Pentingnya Komunikasi Keluarga & Hubungannya Terhadap Kecenderungan Anak Konsumsi Zat Terlarang

komunikasi, orang, tua, anak, zat, terlarang, narkoba, teman, anggota, keluarga, genetik, penggunaan, jujur, terbuka, aturan, jelas, alasan, intervensi, bantuan, profesional, dokter, peran, sosial, kelompok Ilustrasi: jalinan komunikasi dalam keluarga

Peran sebagai orang tua tampaknya tidak bisa dibilang ringan. Seperti halnya ketika sudah mulai beranjak dewasa dan mulai senang bergaul dengan teman-temannya. Orang tua mungkin memiliki kekhawatiran mengenai pengaruh buruk yang mungkin diberikan lingkungan sekitar terhadap .

Masalah yang mungkin terjadi pada anak adalah keterlibatan mereka dalam pemakaian narkoba dan minuman beralkohol. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua? Risiko masalah itu dinilai cukup tinggi. Untuk menghadapi masalah penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, dan juga alkohol, peran komunikasi antara orang tua dan anak sangatlah penting. Orang tua diharapkan dapat menjalin komunikasi dua arah dengan baik dan jelas, dan itu dianggap merupakan keputusan terbaik bagi kesehatan mental anak.

Kehidupan remaja mungkin memang susah dikendalikan oleh orang tua, tetapi setidaknya anak diberikan pengertian dan diajak berbicara mengenai mana hal baik dan buruk. Anak dengan keingintahuan yang masih tinggi sebaiknya tidak diberikan larangan tanpa adanya alasan logis.

Dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa pola berpengaruh terhadap kepribadian dan anak, terutama yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. merupakan satu organisasi sosial yang paling penting dalam kelompok sosial dan merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat yang paling utama bertanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan sosial.

Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan tahun 2010 menyebutkan bahwa jumlah pengguna narkoba mencapai 3,2 juta jiwa. Sebanyak 75 % di antaranya adalah kaum remaja.

komunikasi, orang, tua, anak, zat, terlarang, narkoba, teman, anggota, keluarga, genetik, penggunaan, jujur, terbuka, aturan, jelas, alasan, intervensi, bantuan, profesional, dokter, peran, sosial, kelompok

Ilustrasi: pengguna narkoba

Pada penelitian yang dilakukan oleh Browning & Loeber, ada dua kelompok besar faktor yang memengaruhi kenakalan remaja, salah satunya adalah perilaku orang tua dan pemantauan orang tua. Pemantauan di sini ditandai dengan orang tua yang mengetahui keberadaan anak.

Penelitian lain menyebutkan bahwa orang tua dengan anak yang menjalin komunikasi terbuka memiliki kecenderungan lebih kecil dalam menciptakan perilaku anak yang nakal.

Keluarga diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk perkembangan masa remaja karena pada masa itu, anak sedang dalam proses pencarian identitas diri sehingga memungkinkan anak untuk melakukan perbuatan melanggar norma untuk mendapatkan norma yang diinginkan anak.

Apabila hubungan anak dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya tidak harmonis, hal itu bisa tercermin dari perilaku anak yang cenderung memberontak, perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang ada, kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, destruktif, murung, pemalu, pendiam, memiliki keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru atau sedang menjadi tren, kemampuan komunikasi rendah (baik dengan orang tua atau teman), dan lainnya.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Komunikasi Antara Orang Tua & Anak

komunikasi, orang, tua, anak, zat, terlarang, narkoba, teman, anggota, keluarga, genetik, penggunaan, jujur, terbuka, aturan, jelas, alasan, intervensi, bantuan, profesional, dokter, peran, sosial, kelompok

Ilustrasi: pembicaraan serius orang tua-anak (sumber: Huffingtonpost)

Mungkin memang tidak ada satu cara yang paling ampuh dalam menciptakan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak. Namun, ada beberapa prinsip berikut yang mungkin bisa membantu.

Membuat Aturan Yang Jelas

Orang tua seringkali mengatakan kata pintar atau buat keputusan terbaik dalam berbagai kesempatan yang mungkin saja kata itu memiliki arti berbeda di setiap orang. Sebagai contohnya, orang tua yang mengatakan kepada anaknya ‘jadilah anak yang pintar’, ketika anak menanyakan apakah anak mengonsumsi minuman beralkohol atau tidak. Anak mungkin saja mengartikan kalimat itu sebagai ‘minum dengan jumlah cukup tidak apa-apa asalkan jangan sampai mabuk’.

Jadi, jika Anda sebagai orang tua ingin memberikan aturan pada anak, berilah aturan yang jelas dan spesifik. Salah satu aturan jelas yang bisa Anda berikan kepada anak seperti ‘kamu boleh pergi keluar dengan temanmu, asal pastikan kamu tidak menggunakan obat terlarang seperti ganja atau mariyuana’. Maka anak akan mengerti untuk menghindari benda-benda tersebut.

Tanya & Dengarkan Pendapat Anak (Bukan Dengan Maksud Ingin Menggurui)

Sebagai seseorang yang dewasa, Anda mungkin ingin sekali memberikan petuah yang dapat membantu anak menghindari kesalahan (mungkin kesalahan yang sama seperti yang Anda lakukan). Tetapi, hal itu mungkin akan lebih berguna untuk menarik rasa ingin tahu anak dan mendorong mereka menemukan jawabannya sendiri.

Anda bisa memulai dengan pertanyaan seperti ‘menurutmu, ganja itu apa?’. Dengan pertanyaan seperti itu, anak-anak mungkin akan lebih merasa dihormati karena pendapat dan sudut pandang mereka juga dihormati. Misalnya anak sudah mengutarakan pendapatnya, Anda bisa menanggapi dengan, ‘kalau kamu sudah tahu, lalu menurutmu apakah ganja itu baik untuk dikonsumsi?’. Anda tidak perlu setuju atau tidak setuju dengan semua perkataan anak, tetapi cukup pastikan bahwa Anda mendengar pendapat anak.

komunikasi, orang, tua, anak, zat, terlarang, narkoba, teman, anggota, keluarga, genetik, penggunaan, jujur, terbuka, aturan, jelas, alasan, intervensi, bantuan, profesional, dokter, peran, sosial, kelompok

Ilustrasi: komunikasi dua arah antara orang tua dan anak

Apabila Anak Telah Mencoba Zat Terlarang, Coba Tanyakan Apa Alasannya

Remaja mungkin saja menggunakan zat terlarang karena klaimnya yang dapat membantu mereka mengelola kecemasan, stres, mengalihkan perhatian dari yang tidak menyenangkan, atau merupakan salah satu cara supaya bisa terhubung dengan teman sebaya.

Jika anak sudah pernah mencicipi zat terlarang, Anda bisa membantu mereka mengembangkan wawasan tentang perilakunya sendiri, mengajak mereka berpikir mengenai apa yang telah anak lakukan terhadap dirinya sendiri.

Mengetahui Kapan & Bagaimana Melakukan Intervensi

Terlibat dengan remaja mengenai topik penggunaan zat terlarang bisa menjadi jalan Anda untuk mendorong anak melakukan keterbukaan dan kejujuran. Jika Anda merasa membutuhkan bantuan seorang profesional, bisa mencari bantuan dokter atau bisa seorang psikolog.

Perhatikan Riwayat Penggunaan Zat Terlarang Dalam Keluarga

Sebagian besar kecenderungan anak untuk memakai zat terlarang dikarenakan anggota keluarga lainnya yang juga menggunakan zat itu. Beberapa pendapat mengatakan bahwa gangguan penggunaan zat bisa diturunkan secara genetik. Adanya anggota keluarga yang juga menggunakan zat terlarang dianggap bisa menjadi pemicu anak mencoba zat terlarang.

Untuk mengatasi anak yang menggunakan zat terlarang, Anda sebagai orang tua bisa melakukan percakapan jujur dan terbuka dengan anak mengenai penggunaan zat yang berbahaya, , dan risiko-risikonya. Percakapan itu setidaknya akan membuat batasan secara tidak langsung pada anak, sehingga mereka bisa menghindari kemungkinan bersentuhan dengan zat terlarang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: