Berisiko untuk Kesehatan, Ini Alternatif Bahan Pengganti Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida (sumber: colgate.com)Hidrogen peroksida (sumber: colgate.com)

Hidrogen peroksida (H2O2) atau yang dalam bahasa Inggris disebut hydrogen peroxide adalah senyawa yang kerap ditemukan di sejumlah produk rumah tangga, seperti produk kecantikan sampai pembersih rumah dan pakaian. Hidrogen peroksida pun dapat dipakai sebagai obat. Akan tetapi, zat kimia ini kabarnya bisa berisiko negatif untuk kesehatan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, beberapa orang berupaya mencari alternatif pengganti hidrogen peroksida dalam berbagai keperluan.

Salah satu bahan yang digunakan oleh nelayan sebagai pengawet ikan adalah hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening, lebih kental daripada air, biasanya digunakan sebagai disinfektan (pembunuh kuman) pada furnitur, dan bukan merupakan senyawa yang aman bagi manusia yaitu sebagai oksidan yang dapat menyebabkan kondisi dalam sel yang reduktif menjadi oksidatif, jika dikonsumsi oleh tubuh terus-menerus dapat menyebabkan terjadinya kanker.[1]

Meski demikian, sampai sekarang hidrogen peroksida masih digunakan dalam berbagai produk sehari-hari. Berikut beberapa kegunaan hidrogen peroksida, seperti dilansir dari Alodokter.

Kegunaan Hidrogen Peroksida

  • Sebagai obat oles untuk mengobati penyakit kulit tertentu, seperti keratosis seboroik dan jerawat.
  • Sebagai kandungan dalam obat tetes telinga yang berfungsi untuk membersihkan kotoran telinga.
  • Sebagai bahan baku produk pasta gigi, pemutih gigi, dan obat kumur atau mouthwash. Kandungan ini juga bisa meredakan atau meringankan iritasi mulut dan gusi, misalnya karena sariawan dan gingivitis.
  • Sebagai kandungan dalam produk antiseptik ringan yang berguna untuk mencegah infeksi luka ringan.
  • Berguna sebagai agen pemutih yang kuat untuk bahan baku tekstil dan kertas, serta dipakai untuk produk cat atau bleaching rambut.
  • Hidrogen peroksida juga sering dipakai dalam produk pembersih rumah tangga, listrik dan elektronik, kemasan makanan, pencuci baju dan piring, hingga untuk proses pengolahan air.
Baca juga:  Pilihan Warna Lipstik Revlon Untuk Bibir Hitam

Seperti yang disinggung sebelumnya, hidrogen peroksida juga berisiko membahayakan tubuh dan lingkungan sekitar apabila dipakai secara sembarangan. Apabila hendak memakainya sebagai obat, maka perlu resep dari dokter agar dosis dan pemakaiannya tepat. Hidrogen peroksida sejauh ini hanya dipakai sebagai obat luar yang dioleskan di kulit atau diteteskan pada telinga. Hidrogen peroksida tidak aman bila dikonsumsi sebagai obat minum atau ditelan. Berikut sejumlah bahaya dari hidrogen peroksida.

Produk hidrogen peroksida (sumber: globaltrademag.com)

Produk hidrogen peroksida (sumber: globaltrademag.com)

Risiko Bahaya Hidrogen Peroksida

  • Apabila produk dengan kadar hidrogen peroksida tinggi tertelan, berisiko mengakibatkan iritasi atau tukak lambung yang disertai dengan mual, muntah, atau bahkan muntah darah.
  • Obat yang mengandung hidrogen peroksida sebaiknya tidak dipakai untuk mengobati luka dalam atau luka bakar serius, karena berisiko menyebabkan luka bakar makin meluas.
  • Apabila terkena mata, bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan pada mata. Bahkan, bila konsentrasinya tinggi, hidrogen peroksida dapat mengakibatkan kerusakan mata permanen.
  • Jika terhirup terlalu banyak, bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga pembengkakan paru-paru.
  • Keracunan hidrogen peroksida dapat mengakibatkan sejumlah gejala, seperti pusing, mual, sesak napas, sakit perut, dan luka di saluran cerna.
Baca juga:  Terbiasa Tidur Pakai Kaus Kaki? Ternyata Banyak Manfaat yang Tidak Disadari

Alternatif pengganti hidrogen peroksida sendiri ada bermacam-macam, tergantung dari peruntukannya. Berikut beberapa bahan yang bisa dipakai sebagai pengganti hidrogen peroksida.

Pengganti Hidrogen Peroksida

Salah satu alternatif pengganti hidrogen peroksida yang cocok dipakai untuk pengawetan makanan adalah asap cair tempurung kelapa.Asap cair merupakan bahan kimia hasil distilasi asap hasil pembakaran. Asap cair mampu menjadi desinfektan untuk bahan makanan tanpa membahayakan konsumen.

Pirolisis tempurung kelapa yang telah menjadi asap cair akan memiliki senyawa fenol sebesar 4,13%, karbonil 11,3% dan asam 10,2%. Senyawa-senyawa tersebut mampu mengawetkan makanan sehingga mampu bertahan lama karena memiliki fungsi utama yaitu sebagai penghambat perkembangan bakteri.

Pengawetan dengan asap cair memiliki beberapa keunggulan, antara lain lebih ramah dengan lingkungan karena tidak menimbulkan pencemaran udara, bisa diaplikasi secara cepat dan mudah, tidak membutuhkan instalasi pengasapan, konsentrasi asap cair yang digunakan bisa disesuaikan dengan yang dikehendaki, senyawa-senyawa penting yang bersifat volatil mudah dikendalikan. Produk yang diawetkan dengan asap cair mempunyai kenampakan seragam sertamemberikan jaminan keamanan pangan.

Baca juga:  Penting untuk Pertumbuhan, Ini Deretan Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Bayi

Kemudian, dalam aplikasi industri natrium peroksida (Na2O2)sering digunakan sebagai pengganti H2O2. Hal ini terutama atas dasar keamanan dan kenyamanan penyimpanan. Jika Anda ingin menggunakan hidrogen peroksida sebagai antiseptik atau untuk membersihkan luka kecil, Anda dapat menggantinya dengan etanol, isopropanol, larutan yodium atau merthiolate, atau bahkan sabun dan air biasa.

[1]Riyadi, NH & Rohula U. 2009. Potensi Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Alternatif Pengganti Hidrogen Peroksida (H2O2) Dalam Pengawetan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. II(2): 94-103.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: