Alternatif Pengganti Minyak Goreng untuk Diet

Minyak alternatif pengganti minyak goreng (sumber: natureloc.com) Minyak alternatif pengganti minyak goreng (sumber: natureloc.com)

Bagi Anda yang sedang dalam program diet untuk melangsingkan badan atau mengejar berat badan ideal, biasanya dianjurkan untuk memperhatikan betul apa saja yang hendak dikonsumsi. Umumnya, Anda akan disarankan untuk mengurangi makan makanan yang diolah dengan cara digoreng. Pasalnya, kandungan lemak tak jenuh dalam gorengan disebut memiliki efek yang buruk untuk kesehatan jangka panjang. Nah, sebagai alternatifnya, ada beberapa minyak yang diklaim dapat menjadi pengganti minyak goreng untuk diet.

Minyak goreng sehat yang tersedia di pasaran adalah minyak sawit dan minyak kelapa. Adapun minyak canola dan minyak zaitun hanya dianjurkan untuk makanan yang tidak diolah menggunakan suhu tinggi. Kita tidak boleh menggunakannya untuk menggoreng – kedua minyak tersebut sangat baik jika digunakan untuk campuran salad atau sekadar sebagai olesan pada saat memanggang makanan saja.Perlu diingat semua minyak goreng hanya boleh digunakan untuk sekali pemakaian. Hindari penggunaan minyak jelantah karena mengandung lemak trans.[1]

Jika berbelanja di pasar swalayan manapun, Anda akan menemukan bahwa popularitas minyak goreng kelapa maupun sawit terdesak oleh minyak kanola, minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak sayur, dll. Ada minyak zaitun (olive oil), tetapi harganya mahal. Minyak-minyak ini (kecuali minyak zaitun) mengandung lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated oil) yang dianjurkan untuk menggantikan lemak jenuh dalam kegiatan masak-memasak modern.

Baca juga:  Efek Samping & Bahaya Minum Fish Oil (Minyak Ikan), Anda Wajib Tahu!

Malangnya, minyak yang mengandung lemak tak jenuh ganda tidak stabil dan mudah teroksidasi sehingga tengik. Belakangan industri minyak goreng mengembangkan proses untuk menstabilkan produksi minyaknya dengan cara hydrogenating. Dengan cara ini minyak menjadi lebih solid dan dapat digunakan untuk memanggang dan deep-frying.

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa proses hydrogenation pada minyak tak jenuh ganda menciptakan sejenis lemak yang sama sekali baru, disebut trans-fatty acid atau asam lemak trans atau disingkat lemak trans. Karena lemak trans ini tidak terdapat di alam, sifatnya sangat berbahaya. Penelitian selanjutnya menyatakan bahwa lemak trans memicu munculnya penyakit-penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan kanker. Minyak tak jenuh ganda yang diproses di Amerika Serikat mengandung lemak trans, misalnya minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji kapas, rapeseed oil, dan safflower oil.

Baca juga:  Alternatif Bahan Pengganti SP untuk Membuat Kue

Pada bulan Januari 2004, Denmark merupakan negara pertama di dunia yang melarang penjualan minyak goreng yang diproses secara hydrogenation. Dan di Eropa penggunaan jenis minyak ini semakin berkurang. Di Amerika Serikat, FDA (Food and Drugs Association) mewajibkan semua industri minyak goreng untuk mencantumkan kadar lemak trans dalam label nutrisinya, mulai tahun 2006.[2]

Nah, lantas apa saja pengganti minyak goreng yang kira-kira baik untuk menunjang program diet Anda? Berikut ulasannya.

Pengganti Minyak Goreng untuk Diet

Khusus untuk menggoreng, gunakanlah minyak kelapa, minyak sawit, atau rice bran oil. Minyak ini memiliki sifat kimia dan fisika yang stabil sehingga tidak perlu khawatir mengandung lemak trans kecuali setelah dalam bentuk jelantah. Minyak tersebut dapat pula digunakan untuk menumis termasuk minyak zaitun, asal jangan dipanaskan dengan suhu yang terlalu tinggi.

Selalu gunakan minyak goreng yang masih segar saat memasak. Jangan pernah menggunakan minyak goreng bekas atau jelantah walaupun hanya sedikit. Lemak trans walau hanya dikonsumsi dalam jumlah sedikit dapat menimbulkan dampak buruk yang sangat luas. Usahakan agar minyak goreng jangan dipanaskan dengan suhu tinggi hingga mengeluarkan asap di atas permukaannya. Cara ini dapat menjaga kestabilan kimiawi minyak goreng yang Anda gunakan.[3]

Baca juga:  Apakah Salep Inerson Desoximetasone Dapat Digunakan untuk Jerawat?

Selain minyak-minyak tersebut, untuk diet pun Anda bisa menggunakan minyak canola, minyak bunga matahari, minyak jagung, minyak wijen, minyak kacang, minyak biji anggur, atau minyak avokad (alpukat). Dibanding minyak kelapa sawit, harga minyak-minyak alternatif tersebut biasanya memang relatif lebih mahal. Untuk lebih berhemat, Anda bisa mencoba mengonsumsi makanan yang direbus atau dikukus dan kurangi konsumsi gorengan.

[1]Lingga, L. 2013. All About Stroke. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 170.

[2]VitaHealth. 2006. Diet VCO. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 49.

[3]Lingga, L. 2012. Program Anti-X Tanpa Obat. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 169.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: