Bahan Pengganti Mirin yang Halal, Yuk Cobain!

Memasak pakai mirin (sumber: spiceography.com)

Cita rasa masakan khas Jepang memang cukup unik. Beberapa di antaranya terasa begitu “umami” karena adanya penambahan bahan seperti mirin. Mirin merupakan bumbu dapur yang mengandung alkohol, sehingga tergolong tidak halal untuk dikonsumsi oleh umat Muslim. Cara membuat mirin sendiri melibatkan proses fermentasi, sehingga dapat menghasilkan rasa yang benar-benar kompleks. Lantas, adakah bahan pengganti mirin yang halal?

Apa Itu Mirin?

Mirin adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40-50% dan alkohol sekitar 14%. Mirin digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan caranimono (merebus dengan kecap asin dan dashi) dan campuran untuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba (soba-tsuyu), saus untuk tempura (tentsuyu), dan saus teriyaki.

Kandungan alkohol pada mirin dapat menghilangkan bau amis pada ikan dan mengurangi risiko hancur bahan makanan yang dimasak. Kandungan gula pada mirin digunakan untuk menambah rasa manis bahan makanan yang dimasak, membuat mengilat bahan makanan yang dimasak cara teriyaki, dan menambah harum masakan. Rasanya lebih manis dengan kandungan alkohol lebih rendah. Mirin umum digunakan sebagai bumbu masak, di mana rasa manis merupakan rasa yang penting dalam masakan Jepang.

Baca juga:  Tips & Cara Memasak Jantung Biar Empuk dan Tidak Bau Amis

Kadar alkohol ditekan oleh ragi sehingga kadar gula yang tersisa pada mirin lebih tinggi dibandingkan sake. Di Jepang, mirin merupakan minuman keras sama halnya seperti bir atau wiski yang dikenakan pajak minuman keras dan pembuatannya juga memerlukan izin khusus. Sampai tahun 1996, mirin hanya bisa dibeli di toko yang mempunyai izin menjual minuman keras, tapi sekarang boleh dijual di mana saja dan penjual hanya memerlukan izin menjual mirin secara eceran.[1]

Mirin juga dikenal sebagai “anggur beras manis untuk memasak”.[2] Bagi yang tidak mengonsumsi bumbu yang mengandung alkohol, bisa mengganti mirin dengan jus anggur segar yang dicampur dengan air jeruk lemon dan gula pasir.[3]

Dilansir dari Eat This, di Jepang sana sebenarnya ada dua jenis mirin yang diproduksi, yakni hon mirin murni atau mirin asli dan aji mirin, yang berarti “rasanya seperti mirin”. Hon mirin yang difermentasi secara alami disebut mengandung lebih banyak alkohol dan umumnya dijual dengan harga yang lebih mahal daripada aji mirin. Komponen atau bahan utama dari hon mirin otentik adalah koji, yaitu beras yang difermentasi dengan jamur khusus yang ditemukan di Jepang.

Baca juga:  Sedang Belajar Memasak? Yuk Pertajam Keterampilan Dengan Cara Ini

Nah, jika Anda berencana membuat sushi sendiri dengan menggunakan mirin yang halal, sebenarnya Anda bisa membelinya di pasaran. Namun, bila ingin bereksperimen, bisa juga mencoba resep atau cara membuat mirin halal berikut ini.

Mirin salah satu bahan masakan khas Jepang (sumber: sushisushi.co.uk)

Mirin salah satu bahan masakan khas Jepang (sumber: sushisushi.co.uk)

Resep Mirin Halal

Bahan Mirin Halal

  • 4 sdm (sendok makan) cuka beras (bisa juga menggunakan jeruk nipis)
  • 150 ml air
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam

Cara Membuat Mirin Halal

  1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan.
  2. Masukkan air, gula, dan cuka beras/perasan jeruk nipis ke panci. Rebus hingga mendidih. Selanjutnya, gunakan api kecil dan rebus selama 5 menit. Matikan kompor.
  3. Setelah dingin, tambahkan garam. Saring lalu simpan mirin homemade ini dalam botol steril tertutup.

Bagaimana? Cukup mudah kan cara membuat mirin halal sendiri di rumah?

Baca juga:  Susu HiLo Active Cocok untuk Dikonsumsi Usia Berapa Tahun?

Bahan Pengganti Mirin yang Halal

Jika malas repot membuat mirin sendiri, cukup gantikan mirin dengan cuka beras kemasan yang berlabel halal di pasaran. Selain itu, bahan pengganti mirin lainnya adalah campuran gula dan air dengan perbandingan 3:1, madu, atau bisa juga diganti dengan sirup agave (sejenis tanaman kaktus) yang bisa meniru manisnya rasa mirin.

Seperti yang disinggung sebelumnya, penambahan mirin dalam resep sushi atau masakan Jepang lainnya dapat membuat cita rasa makanan terasa lebih umami dan tentunya menggugah selera. Selamat mencoba!

[1]Iboe, Katering 2. 2013. Menu Katering Lunch Box ala Jepang Bujet 25 Ribuan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 10.

[2]Hoesni, A. 2008. Seri Quick Cooking: Japanese Food Cepat Saji. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 5.

[3]Iboe, Dapoer 2. 2013. Resep Ayam Selezat Restoran Jepang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 44.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: