Penggunaan Sunscreen (Tabir Surya) Berbahaya, Benarkah?

Sunscreen, tabir, surya, SPF, melindungi, sinar, matahari, efek, aman, berbahaya, bahaya, UVB, UVA, UV, bahan, kimia, avobenzone, jurnal, penelitian, kulit, kelembapan, kosmetik, diklorinasi, SPF30, risiko, lotion, gel, iritasi, penuaan, dini, jurnalis, informasi, semprot, berminyak, klorinPersiapan berjemur di pantai

Semakin sulit untuk mencari tahu apa yang harus dipercaya tentang apapun – bahkan sesuatu yang mendasar seperti tabir surya. Hal ini sebagian dikarenakan perusahaan, dan beberapa individu, telah menemukan cara untuk menggunakan kekuatan saran dan informasi yang tidak lengkap (atau salah), untuk mengarahkan pola pikir kita demi, atau melawan, produk tertentu.

Sunscreen atau tabir surya digunakan untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari. Menggunakan sunscreen sering kali dianggap merepotkan, karena Anda merasa memakai kosmetik yang mengandung SPF sudah cukup untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Padahal, kosmetik yang mengandung SPF belum cukup melindungi kulit dari bahaya sinar matahari yang bisa menyebabkan kanker kulit. Kulit juga akan mengalami kerusakan bertahap seperti penuaan dini.

Beberapa berita yang muncul pada musim panas ini dapat membuat Anda percaya bahwa ada masalah keamanan baru yang mengganggu dengan produk tabir surya. Kisah-kisah itu berpusat di sekitar satu studi yang diterbitkan dalam jurnal yang kurang dikenal (Chemosphere). Jurnalis mengambil sebagian kebenaran dari penelitian dan memperkuatnya menjadi kebenaran yang lebih parsial.

Apa yang benar-benar dikatakan oleh penelitian ini adalah bahwa satu bahan (avobenzone) dalam beberapa tabir surya, ketika terkena klorin dan cahaya di kolam renang, berubah menjadi sejumlah kecil bahan kimia beracun (yang kemudian akan diencerkan di kolam renang yang sangat besar). Perhatikan bahwa ini tidak diuji di kolam renang yang sebenarnya. Itu diuji di laboratorium dalam kondisi tidak sama sekali seperti dunia nyata.

Jadi, bagaimana seharusnya Anda menanggapi? Jika Anda berenang di kolam yang diklorinasi, hindari bahan avobenzone untuk saat ini, sampai kita memiliki ilmu yang lebih baik. Jangan sampai meminum air di kolam renang, menelan sedikit tidak akan menjadi masalah. Jangan habiskan banyak waktu menjilati kulit Anda di kolam yang diklorinasi.

Baca juga:  Hubungan Antara Endometriosis dan Seks yang Menyakitkan

Apa yang seharusnya tidak Anda lakukan adalah meninggalkan tabir surya sama sekali. Mengapa? Karena tabir surya membantu melindungi Anda dari bentuk kanker kulit yang paling mematikan – melanoma. Tabir surya membantu melindungi dari jenis lain dari kanker kulit, sel basal, dan karsinoma sel skuamosa. Tabir surya menjaga kulit Anda awet muda, dan terhindar dari penuaan dini. Sunscreen mencegah bintik-bintik hitam pada wajah. Tabir surya mencegah bintik-bintik prakanker (actinic keratosis). Semua hal di atas sesuai dengan ilmu yang diverifikasi, dari banyak penelitian.

Intinya adalah, keamanan adalah masalah bagi kita semua. Tingkat risiko yang kita ambil semua tergantung pada cara kita berpikir tentang risiko di lingkungan kita untuk diri kita sendiri, dan keluarga kita.

Cara Pakai Sunscreen yang Tepat

Agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan, cara pakai sunscreen yang tepat juga harus diperhatikan. Jangan sampai Anda masih melakukan berbagai kesalahan yang membuat sunscreen Anda justru membahayakan dan kehilangan efeknya.

Sunscreen, tabir, surya, SPF, melindungi, sinar, matahari, efek, aman, berbahaya, bahaya, UVB, UVA, UV, bahan, kimia, avobenzone, jurnal, penelitian, kulit, kelembapan, kosmetik, diklorinasi, SPF30, risiko, lotion, gel, iritasi, penuaan, dini, jurnalis, informasi, semprot, berminyak, klorin

Penggunaan sunscreen sebelum mulai berjemur (sumber: Huffington Post)

Jangan membeli produk sunscreen asal-asalan

Sama halnya dengan menggunakan kosmetik, sunscreen yang digunakan juga tetap harus menyesuaikan jenis kulit Anda. Sunscreen terdiri dari beberapa jenis. Ada yang bentuk krim, lotion, semprot, dan gel. Jika Anda memiliki kulit kering, gunakan sunscreen jenis krim, losion, gel, atau semprot. Sedangkan jika Anda memiliki jenis kulit berminyak sebaiknya pilih jenis yang gel atau semprot.

Baca juga:  Pilihan Warna (Shade) NYX Total Control Drop Foundation & Reviewnya

Dalam kemasan sunscreen biasanya tertera apa saja kandungannya, termasuk SPF. SPF merupakan perkiraan berapa lama sinar matahari akan membakar kulit. Yayasan Kanker Kulit merekomendasikan minimal menggunakan  SPF 30, yang  dapat menghalangi 97 persen sinar UVB, dan maksimum SPF 50, yang dapat menghalangi 98 persen sinar UVB. Sinar UVA dapat menyebabkan timbulnya kerutan, penuaan dini, dan kanker kulit. Sedangkan UVB dapat menyebabkan kulit terbakar. Perhatikan kemasan yang tertera, perlindungan terhadap UVA ditandai dengan PA+, PA++, PA+++.

Oleskan sunscreen lebih dari satu kali sepanjang hari

Tidak ada sunscreen yang melindungi kulit dari sinar matahari hingga 100 persen, meskipun Anda menggunakan SPF yang tinggi. Sunscreen akan luntur atau hilang saat Anda berkeringat dan jika terkena air. Karena itu, sebaiknya oleskan kembali sunscreen setiap dua jam sekali.

Oleskan sunscreen merata ke seluruh tubuh

Kebanyakan dari Anda biasanya menggunakan sunscreen hanya pada kulit yang terpapar matahari saja. Sebenarnya menggunakan sunscreen yang baik adalah rata ke seluruh bagian tubuh, meskipun bagian tersebut ditutupi oleh baju. Jika sunscreen tidak digunakan ke seluruh tubuh, hasilnya tidak akan optimal. Sehingga kulit Anda masih mungkin terpapar sinar matahari.

Aplikasikan sunscreen di bagian tubuh tersembunyi

 

Sunscreen, tabir, surya, SPF, melindungi, sinar, matahari, efek, aman, berbahaya, bahaya, UVB, UVA, UV, bahan, kimia, avobenzone, jurnal, penelitian, kulit, kelembapan, kosmetik, diklorinasi, SPF30, risiko, lotion, gel, iritasi, penuaan, dini, jurnalis, informasi, semprot, berminyak, klorin

Mengoleskan krim sunscreen pada kulit

Biasanya sunscreen hanya dipakai pada wajah, tangan, dan kaki. Sebaiknya gunakan juga sunscreen di area belakang telinga, leher, maupun belakang leher. Daerah tersebut juga rentan terpapar sinar matahari langsung meskipun letaknya berada di area tersembunyi.
Nah, sunscreen untuk badan biasanya berbeda dengan sunscreen wajah. Gunakan sunscreen yang memang khusus untuk wajah atau sunscreen badan yang diperbolehkan untuk wajah. Pasalnya, sunscreen untuk wajah mengandung formula yang lebih sensitif, melindungi dari iritasi, dan tidak memicu jerawat.

Baca juga:  Pengertian dan Tujuan Pap Smear Untuk Cegah Risiko Kanker Serviks

Sama halnya dengan kulit tubuh, bibir merupakan bagian tubuh yang harus dilindungi. Tetapi jangan menggunakan sunscreen untuk tubuh. Gunakanlah lip balm sedikit tebal yang mempunyai kandungan SPF yang baik untuk melindungi bibir Anda.

Pakai sunscreen lebih lama sebelum keluar rumah

Kulit membutuhkan waktu setidaknya 30-60 menit untuk menyerap sunscreen. Jadi jika Anda baru menggunakan sunscreen beberapa saat sebelum beraktivitas keluar rumah atau saat berada di bawah sinar matahari, kulit Anda tidak akan mendapatkan perlindungan apapun dan berisiko terbakar matahari.

Jangan hanya gunakan sunscreen ketika sedang panas terik

Bagaimanapun cuacanya, Anda harus selalu menggunakan sunscreen, sekalipun saat musim hujan. Sinar UVB yang menyebabkan luka bakar memang melemah pada saat musim hujan, namun sinar UVA datang lebih kuat.
Baik sinar UVA dan UVB sama-sama dapat menyebabkan kanker kulit dan kerusakan sel akibat sinar matahari. Oleh karena itu, Anda tetap harus menggunakan sunscreen, meskipun di musim hujan atau ketika mendung. Menggunakan sunscreen juga berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit sehingga kulit tidak akan dehidrasi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: