Inilah Penjelasan Ilmiah Mengenai Ngidam Saat PMS

Ilustrasi: ngidam saat PMSIlustrasi: ngidam saat PMS

Dalam waktu tertentu, seorang wanita mengalami siklus menstruasi, dan ini sangat wajar terjadi. Saat terjadi siklus menstruasi, seorang wanita seringkali mengalami PMS atau bisa disebut dengan Premenstrual Syndrome. Gejala ini tidak hanya nyeri pada bagian perut, tetapi juga perubahan pada emosi yang bisa sewaktu-waktu terjadi. Tidak hanya itu, tampaknya PMS juga memiliki hubungan dengan gangguan nafsu makan.

Gangguan nafsu makan yang dialami tiap wanita berbeda-beda, ada beberapa wanita dengan kecenderungan memiliki nafsu makan tinggi saat PMS dan sebaliknya. Hingga muncul salah satu guyonan terkait dengan hawa nafsu para wanita saat PMS. Seperti salah satu guyonan yang cukup sering didengar terkait dengan ngidam makanan menjelang menstruasi.

Konon, seorang wanita yang mengalami PMS seringkali ingin menikmati makanan-makanan tertentu layaknya orang hamil atau disebut ngidam. Di lain hari, mungkin makanan seperti keripik kentang dan coklat akan terlihat biasa saja. Namun, ketika PMS, Anda bisa melihat kedua jenis makanan tersebut sangat istimewa dan dapat membuat nafsu makan Anda meningkat.

Penelitian Mengenai Ngidam saat PMS

“Sebagai seorang dokter obstetri dan ginekologi (OBGYN), saya sering mendengar cerita dari pasien dengan pengalaman ngidam saat menstruasi. Beberapa pasien bahkan sering ngidam kentang goreng dan es krim saat PMS,” ungkap Sara Twogood, yang merupakan seorang dokter obstetri dan ginekologi (OBGYN).

Para ilmuwan sendiri sudah lama mempelajari tentang gejala ngidam pada wanita yang mengalami PMS. Mereka meneliti sejak 1953 lalu mengenai siapa, mengapa, apa yang dimakan, sejak kapan mengidam, hingga bagaimana cara mereka mengurangi rasa ngidam.

Baca juga:  Yuk, Cobain! Ini Manfaat Kunyit untuk Kulit Tubuh yang Mungkin Belum Anda Ketahui
Ilustrasi: wanita mengalami PMS (sumber: newsday.co.tt)

Ilustrasi: wanita mengalami PMS (sumber: newsday.co.tt)

Ngidam, merupakan salah satu dari banyak gejala sindrom pramenstruasi. Sindrom ini kemungkinan besar disebabkan oleh naik turunnya hormon yang berdampak pada kinerja pengangkat zat kimia di otak. Zat ini lebih dikenal secara ilmiah sebagai neurotransmitter. Gejala PMS hanya muncul pada fase luteal, yaitu fase pada paruh kedua dari siklus menstruasi. Pada fase ini, terjadi pada saat ovulasi atau pelepasan sel telur hingga hari pertama menstruasi. Gejala PMS biasanya akan selesai hingga hari keempat saat menstruasi.

Dalam hal ini, peneliti telah mendokumentasikan lebih dari 150 gejala PMS yang berbeda, mulai dari perbedaan gejala fisik, emosional, hingga perilaku. Ngidam merupakan salah satu gejala PMS dari perilaku yang paling umum. Ngidam juga merupakan salah satu gejala perilaku saat PMS yang gejalanya bersamaan dengan perubahan pada suasana hati. Saat ngidam, sebagian besar wanita juga merasa lekas marah, cemas, tegang, mudah sedih, dan depresif.

Walaupun beberapa wanita cenderung suka ngidam coklat, permen, dan makanan manis, ini bukan bentuk diagnosis resmi untuk gejala PMS. Hanya 20% hingga 40% saja wanita yang memiliki gejala sesuai dengan kriteria sindrom PMS. Sementara, 85% wanita memperlihatkan gejala mirip PMS.

Baca juga:  4 Inspirasi Mini Dress untuk Orang Gemuk, Ciamik!

Para peneliti juga menemukan bahwa ngidam juga dapat terjadi selama pramenstruasi terhadap individu tanpa diagnosis PMS atau gangguan kesehatan lain. Bahkan, salah satu penelitian menunjukkan bahwa 97% perempuan yang sebelumnya pernah merasakan ngidam makanan, belum berada pada siklus menstruasi normal mereka.

Dalam analisis juga dijelaskan bahwa wanita cenderung memiliki nafsu makan lebih banyak selama fase luteal daripada fase folikuler. Kalori yang dikonsumsi seorang wanita saat fase ini dapat meningkat hingga 500 kalori per harinya. Asupan yang dimakan juga biasanya cenderung mengandung karbohidrat, lemak, dan gula. sehingga tidak heran jika coklat menjadi salah satu jenis makanan yang diidamkan wanita saat PMS.

Penyebab Ngidam Saat PMS

Ilustrasi: makan banyak ketika PMS (sumber: medicalnewstoday.com)

Ilustrasi: makan banyak ketika PMS (sumber: medicalnewstoday.com)

Menurut ahli farmakologi bernama Jordane Mathieu, salah satu penyebab wanita mengalami ngidam saat PMS, mereka secara tidak sadar menggunakan makanan sebagai terapi farmakologi atau terapi berbasis obat-obatan. Dalam banyak penelitian, disebutkan juga wanita pada fase luteal lebih banyak menginginkan karbohidrat untuk meningkatkan hormon serotonin. Hormon ini merupakan hormon bahagia yang mampu membuat perasaan mereka lebih baik saat PMS berlangsung. Dengan meningkatkan level serotonin di otak, baik melalui diet atau obat, maka asupan dan suasana hati wanita dapat kembali normal.

Baca juga:  Beberapa Hal Yang Bisa Menyebabkan Tingginya Angka Kematian Bagi Ibu Setelah Melahirkan

Selain itu, dengan memikirkan makanan enak seperti ngidam, dapat mendorong keinginan seorang wanita untuk mengonsumsi makanan sebagai pengalih perhatian dari rasa stress dan bosan. Dari hasil penelitian lainnya, ngidam juga disebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron yang tidak stabil saat menstruasi. Dalam hal ini pula, peneliti menyimpulkan bahwa seorang wanita cenderung makan lebih banyak saat kadar hormon estrogen mereka menurun dengan kadar progesteron tinggi. Hal ini tentunya terjadi selama mereka memasuki fase luteal.

Tips Atas Ngidam Selama Menstruasi

Salah satu cara mengatasi ngidam selama menstruasi yaitu dengan cara mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Perubahan gaya hidup dapat meminimalkan gejala PMS selama siklus menstruasi berlangsung. Bagi Anda yang ingin mengatasi ngidam, Anda bisa mengubah gaya hidup dengan melakukan olahraga teratur dan melakukan relaksasi untuk mengurangi stress. Anda juga bisa melakukan latihan pernapasan untuk merilekskan pikiran, melakukan yoga, meditasi, pijat saraf, dan tidur dengan teratur.

Cara lain untuk mengatasi ngidam, Anda bisa melakukan terapi kognitif dan terapi biofeedback. Kedua jenis terapi tersebut sangat efektif mengatasi gejala PMS seperti ngidam, dan mengatasi migrain akibat gejala PMS. Pastikan juga Anda menghindari beberapa jenis makanan ataupun minuman dengan kandungan kafein dan alkohol tinggi. Kedua jenis makanan dan minuman tersebut dapat membuat gejala ngidam dan PMS menjadi semakin parah.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: