalah dan cara mengatasinya terkait dengan jenis pengobatan yang harus Anda lakukan. Dalam melakukan pap smear secara rutin, pap smear sendiri dapat dihentikan ketika Anda telah memasuki usia 65 tahun. 

Apa Saja Persiapan Ketika Akan Melakukan Pap Smear?

Sebelum melakukan pap smear, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Untuk mempersiapkan diri, selain mental Anda juga tidak boleh melakukan hubungan seksual selama 3 hari sebelum melakukan pap smear. Selain itu, pastikan Anda tidak dalam kondisi datang bulan atau menstruasi saat melakukan pap smear. Hal ini karena menstruasi dapat menurunkan keakuratan hasil dari pap smear yang Anda lakukan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: