Pengertian Dispareunia, Penyebab & Cara Mengobati

dispareunia, hubungan, seksual, wanita, pascamenopause, pengobatan, gaya, hidup, perawatan, diri, penyebab, emosional, konseling, terapi, fisik, otot, saraf, dokter, masalah, komunikasi, operasi, teknik Hubungan suami istri terganggu (sumber: lelahmonteiro.com.br)

Dispareunia atau painful intercourse adalah rasa sakit yang muncul secara terus-menerus atau sewaktu-waktu di daerah vital wanita. Rasa sakit itu bisa terjadi pada waktu sebelum, selama, atau sesudah berhubungan seksual. Dispareunia adalah masalah umum bagi banyak wanita pascamenopause.

Rasa sakit pada saat berhubungan suami istri, tidak hanya menimbulkan sakit atau masalah secara fisik, tetapi juga secara psikis. Biasanya, para wanita yang menderita dispareunia akan merasa dirinya tidak lagi bisa membahagiakan suami.

Kondisi dispareunia tidak hanya melemahkan hasrat dan kenikmatan seksual, tetapi juga dapat mengganggu hubungan dan mengikis kualitas hidup secara umum. Untuk wanita pascamenopause, dispareunia juga dapat meningkatkan kekhawatiran tentang penuaan dan citra tubuh.

Banyak wanita yang menderita dispareunia tidak mencari bantuan yang mereka butuhkan, atau mereka kesulitan menemukan dokter yang dapat mendiagnosis dan mengobati penyebab rasa sakit mereka. Hal itu sangat disayangkan, karena perawatan untuk dispareunia sebenarnya tersedia.

Apa itu sebenarnya Dispareunia?

Dispareunia atau painful intercourse sebenarnya dapat terjadi pada usia berapapun, tetapi sangat umum terjadi di antara wanita yang telah mencapai menopause. Studi dan survei menunjukkan bahwa seperempat hingga setengah wanita pascamenopause mengalami rasa sakit selama berhubungan seksual. Rasa sakit dapat berkisar dari ringan hingga menyiksa. Beberapa penderita menggambarkannya sebagai rasa terbakar, tertusuk sesuatu, dan lain sebagainya. Sakit yang dirasakan tergantung pada penyebabnya. Nyeri mungkin dirasakan di bagian luar alat vital (vulva), di dalam vagina, atau jauh di dalam panggul. Dispareunia dapat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap. Nyeri dapat terjadi setiap berhubungan badan, atau hanya sesekali. Bagi sebagian wanita, sekadar memikirkan hubungan seksual saja, bisa memicu rasa sesak, sakit, sehingga mereka cenderung untuk  menghindari seks.

Apa penyebab Dispareunia?

dispareunia, hubungan, seksual, wanita, pascamenopause, pengobatan, gaya, hidup, perawatan, diri, penyebab, emosional, konseling, terapi, fisik, otot, saraf, dokter, masalah, komunikasi, operasi, teknik

Rasa sakit yang ditimbulkan karena gejala dispareunia (sumber: mujerbien.com)

Kemungkinan penyebab dispareunia adalah perubahan hormonal, berbagai kondisi medis atau saraf, dan masalah emosional seperti kecemasan atau depresi. Beberapa penyebabnya antara lain:

Atrofi vagina

Kondisi tersebut merupakan kerusakan jaringan vagina yang disebabkan oleh hilangnya estrogen, yang merupakan sumber utama hubungan seksual menjadi menyakitkan bagi wanita di usia paruh baya. Ketika produksi estrogen ovarium menurun saat menopause, jaringan vagina dapat menjadi lebih tipis, kurang terlumasi, dan kurang elastis. Dan, pada akhirnya dapat menyebabkan kekeringan vagina, rasa terbakar, gatal, dan nyeri.

Vestibulodynia

Kondisi tersebut merupakan sindrom nyeri kronis yang memengaruhi vestibulum. Segala jenis sentuhan atau tekanan, tidak hanya dari penetrasi tetapi bahkan dari tampon, kapas, jeans ketat, atau tisu toilet dapat memicu ketidaknyamanan. Vestibulodynia adalah jenis vulvodynia, atau rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan dan terus-menerus di daerah vulva. Kondisi ini tampaknya memiliki beberapa penyebab berbeda.

Vestibulodynia adalah penyebab paling umum dari nyeri seksual pada wanita di bawah usia 50 tahun, dan mungkin lebih umum di kalangan wanita pascamenopause. Menurut penelitian oleh para peneliti di McGill University, Montreal yang menganalisis data dari 182 wanita pascamenopause dengan dispareunia, menemukan bahwa hampir semua (98%) merasakan nyeri ketika disentuh pada vestibulum dengan kapas selama penelitian, 64% mengalami vestibulodynia dan atrofi vagina, 14% memiliki vestibulodynia saja, dan 9% memiliki atrofi saja. Temuan tersebut muncul di Journal of Sex & Marital Therapy edisi Maret/April 2012.

Eksim & Psoriasis

Penyebab lain rasa sakit dengan hubungan seksual termasuk penyakit kulit di daerah kelamin yaitu eksim dan psoriasis. Kedua kondisi itu bisa digambarkan seperti endometriosis, penyakit radang panggul, prolaps kandung kemih, dan infeksi saluran kemih, vagina, atau organ reproduksi, cedera pada daerah panggul dari persalinan, bedah rekonstruktif, keluhan muskuloskeletal, seperti radang sendi atau pinggul yang kencang atau otot panggul, dan beberapa jenis disfungsi seksual laki-laki (hubungan seksual yang berkepanjangan dapat meningkatkan friksi dan nyeri vagina).

Faktor psikologis & emosional

Faktor psikologis atau emosional mungkin terlibat. Stres, kecemasan, depresi, rasa bersalah, riwayat pelecehan seksual di masa lalu, atau masalah hubungan juga bisa menjadi akar dari rasa sakit saat berhubungan seksual. Beberapa wanita mengalami vaginismus yaitu otot-otot vagina yang tidak terkendali untuk mencegah penetrasi. Vaginismus sangat umum di antara wanita yang mengasosiasikan area vagina dengan rasa takut atau trauma fisik.

Mendiagnosis Dispareunia

dispareunia, hubungan, seksual, wanita, pascamenopause, pengobatan, gaya, hidup, perawatan, diri, penyebab, emosional, konseling, terapi, fisik, otot, saraf, dokter, masalah, komunikasi, operasi, teknik

Dokter spesialis vulva

Beberapa dokter spesialis masalah vulva, dan beberapa sekolah kedokteran menyediakan banyak pelatihan di bidang diagnosis. Tetapi, penyedia perawatan atau ginekolog mungkin dapat merujuk Anda kepada seseorang yang memiliki pengalaman dalam menangani dispareunia. Anda juga dapat mencari atau menghubungi departemen ginekologi di pusat medis terdekat atau rumah sakit pendidikan.

Dokter akan bertanya tentang rasa sakit Anda, seperti di mana Anda merasakan sakit dan kapan sakitnya, bagaimana rasanya, dan apa yang telah Anda lakukan untuk menghilangkannya, dan mungkin pertanyaan tentang hubungan Anda dengan pasangan. Dokter mungkin juga ingin mengetahui riwayat ginekologi Anda (misalnya, operasi dan persalinan) dan segala kondisi medis.

Pemeriksaan biasanya melibatkan riwayat medis menyeluruh dan juga pemeriksaan panggul, dan terkadang prosedur atau tes (seperti tes laboratorium untuk infeksi). Dokter akan memeriksa area vulva, vagina, dan dubur Anda untuk mengetahui apakah ada kemerahan, jaringan parut, kekeringan, cairan, luka, pertumbuhan, dan tanda-tanda fisik lainnya yang mungkin dapat membantu menjelaskan dispareunia yang Anda alami. Dokter mungkin akan menggunakan kapas (untuk menguji kepekaan terhadap sentuhan), spekulum, dan sarung tangan (bersarung selama pemeriksaan). Dapat dimengerti bahwa wanita dengan nyeri seksual sering khawatir tentang menjalani pemeriksaan panggul. Sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang kekhawatiran Anda sebelum pemeriksaan dimulai.

Gaya hidup dan perawatan diri

Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi ketidaknyamanan vulva dan meningkatkan kenikmatan seksual.

Pelumas

Pelumas dan pelembap vagina nonhormonal dapat membantu mengurangi gesekan dan rasa sakit selama hubungan seksual. Pelumas biasanya digunakan sebelum melakukan hubungan badan, sedangkan pelembap digunakan secara teratur, untuk bantuan jangka panjang. Baik pelumas maupun pelembap, kini sudah tersedia dalam banyak merek dengan bahan yang berbeda. Untuk menemukan produk yang cocok, mungkin dapat memakan waktu. Supaya mengurangi risiko, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Teknik seksual

Memperpanjang foreplay untuk meningkatkan kelembapan di jaringan vagina sebelum hubungan seksual. Selain itu, Anda bisa mencoba beralih posisi. Bereksperimenlah dengan berbagai cara untuk menjadi intim. Dan, jangan lupa untuk berkomunikasi dengan pasangan Anda dengan membicarakan hal-hal yang menyenangkan.

Perawatan vulva

Cuci bagian vital Anda dengan sabun khusus atau air biasa, dan keringkan. Hindari parfum, produk multi-bahan seperti mandi busa, douche, dan beberapa pantyliner. Lalu, kenakan pakaian longgar dan pilih pakaian katun. Jangan lupa untuk membilas area genital dengan air setelah buang air kecil.

Mengobati dispareunia

dispareunia, hubungan, seksual, wanita, pascamenopause, pengobatan, gaya, hidup, perawatan, diri, penyebab, emosional, konseling, terapi, fisik, otot, saraf, dokter, masalah, komunikasi, operasi, teknik

Organ genital wanita mengalami kesakitan (sumber: birthorderplus.com)

Perawatan dispareunia sering membutuhkan menggunakan obat-obatan, terapi lain, dan perawatan diri. Jika dokter Anda mengidentifikasi adanya infeksi vagina, penyakit kulit, atau kondisi lain yang dapat diobati, Anda mungkin akan diberi resep antibiotik yang tepat, kortikosteroid topikal, atau obat lain. Strategi yang sering diresepkan untuk mengelola dispareunia yaitu:

Estrogen vagina

Estrogen dosis rendah lokal membantu sebagian besar wanita dengan atrofi vagina. Penggunaan estrogen dosis rendah juga dianjurkan dalam beberapa kasus masalah kulit vestibulodynia dan vulva. Produk estrogen biasanya berupa krim (diaplikasikan pada vulva atau di vagina), atau bisa berupa tablet kecil yang dimasukkan ke dalam vagina (Vagifem), dan cincin vagina fleksibel yang dikenakan terus menerus dan diganti setiap tiga bulan (Estring).

Dalam mengobati atrofi vagina, estrogen vagina lebih disukai daripada terapi hormon sistemik, yang diambil dalam bentuk pil dan bentuk lain, dengan atau tanpa progestin. Terapi hormon sistemik dipercaya terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung pada wanita yang lebih tua, stroke, pembekuan darah, dan beberapa jenis kanker. Aplikasi estrogen vagina dinilai lebih mengurangi risiko efek samping daripada estrogen sistemik. Tetapi, diskusikan pro dan kontra pengobatan estrogen vagina dengan dokter, terutama jika Anda memiliki riwayat kanker payudara.

Lidocaine

Produk ini dapat membantu meringankan ketidaknyamanan seksual saat digunakan pada area genital, sebelum dan sesudah berhubungan seks. (Jika digunakan sebelum berhubungan seks, itu mungkin memengaruhi pria.)

Operasi

Wanita dengan vestibulodynia yang membandel dan berat mungkin ingin mempertimbangkan prosedur rawat jalan yang disebut vulvar vestibulectomy, yang mengangkat beberapa jaringan vestibular. Pembedahan ini biasanya ditawarkan hanya setelah pendekatan medis lainnya gagal.

Konseling

Masalah emosional dan emosional, dari kecemasan hingga komunikasi yang buruk dalam suatu hubungan, dapat berkontribusi pada seks yang menyakitkan, dan seks yang menyakitkan dapat membuat stres pada sebuah hubungan. Sebaiknya Anda berbicara dengan konselor profesional atau ahli terapi seks untuk membantu mengatasi masalah Anda.

Terapi fisik dasar panggul

Terapi fisik dasar panggul merupakan pengobatan yang relatif baru. Para ahli menganggapnya aman dan efektif. Banyak wanita dengan nyeri vulva memiliki otot vagina dan dasar panggul yang kencang atau melemah. Otot-otot ini dapat melemah akibat penuaan, kelahiran, kelebihan berat badan, perubahan hormonal, dan strain fisik tertentu. Dengan melakukan terapi fisik, dinilai dapat memperbaiki fungsi otot sehingga mengurangi nyeri atau sakit saat berhubungan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: