Apa Pentingnya ASI Eksklusif untuk Bayi?

Ibu sedang Memberikan ASI - www.verywellfamily.comIbu sedang Memberikan ASI - www.verywellfamily.com

Menyusui setelah melahirkan adalah hal terpenting yang harus dilakukan oleh seorang ibu. Menyusui tidak hanya dilakukan setelah bayi lahir saja, tetapi hingga usia bayi maksimal 2 tahun. Sayangnya, banyak ibu yang kurang memperhatikannya. Bahkan, tak sedikit orang tua memilih memberikan susu formula kepada bayi saat mereka masih berusia di bawah 3 bulan. Padahal, ASI berperan penting dalam kesehatan bayi Anda.

Menyusui atau memberikan ASI secara eksklusif pada bayi dinilai sangat penting karena dapat meningkatkan mikrobioma pada bayi. Mikrobioma sendiri merupakan seluruh mikroba yang hidup dalam tubuh manusia, hewan, tumbuhan, dan sebagainya. Bisa dikatakan, tubuh manusia sebagian besar terdiri dari mikrobioma. Keberadaan mikrobioma pada tubuh manusia sangat penting, apalagi untuk bayi.[1]

“Mikrobioma penting untuk banyak aspek kesehatan, dari kesehatan usus hingga kesehatan mental,” kata profesor Meghan Azad dari Universitas Manitoba. “Kami menemukan bahwa bayi sangat membutuhkan mikrobioma dalam perkembangannya.”

Studi terbaru menunjukkan bahwa bayi yang perkembangan mikrobiomanya terganggu melalui persalinan sesar, penggunaan antibiotik dini, dan menyusui terbatas, memiliki risiko lebih besar terhadap sejumlah kondisi kesehatan, termasuk asma, alergi, infeksi saluran pernapasan, penyakit usus, diabetes, dan obesitas.

Baca juga:  Beberapa Hal Yang Bisa Menyebabkan Tingginya Angka Kematian Bagi Ibu Setelah Melahirkan

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang lahir melalui operasi caesar memiliki perkembangan mikrobioma yang lebih cepat, jika mereka disusui secara eksklusif. Bayi yang diberi ASI eksklusif memiliki microbiome yang lebih sehat dan lebih beragam pada 6 bulan pertama dibandingkan mereka yang diberi susu formula.

Perlu Anda ketahui pula, ASI sangat penting untuk bayi karena dapat membantu mereka mendapatkan mikrobioma yang cukup. Dilansir dari WebMD, bayi lahir tanpa memiliki mikrobioma dan sistem kekebalan tubuh. Mikrobioma sendiri merupakan faktor utama bagi bayi untuk mendapatkan sistem kekebalan tubuhnya. Jadi, jika bayi tidak mendapatkan ASI, maka bayi tidak akan mendapatkan sistem kekebalan tubuh.

Memberi ASI untuk Bayi - www.medelabreastfeedingtips.ca

Memberi ASI untuk Bayi – www.medelabreastfeedingtips.ca

Inilah alasan pentingnya ibu yang baru melahirkan untuk segera menyusui bayinya. Sehingga, bayi mendapatkan sedikit sistem kekebalan imun dalam tubuhnya. Bayi yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh setelah dilahirkan, cenderung memiliki kondisi kesehatan yang lemah ke depannya. Ini juga bisa berdampak pada masa kanak-kanak hingga remaja, ketika mereka mudah terserang penyakit.

Baca juga:  Jangan Panik, Ini Yang Perlu Anda Lakukan Saat Anak Menelan Benda Asing

Azad menambahkan, menyusui adalah cara paling penting untuk mendukung mikrobioma bayi. Selain menularkan mikrobioma bermanfaat dari ibu ke bayi, ASI mengandung senyawa yang disebut ASI oligosakarida (HMO) yang berfungsi sebagai makanan utama bagi bakteri positif, termasuk Bifidobacterium dan Bacteroides.

Meskipun para produsen susu formula telah membuat produk mereka semirip mungkin dengan ASI, namun susu formula tidak akan pernah sama dengan ASI. Setiap ASI yang diberikan oleh setiap ibu kepada bayinya memiliki kandungan yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan nutrisi bayinya masing-masing. Bisa dibilang, setiap bayi akan mendapatkan ASI yang tepat dari ibu mereka sendiri-sendiri.

Ibu Disarankan Jaga Kualitas ASI

Para ibu pun perlu menjaga kualitas ASI mereka saat menyusui. Salah satu cara untuk menjaga kualitas ASI, yaitu dengan tidak mengonsumsi obat antibiotik saat hamil dan menyusui. Penggunaan antibiotik dapat membunuh semua jenis bakteri, apakah itu bakteri baik maupun buruk.

Jika Anda menggunakan obat antibiotik saat hamil atau menyusui, ini dapat mengurangi kualitas ASI Anda. ASI tidak akan memiliki cukup banyak bakteri baik yang diperlukan oleh bayi. Sehingga, bayi tidak mendapatkan asupan mikrobioma yang cukup saat kenyang minum ASI.

Kualitas ASI untuk Bayi - www.thedailybeast.com

Kualitas ASI untuk Bayi – www.thedailybeast.com

Bagi Anda yang ingin meningkatkan kualitas ASI dan kadar mikrobioma dalam ASI, Anda bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan olahan yang terbuat dari susu. Konsumsilah keju, susu kemasan, atau yogurt rendah lemak, sehingga bayi akan mendapatkan ASI berkualitas dengan jumlah mikrobioma tinggi.

Baca juga:  Jangan Tertipu Harga Mahal, Begini Cara Mengetahui Peringkat Susu Formula Terbaik

Selain menjaga kualitas ASI, Anda juga perlu menjaga kadar mikrobioma yang telah didapatkan oleh bayi. Setelah menyusui, sebaiknya Anda tidak memberikan makanan padat kepada bayi sebelum mereka berusia 6 bulan. Makanan tersebut dapat mengubah mikrobioma pada usus bayi. Sehingga, bayi mudah mengalami masalah perut, seperti sakit perut, perut kembung, dan diare.

[1] Sudarmono, Pratiwi P. 2016. Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia. Departemen Mikrobiologi Klinik FK Universitas Indonesia RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Vol. 4(2): 71-75.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: